Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber gambar : Pinterest
Awalnya saya tidak dapat masak sama sekali, jangankan masak, ngeliat bumbu & kegunaannya saja beneran saya tidak tahu.
Lalu, kenapa tiba-tiba saya mendadak masak?
Ini ceritanya panjang, gan. Panjang banget! Tapi, saya ceritakan sesingkatnya saja deh, biar tidak kepanjangan yg pada akhirnya malah bikin baper.
Jadi begini ceritanya, saya ditinggal pergi untuk selamanya sama Ibu tersayang (duh, sedih nih). Saya yg kebetulan tinggal sama adik & Bapak, kebetulan adik saya lelaki juga, jadi di rumah semuanya laki-laki, sedangkan Bapak waktu itu masih kerja. Akhirnya mau tidak mau saya harus belajar masak.
Awalnya kami membeli lauk kalau mau makan pagi, siang pun malam. Lama kelamaan hal itu memberatkan keuangan keluarga kami, pada akhirnya Bapak menyuruh saya untuk membeli telor & beberapa tipe lauk seperti mie instan, sarden & lain sebagainya yg dianggap praktis.
Jalan satu bulan, kebosanan akan lauk yg itu-itu saja pun melanda. Mau bayar orang buat masak juga tidak mungkin, mau sering membeli lauk pun dirasa berat, pada akhirnya saya memberanikan diri untuk terjun ke dapur, sebelum berangkat kerja.
Pict : koleksi pribadi
Saat perdana kali mau memulai masak, jujur, saya butuh waktu sekitar tiga puluh menitan untuk meyakinkan diri, berdiri di depan bumbu-bumbu yg saya beli sendiri, beserta telor & tempe yg diam penuh tanda tanya kepada saya (hehehe becanda, gan).
Lelah berpikir, akhirnya saya eksekusi juga tuh bumbu-bumbu, telor & tempe. Benar-benar sesuka hati pokoknya, mau tanya tetangga malu, mau minta tolong pacar apalagi! Duh.
Alhasil, masakan alakadrnya pun matang. Soal rasa, gak usah ditanya, pasti ambyar!
Beruntung, Bapak & adik saya tidak mencemooh, mungkin karena dalam keadaan lapar, jadi rasa yg ambyar ya sedikit tertutup lah .
"Lain kali, tanya yg jual sayuran, kalau mau masak apa, bumbunya apa gitu, ya."
Hanya itu sih yg Almarhum Bapak hinggakan pada saat itu.
Bisa karena terbiasa, pada akhirnya saya pun jadi dapat memahami, meskipun butuh waktu yg cukup lama. Memahami bumbu-bumbu & kegunaannya, memahami bagaimana cara memperlakukan bawang merah, bawang putih, cabai & lain sebagainya untuk jadi satu kesatuan bumbu yg enak!
Yah, hidup memang harus banyak belajar, gan! Belajar dari kesalahan, belajar dari keadaan hingga kita akan semakin tahu & memahami apa yg sedang kita hadapi. Tidak gagal paham seperti saat perdana kali berhadapan dengan bumbu dapur, rasanya seperti salah tingkah
Sekarang sih sudah ada istri tersayang, jadi urusan masak sudah diambil alih sama istri. Tapi, kami sering kolaborasi masak & itu menyenangkan sekali . Kami juga kerap bergantian, kalau istri sedang capek, saya yg masakin buat makan bersama.
Intinya, lelaki dapat masak itu dapat meringankan tugas istri, kalau istri sedang repot atau sedang sakit & yg paling menyenangkan itu kalau pas lagi liburan, nganterin istri ke pasar lalu membeli bahan makanan yg akan kita masak bersama untuk mengisi liburan.
Masakan saya memang tidak seenak chef Juna, tetapi setidaknya masih enak menurut istri saya . Dan, yg paling penting adalah, kita dapat menghemat pengeluaran, karena kami jadi jarang beli lauk atau makan di luar, karena kami dapat saling mengisi kalau salah satu dari kami ada yg sibuk atau sakit.
Oppa Bani Hari ini 01:42