Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
================================
TIKBALANG - Philippines
================================
ORIGIN NAME Tigbalang ; Tigbalan
CATEGORY Terrestrial
================================
THE BACKGROUND
Kehadiran makhluk mistis berawal dari tradisi & berbagai kisah di masa lampau. Setiap kebudayaan pasti setidaknya punya satu atau dua makhluk aneh yg punya penampakan seperti manusia (humanoid). Salah satu diantaranya adalah Tikbalang.
Tikbalang, yg juga sering disebut "Tigbalang", "Tigbalan", "Tikbalan" & "Tigbolan", berarti "Manusia (Separuh) Kuda" (Werehorse). Sejenis makhluk mistis dari mitologi rakyat, disebutkan bahwa Tikbalang menghuni area pegunungan & banyak hutan rimba di Filipina.
Spoiler for Tikbalang yg misterius:
Jika kentaur memiliki tubuh kuda & batang tubuh serta kepala manusia, maka Tikbalang memiliki kepala kuda & tubuh manusia. Makhluk aneh ini sering mengembara di tengah malam untuk menculik & memperkosa manusia perempuan, yg kelak akan lahir lebih banyak lagi Tikbalang dari rahim mereka. Kadangkala Tikbalang juga disebut berasal dari janin manusia yg digugurkan, yg dikirim kembali ke muka bumi & berubah jadi monster tersebut.
Spoiler for Penampilan Tikbalang:
Walau deskripsi Tikbalang punya banyak versi tetapi umumnya makhluk ini digambarkan sebagai monster kurus tinggi dengan anggota badan yg terlihat tidak proporsional dengan tubuhnya. Misalnya disebutkan karena kedua kakinya sangat panjang & kurus, maka saat Tikbalang berjongkok, kedua lututnya akan berada jauh tinggi di atas kepalanya. Kedua kaki Tikbalang berkuku ganjil, sama persis seperti kaki kuda. Makhluk ini dapat mengubah bentuk mereka jadi persis seperti manusia & bahkan sanggup menciptakan diri mereka jadi tak kasat mata.
THE ORIGINS
Spoiler for Hayagriva, avatar terang dewa Vishnu:
Legenda Tikbalang diduga berawal jauh dari masa lampau, pada masa 4000 ribu tahun yg lalu, berakar dari agama Hindu & menjelaskan bagaimana kepercayaan Hindu mempengaruhi legenda makhluk setengah kuda yg kita kenal saat ini.
Agama Hindu muncul pada tahun 3000 SM di India & mulai menyebar ke seluruh Asia Tenggara pada tahun 200 M. Kepercayaan ini berkembang seiring dengan jalur perdagangan & kebudayaan, yg pengaruhnya terasa begitu kental. Lantas saat agama Buddha mulai muncul di wilayah Asia, pengaruh agama Hindu masih tetap terasa.
Sebelum agama Islam & Nasrani masuk ke Asia, sejak masa 2000 SM, pemeluk Hindu sudah memuja Hayagriva, dewa berkepala kuda yg merupakan avatar dari dewa Vishnu.
Spoiler for Vadavamuka, avatar gelap dewa Vishnu:
Penemuan tentang Tikbalang sudah dimulai sejak zaman ke-10. Pada tahun 1860, sebuah patung ditemukan di Kamboja. Patung itu menggambarkan iblis Vadavamuka, yg merupakan versi radikal dari avatar dewa Vishnu. Avatar Hayagriva & Vadavamuka berubah saat agama Buddha mulai masuk ke Asia & diserap ke berbagai kebudayaan. Hal ini diduga jadi cikal bakal mitos Tikbalang yg diadaptasi masyarakat Filipina melalui pertukaran budaya yg dilakukan selama masa perdagangan.
THE MYTH
Di provinsi Rizal di Filipina, masyarakat Tagalog punya satu tradisi takhayul yg mengisahkan Tikbalang sebagai penjaga hutan rimba. Mereka adalah roh yg menguasai kekuatan alam, yg menciptakan pepohonan & tanaman tumbuh & menyuburkan daratan dimana mereka berdiam. Para Tikbalang diam di bawah bayang-bayang pepohonan akbar & akan waspada menjaga hutan dari siapapun yg berniat merusaknya.
Kepercayaan lain menyebut bahwa Tikbalang tidak lebih dari sekedar makhluk yg punya kebiasaan aneh. Tikbalang diketahui suka mengubah penampilan fisiknya jadi keluarga, teman atau seseorang yg dikenal, khususnya bagi para peziarah & pengembara yg sedang berjalan sendirian di alam terbuka. Makhluk ini sengaja mengubah dirinya dengan maksud untuk menipu orang-orang yg malang ini, & memandu mereka menuju ke dalam hutan yg gelap atau menyusuri jalan-jalan setapak di pegunungan yg sepi, jauh dari peradaban manusia.
