Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
================================
DRAGON - Worldwide
================================
ORIGIN NAME draco; drkn
CATEGORY Aquatic; Terrestrial; Canopy
================================
THE BACKGROUND
Mungkin kalau ada pertanyaan, "Makhluk atau monster legendaris apa yg sudah begitu diketahui di seluruh dunia?", maka sudah pasti beberapa akbar orang akan menjawab "Naga" (dragon). Dari naga bijaksana di Timur, ke naga buas kejam di Eropa hingga ular naga raksasa penghuni samudera, makhluk ini sungguh sudah menawan hati manusia.
Dengan karakteristik yg agung, anggun sekaligus buas & penuh misteri, berbagai kisah tentang naga sudah mendominasi nyaris tiga perempat dari seluruh literatur, naskah kuno, dongeng, hikayat, cerita rakyat, legenda maupun mitologi dari ribuan bentuk kebudayaan yg datang dari berbagai era masa lampau di seluruh pelosok muka bumi.
Sebelum lebih jauh, ada yg harus diketahui tentang "reptil raksasa yg dapat terbang & menyemburkan api" ini. "Dragon" (naga) sebenarnya punya ciri khas berbeda dari makhluk reptil dalam dongeng lainnya, seperti Wyvern (reptil raksasa terbang dengan 2 kaki depan, bersayap & berekor panah) & Basilisk (ular atau reptil air berkemampuan sihir). Namun ilmu sejarah yg mempelajari mitologi serta ilmu cryptozologi modern kini menggolongkan Wyvern & Basilisk ke dalam sub-spesies "dragon".
Dalam bahasa Inggris, makhluk ini disebut "dragon", & mengatakan ini berasal dari 2 akar; yg perdana dari bahasa Yunani "" (baca : drkn)" yg berarti "ular atau ikan laut raksasa", & yg kedua dari bahasa Latin "draconem" (jamak) atau "draco" yg berarti "ular raksasa/besar". Kedua akar mengatakan ini merujuk pada semua makhluk naga secara biasa & tidak spefisik.
Walau begitu ada 2 disparitas mendasar yg jadi cabang utama pengelompokkan berbagai ragam naga (berdasarkan budaya, etimologi & karakteristiknya), yaitu "Eastern dragon" yg membawahi bermacam versi naga di dunia Timur (Asia), termasuk di dalamnya adalah wilayah Asia Timur & Asia Selatan, serta "Western dragon" yg mengepalai berbagai tipe naga di dunia Barat (Eropa) termasuk wilayah Balkan & Asia Barat.
Ada tipe mendasar yg membedakan antara naga di wilayah Timur & naga di wilayah Barat.
Naga Timur (Asia) jelas memiliki deksripsi penampilan yg sama sekali berbeda dengan naga Barat (Eropa). Segalanya berbeda; mulai dari anatomi tubuh mereka, kebiasaan mereka, simbolisme yg mereka usung & sumbangsih apa yg mereka berikan bagi peradaban di dunia adalah sesuatu yg saling bertolak belakang. Naga Timur sangat dihargai & dihormati karena kemampuan mereka akan sihir & keindahan. Mereka sangat disanjung tinggi oleh bangsa Timur. Namun hal ini sama sekali bertolak belakang dengan para naga di dunia Barat, dimana naga cuma dilihat sebagai sosok makhluk mitologi yg diketahui buas.
THE EASTERN (ASIAN) DRAGON
Naga Timur dipandang sebagai sahabat manusia. Naga Timur adalah simbol dari keindahan & kekuasaan, bahkan satu dari 12 zodiak dalam horoskop Tiongkok antik berlambang naga, yg dipercaya memberikan kesuksesan, kesehatan serta kekayaan. Karena naga Timur dipandang dengan kehormatan yg begitu tinggi, maka bermunculan kisah-kisah sarat kebijaksanaan yg berkaitan dengan naga dari Timur.
Naga Timur sejatinya adalah naga yg bahagia tinggal di lahan yg basah maupun lembab, atau yg beriklim dharap. Mereka bertubuh panjang seperti ular, punya dua pasang kaki kecil dengan 3 cakar (versi Jepang), atau 4 cakar (versi Vietnam) atau 5 cakar (versi Tiongkok), tidak bersayap, memiliki misai (kumis panjang), surai (rambut tengkuk), bertanduk dua, & beberapa akbar punya warna emas pada sisiknya. Berikut ini adalah berbagai tipe naga Timur (Asia) yg sudah diketahui & memiliki mitosnya sendiri :
- Lng (Tiongkok)
- Nga (India)
- Naga/Nogo (Indonesia & Melayu)
- Ry (Jepang)
- Druk (Bhutan)
- Neak (Kamboja)
- Yong/Mireu, Imoogi & Gyo (Korea)
- Bakunawa (Filipina)
- Rng (Vietnam)
THE WESTERN (EUROPEAN) DRAGON
Di sisi lain, naga Barat (Eropa) sering dilukiskan sebagai makhluk yg liar & buas. Naga Barat banyak disebutkan dalam berbagai hikayat & mitologi pada kebudayaan yg saling tumpang-tindih di Eropa; beberapa akbar menganggap naga Barat cuma sebagai hama atau penghancur karena sifat liar & buas mereka. Namun ada beberapa dongeng yg juga mengenal naga Barat sebagai makhluk berkemampuan sihir.
