roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Sabtu, 8 November 2008 | 14:50 WIB
TANGERANG, SABTU - Kepolisian Resort Metro (Polrestro) Tangerang menjaring sebanyak 372 orang dalam operasi penindakan preman yang diduga terlibat kejahatan jalanan.
"Penjaringan tersebut dilakukan dalam kurun waktu satu hari," kata Kepala Bagian Operasi Polrestro Tangerang Komisaris Polisi Jacob Dedy, Sabtu.
Dedy mengatakan, operasi pemberantasan premanisme tersebut berdasarkan perintah dari Mabes Polri dan mendapat informasi dari masyarakat yang resah terhadap keberadaan preman.
Dari 372 orang tersebut, sebanyak 65 orang diproses lebih lanjut karena melakukan tindak pidana kejahatan seperti pembunuhan, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan serta memegang senjata tajam dan senjata api.
Sedangkan sisanya berjumlah 307 orang dilepas karena tidak cukup bukti melakukan tindak kejahatan, namun petugas terlebih dahulu mencatat identitas mereka,mengambil photo dan sidik jari serta memberikan pembinaan agar tidak meresahkan masyarakat.
Dedy menuturkan, Polrestro Tangerang mengerahkan sebanyak 350 personil yang tersebar pada 13 kecamatan guna mengintensifkan operasi premanisme yang digelar sejak 2 November 2008.
Ia menyebutkan, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap daerah rawan tindak pidana kejahatan yang meresahkan masyarakat di Kota Tangerang, antara lain Jalan Sudirman dan area publik seperti terminal, pusat perbelanjaan, pasar dan industri.
Saat disinggung tentang kebijakan tembak di tempat terhadap pelaku kejahatan, Dedy menjelaskan, kondisi tersebut bersifat situasional apabila anggota dalam posisi terdesak.
Ratusan Preman Tanjung Priok Digaruk
Sabtu, 8 November 2008 | 11:40 WIB
JAKARTA, SABTU - Preman yang sering meresahkan para pengemudi dirazia Satuan Reskrim Polres Jakarta Utara, dan sedikitnya 315 orang preman berhasil diamankan.
Preman yang diciduk itu biasa berkeliaran di depan stasiun dan terminal Tanjung Priok serta Jalan Raya Cacing. Mereka biasa meminta uang kepada sopir truk kontainer dan angkutan umum.
Salah satu sopir truk kontainer, Saiful (35), mengaku setiap memasuki pos sembilan pelabuhan Tanjung Priok, selalu dimintai uang oleh para preman itu.
"Mereka tidak mau dikasih seribu, maunya lima ribu. Kalau enggak dikasih biasanya sering ada gangguan, kadang kunci roda diambil mereka," keluhnya.
Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol M Rum Murkal, saat dikonfirmasi meminta peran serta masyarakat untuk melaporkan setiap ada aksi preman.
Kapolres juga menyatakan, akan terus melakukan razia preman di setiap titik kerawanan, salah satunya pintu masuk pelabuhan.
Selain merazia preman, pihaknya juga sering melakukan razia gelandangan. "Biasanya setelah didata, gelangdangan diserahkan ke Satpol PP," ujarnya.
TANGERANG, SABTU - Kepolisian Resort Metro (Polrestro) Tangerang menjaring sebanyak 372 orang dalam operasi penindakan preman yang diduga terlibat kejahatan jalanan.
"Penjaringan tersebut dilakukan dalam kurun waktu satu hari," kata Kepala Bagian Operasi Polrestro Tangerang Komisaris Polisi Jacob Dedy, Sabtu.
Dedy mengatakan, operasi pemberantasan premanisme tersebut berdasarkan perintah dari Mabes Polri dan mendapat informasi dari masyarakat yang resah terhadap keberadaan preman.
Dari 372 orang tersebut, sebanyak 65 orang diproses lebih lanjut karena melakukan tindak pidana kejahatan seperti pembunuhan, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan serta memegang senjata tajam dan senjata api.
Sedangkan sisanya berjumlah 307 orang dilepas karena tidak cukup bukti melakukan tindak kejahatan, namun petugas terlebih dahulu mencatat identitas mereka,mengambil photo dan sidik jari serta memberikan pembinaan agar tidak meresahkan masyarakat.
Dedy menuturkan, Polrestro Tangerang mengerahkan sebanyak 350 personil yang tersebar pada 13 kecamatan guna mengintensifkan operasi premanisme yang digelar sejak 2 November 2008.
Ia menyebutkan, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap daerah rawan tindak pidana kejahatan yang meresahkan masyarakat di Kota Tangerang, antara lain Jalan Sudirman dan area publik seperti terminal, pusat perbelanjaan, pasar dan industri.
Saat disinggung tentang kebijakan tembak di tempat terhadap pelaku kejahatan, Dedy menjelaskan, kondisi tersebut bersifat situasional apabila anggota dalam posisi terdesak.
Ratusan Preman Tanjung Priok Digaruk
Sabtu, 8 November 2008 | 11:40 WIB
JAKARTA, SABTU - Preman yang sering meresahkan para pengemudi dirazia Satuan Reskrim Polres Jakarta Utara, dan sedikitnya 315 orang preman berhasil diamankan.
Preman yang diciduk itu biasa berkeliaran di depan stasiun dan terminal Tanjung Priok serta Jalan Raya Cacing. Mereka biasa meminta uang kepada sopir truk kontainer dan angkutan umum.
Salah satu sopir truk kontainer, Saiful (35), mengaku setiap memasuki pos sembilan pelabuhan Tanjung Priok, selalu dimintai uang oleh para preman itu.
"Mereka tidak mau dikasih seribu, maunya lima ribu. Kalau enggak dikasih biasanya sering ada gangguan, kadang kunci roda diambil mereka," keluhnya.
Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol M Rum Murkal, saat dikonfirmasi meminta peran serta masyarakat untuk melaporkan setiap ada aksi preman.
Kapolres juga menyatakan, akan terus melakukan razia preman di setiap titik kerawanan, salah satunya pintu masuk pelabuhan.
Selain merazia preman, pihaknya juga sering melakukan razia gelandangan. "Biasanya setelah didata, gelangdangan diserahkan ke Satpol PP," ujarnya.

hahahaha