Spoiler for Tikbalang si Penyamar:
Jika saatnya sudah tiba bagi Tikbalang untuk membuka kedoknya, para korban umumnya akan mencium aroma tembakau sebelum akhirnya melihat wujud asli Tikbalang yg menyeramkan. Para korban sial yg konon berjumpa dengan Tikbalang biasanya akan berakhir di tepi sebuah desa atau kota kecil sambil berteriak-teriak seperti kerasukan.
Orang-orang yg berusaha menolong para korban umumnya berkata bahwa tubuh mereka seperti didorong dengan kuat ke atas tanah oleh si korban lalu mereka dipukuli dengan membabi-buta. Para korban akan memukuli lawannya sambil tertawa kecil dengan gugup seperti anak-anak. Jika si penolong berusaha melawan maka mereka akan semakin keras dipukuli, tetapi kalau berhenti mengerjakan perlawanan mereka akan menemukan diri mereka ada di tengah hutan sendirian di malam hari & tidak tahu arah jalan pulang.
Banyak orang percaya Tikbalang lebih merupakan roh yg bahagia menipu dibandingkan roh jahat. Tikbalang juga dipercaya cuma memakan manusia jahat atau mereka yg tidak menjalankan ritual agama dengan benar.
Tipuan Tikbalang memang diketahui sangat menyeramkan. Para korbannya akan tersesat & kalau mereka berjalan maka mereka akan sering kembali ke tempatnya semula. Kadang-kadang hal ini akan terjadi selama berhari-hari hingga Tikbalang letih sendiri dengan permainan ini. Sang korban yg sial akan tersesat selamanya & tidak akan pernah berjumpa lagi dengan keluarga & sanak saudaranya.
Spoiler for Tikbalang Mata Merah:
Legenda lain mengatakan bahwa Tikbalang adalah monster yg berkeliaran di malam hari, dengan kedua mata yg bersinar merah terang. Versi Tikbalang ini punya penampilan sangat mengerikan & berbahaya bagi manusia. Dikatakan bahwa kalau monster ini marah (dan memang dia mudah marah), dia akan menginjak-injak manusia yg menciptakannya marah dengan kedua kakinya hingga manusia itu mati. Tikbalang versi ini digambarkan punya bau seperti rambut terbakar & bahagia menghisap rokok cerutu.
Tikbalang diyakini bahagia tinggal di tempat-tempat dimana terdapat banyak pepohonan; tempat yg sangat gelap, lembab & sangat jarang didatangi manusia. Mereka sering diperkirakan ada di wilayah dengan ciri-ciri seperti di atas, misalnya di bawah jembatan, di sekitar tunggul pohon bambu atau hutan pisang. Kadang-kadang mereka terlihat sedang duduk di dahan-dahan teratas dari pohon Kalumpang (Sterculia foetida) atau Balite (Ficus indica) sambil menghisap cerutu.
Ada catatan yg menyebut bahwa Tikbalang punya sederet tulang belakang tajam bertonjolan di punggungnya, dengan tiga tulang tajam paling panjang & paling tebal mencuat di tengahnya. Siapapun yg dapat mengambil salah satu dari tiga tulang ini dapat mengpakainya sebagai jimat, untuk menundukkan Tikbalang & memerintah makhluk itu sebagai budaknya.
Tentu saja Tikbalang harus ditundukkan terlebih dulu dengan cara melompat ke atasnya & mengikatnya dengan simpul spesifik yg sudah disiapkan. Sang "pawang" harus segera bertahan di atas punggungnya saat sang makhluk melompat ke udara untuk membebaskan dirinya dari si pengendara tak diketahui hingga sang makhluk kelelahan & mengakui kekalahannya.
Cara lain adalah dengan mencari 3 helai rambut keemasan pada surai Tikbalang. Jika seseorang berhasil mencabut ketiga helai rambut emas itu sebelum sang monster memakannya, maka dia akan melayani orang itu seumur hidupnya.
Konon ada juga yg berkata bahwa untuk menghindar dari ancaman Tikbalang, seseorang harus memakai pakaiannya terbalik (bagian dalam di luar). Ada juga yg berkata untuk meminta ijin melintas dengan suara lantang kalau tak sengaja melewati sarang Tikbalang, atau cukup dengan berjalan pelan-pelan melintasi hutan supaya Tikbalang tidak merasa terganggu atau marah.
THE SIGHTINGS
Spoiler for Tikbalang nyata?:
Ada satu catatan perjumpaan menarik yg ditulis oleh seorang penulis & blogger berkebangsaan Filipina yg kini tinggal di Amerika bernama Precy Anza. Pada Agustus 2013, wanita ini membagi kisahnya begitu :
"Saat itu saya masih berusia 11 atau 12 tahun & keluargaku menetap di provinsi Oriental Mindoro di Filipina. Kami tinggal di sebuah gubuk nipa & dekat dengan jalan raya. Walau begitu sangat jarang ada kendaraan yg melintas di jalan itu apalagi saat malam tiba.