Mereka punya kulit bersisik - umumnya berwarna perak atau tembaga - & sangat kuat seperti zirah. Mereka cukup jarang disebut dapat terbang meskipun sering digambarkan punya sepasang sayap. Umumnya naga Barat bersarang di dekat sungai, di ruang bawah tanah seperti misalnya di dalam gua, di tengah padang gurun tandus, atau bahkan ada yg disebut sanggup tinggal dalam kawah gunung berapi dengan laharnya yg panas mendidih. Mereka punya napas api, cakar yg tajam & sering dipandang sebagai makhluk merugikan yg harus segera dimusnahkan oleh para pemburu naga. Jenis naga Barat sedikit lebih beragam kalau dibandingkan dengan naga Timur :
- Drac (Catalan)
- Dragon (Perancis)
- Lindworm (Skandinavia & Jerman)
- Y Ddraig Goch (Welsh)
- Srkny & Zomok (Hungaria)
- Vishap (Armenia)
- Yilbegn (Siberia)
- Balaur & Zburator (Rumania)
- Vere Celen (Chuvash)
- Culebre (Asturia & Leon)
- Bolla, Kulshedra & Dreq (Albania)
- Coca (Portugis)
- Drkn, termasuk Hydra (Yunani)
- Zilant (Tatar)
- Ejderha / Evren (Turki)
- Slibinas (Lithuania)
THE DRAGON ON FOLKLORES
Berikut adalah berbagai nama dari naga, atau ular raksasa, atau ular naga, yg diketahui dari berbagai naskah dongeng, hikayat & mitologi di seluruh dunia :
- "Aido Wedo", (Naga Pelangi) dari mitologi Dahomey.
- "Apalala", ular naga sungai dalam kisah Buddha.
- "Apep" atau "Apophis", ular raksasa dari mitologi Mesir.
- "Azhi Dahaka", naga-ular dalam mitologi Avestania, Persia (Iran).
- "Qinglong" (Seiry) dalam mitologi Tiongkok, satu dari Empat Simbol dalam konstelasi bangsa Cina.
- "Boi-tat", yg berarti "ular yg buas" dalam bahasa Tupi kuno. Konon mata ular ini tidak dapat melihat di siang hari namun dapat melihat apapun di malam hari. Menurut legenda, Boi-tat adalah makhluk yg berhasil bertahan hidup dari kiamat yg pertama.
- "Brnensky drak" (The dragon of Brno); menurut legenda, naga ini dibunuh di dekat kota Moravia.
- "Con rit", ular naga air kadang digambarkan dalam bentuk lain, misalnya lipan raksasa - dari mitologi Vietnam.
- "Fafnir", naga jadi-jadian dalam mitologi Jerman (Skandinavia).
- "The Green Dragon of Mordiford", dari hikayat penduduk Herefordshire, Inggris.
- "Guivres", ular naga dari mitologi Perancis di zaman Pertengahan.
- "Huanglong", si Naga Kuning Pusat dari mitologi Tiongkok.
- "Pakhangba", naga dongeng dari Manipur, India, yg jadi cikal bakal dewa antik bangsa Meitei.
- "Jrmungandr", ular raksasa dari mitologi Nordik, saudara dari serigala raksasa Fenrir & penguasa neraka Hel.
- "The Knucker from Lyminster" dari hikayat penduduk di Sussex Kur.
- "Lagarfljtsormurinn", monster danau yg kabarnya hidup di danau Lagarfljt, dekat Egilsstair, Islandia.
- "Illuyankas" dari mitologi Hittite.
- "Ikuchi", dewa (youkai) berupa naga air dalam mitologi Jepang.
- "Kukulkan", ular dari mitologi suku Maya.
- "The Worm of Linton", sejenis ular naga dari legenda rakyat Skotlandia.
- "The Ljubljana dragon", naga pelindung dari Ljubljana, ibukota Slovenia.
- "The Longwitton dragon", dari legenda bangsa Northumbria.
- "Lotan/Leviathan", naga iblis yg berkuasa atas perairan dari mitologi Levantine & tercantum pula dalam kitab Injil.
- "The Meister Stoor Worm" dari legenda Orkney.