Pada masa itu cuma beberapa rumah di sekitar rumah kami yg sudah punya televisi, & beberapa rumah lainnya cuma mengandalkan lampu minyak tanah sebagai penerangan. Di Filipina, khususnya di provinsi tempatku tinggal, para tetangga biasanya berkumpul di rumah tetangga yg punya televisi & kami pasrah menonton saluran apapun yg sedang ditonton sang pemilik. Itulah yg kami lakukan sehari-hari.
Suatu hari Ayahku menceritakan kisah ini kepadaku.
Ayahku punya seorang teman yg kabarnya menderita sakit parah, tetapi anehnya tak ada yg tahu penyakit apa yg diderita orang itu. Ayahku & seorang teman yg lain lalu pergi menengok keadaan teman yg sakit itu di sebuah rumah pengasingan.
Saat Ayahku kembali ke rumah, beliau berkata, 'Tadi Ayah pergi menengok keadaan teman Ayah yg sedang sakit bersama seorang teman lain. Keadaan teman Ayah yg sakit itu tampak lemah & terus berkata bahwa ada sosok Tikbalang sedang mengawasinya, sambil tangannya terus menunjuk ke arah luar jendela.'
Spoiler for Menunggu:
Lalu beberapa pekan kemudian, orang yg sakit ini kembali ke lingkungan rumahku & tinggal di rumah kerabatnya yg punya sebuah warung kecil ("tindahan") di seberang jalan. Ayahku lantas mendengar teman yg sakit ini berkata berulang-ulang, 'Tikbalang mengharapkan puteriku! Dan saya memohon supaya dia mengambilku saja.'
Lalu datanglah malam itu, malam dimana orang yg sakit itu menghembuskan napasnya yg terakhir; malam yg tidak akan pernah terlupakan semua orang di wilayah itu.
Malam itu saya sedang sendirian berada di dalam gubuk nipa kami, waktunya sekitar pukul 10 atau 11 malam. Abangku sedang keluar bermain bersama teman-temannya, & Ayah serta beberapa pria dewasa lain sedang berada di seberang jalan, membesuk temannya yg sakitnya tampak semakin parah.
Tiba-tiba saya mendengar ada suara berderap, seperti suara kaki seekor kuda yg sedang berlari. Kupikir hal itu cukup aneh karena tidak ada satupun tetanggaku yg punya kuda, & juga tidak pernah ada kuda yg muncul di wilayah kami. Tapi saya tak begitu memikirkan hal itu.
Lalu beberapa menit kemudian setelah saya mendengar suara itu, ada beberapa orang tetanggaku sedang mengobrol di luar. Tak lama Ayahku masuk ke dalam rumah & berkata, 'Teman Ayah yg sakit baru saja meninggal dunia.' Beliau menambahkan, 'Sebelum dia meninggal, teman Ayah itu terus berkata bahwa Tikbalang ada di luar, terus-menerus mengawasinya. Kami lalu mendengar ada suara seperti kuda tengah berlari, tepat setelah dia menghembuskan napasnya yg terakhir.'
Dan saya sangat terkejut. 'Aku juga mendengar suara itu, Ayah! Suara yg memang sangat aneh.' Lalu banyak orang di luar rumahku mendengar suara derap kaki kuda berlari di jalan raya padahal tidak ada seekor kudapun terlihat tengah berlari di sana!
Kami rasa bahwa tetangga kami yg sakit itu tidak mengada-ada. Bagaimana kami dapat menjelaskan dari mana asal suara derap kaki kuda yg lantang terdengar itu padahal tak seorangpun melihat ada kuda berlari di jalan raya?'"
- - -
Apapun yg terjadi, mungkin saja memang benar ada suatu kebenaran & kebijakan di balik mitos & legenda yg beredar - tentang suatu bentuk kekuatan supernatural, yg mungkin jadi dasar berkembangnya kisah-kisah mitos yg terus dipercaya hingga hingga pada saat ini.
================================
THREAD DALAM LEGENDARY BEAST SERIES INI:
Legendary Beast Series Part 1 DRAGON
Legendary Beast Series Part 2 QUETZALCOATL
Sekian thread dari saya, mari diskusi dengan santai & menyenangkan!
Sampai jumpa di thread saya berikutnya!
Ilustrasi Utama : @bravehigh
Diterjemahkan dari berbagai sumber & pendapat pribadi: @bravehigh
Ilustrasi Lainnya: Dari berbagai sumber internet
Kemarin 23:05