- "Mushussu" atau "Sirrush", naga Babilonia penjaga Gerbang Ishtar.
- "Nhggr" atau "Nidhogg" dari mitologi Nordik (Skandinavia).
- "Ouroboros", ular pemakan ekornya sendiri dari mitologi Yunani & Romawi.
- "Orochi", ular berkepala delapan yg dibinasakan Susanoo dalam mitologi Jepang.
- "Piasa Bird", sejenis naga dari mitologi suku Indian Illini di Amerika.
- "Python", ular raksasa dari mitologi Yunani yg dibunuh dewa Apollo.
- "Q'uq'umatz" dari mitologi suku K'iche.
- "Ryjin", dewa naga laut dalam mitologi Jepang.
- "Smok Wawelski" (The Wawel Dragon) dari mitologi Polandia, konon dibunuh oleh murid seorang pembuat sepatu.
- "Tiamat" & "Abzu" dari mitologi Babilonia, yg sering dilukiskan dalam wujud ular naga.
- "Typhon", anak dewa laut Poseidon dalam mitologi Yunani, sering digambarkan dalam wujud naga berkepala banyak.
- "Vritra", asura utama dalam kepercayaan Veda, India.
- "The Whitby Wyrm", naga kecil dari hikayat Yorkhire.
- "Xiuhcoatl", ular naga dalam mitologi Aztec.
- "Yam", dari mitologi Levantine.
- "Teju Jagua" dari mitologi suku Guaran, sering dilukiskan sebagai kadal raksasa dengan 7 kepala anjing; diketahui sebagai pelindung harta karun.
- "Zirnitra", dewa berwujud naga dalam mitologi Denmark.
- "Zmey Gorynych", naga dalam mitologi Slavia; namanya berarti "Ular Putra Gunung". Konon ia punya 3 kepala, bersayap, & sanggup menyemburkan api.
- "Amaru", ular dalam mitologi Inca, disebut memiliki kepala Ilama, mulut rubah, sayap burung elang, tubuh ular, ekor ikan & bersisik naga.
Secara khusus, mitologi Britania Raya punya berbagai kisah naga yg berbeda :
- The Worm Hill Dragon, yg juga disebut "Wruen" Worm atau "Wruenele". Naga ini berasal dari mitologi bangsa Anglo-Saxon antik (700 M). Konon bukit Knotlow (Derbyshire) merupakan sarang naga raksasa ini & bagian depan bukit terbuat dari jalinan ekornya.
- The Bisterne Dragon. Alkisah desa Bisterne di Burley, Hampshire, diteror seekor naga yg akhirnya berhasil dibunuh oleh Sir Maurice de Berkeley. Bangkai naga ini konon berubah jadi bukit bernama Boltons Bench.
- The Bignor Hill Dragon, yg meneror desa Bignor di Bignor Hill, dekat Roman Villa.
- Blue Ben. Desa Kilve di West Somerset disebut-sebut pernah jadi kediaman naga berwarna biru ini. Tengkorak reptil laut purba ichtyosaurus yg dipajang di museum setempat kabarnya merupakan fosil sang naga Blue Ben.
- The Lambton Worm, konon naga ini sering mencuri ternak & memakan anak-anak dari desa-desa di sekitar Worm Hill dekat Flathead, Inggris. Naga ini dibunuh oleh Sir John Lambton saat berlangsungnya era Perang Salib.
THE COMPARATIVE MYTHOLOGY
Naga dapat dianggap baik ataupun jahat, tergantung dari deskripsi serta ciri khas yg mereka punya. Contohnya naga merah yg dapat menyemburkan api diasosiasikan dengan "kejahatan", sementara naga putih dengan napas sedharap es sering diasosiasikan dengan "kebaikan".
Dalam mitologi, narasi tentang naga seringkali melibatkan sosok seorang pahlawan yg berhasil membunuh makhluk ini. Hal ini dapat ditelusuri dari mitologi bangsa-bangsa antik di Timur Dekat, misalnya Hadad vs. Yam, Marduk vs. Tiamat, Teshub vs. Illuyanka, & sebagainya.
Motif ini berlanjut dalam mitologi Yunani yg melibatkan dewa Apollo saat membunuh Phyton, serta beberapa narasi umat Kristen awal yg mencantumkan nama Mikhael sang Malaikat Utama & Santo George.
Pembinasaan naga Vrtra oleh dewa Indra dalam kitab Rigveda juga masuk dalam kategori ini, yg terus berlanjut hingga hikayat & legenda di abad-abad Pertengahan, yg menyebut banyak pahlawan pembasmi naga seperti Beowulf, Sigurd, Tristan, Margaret the Virgin, Heinrich von Winkelried, Dobrynya Nikitich & Skuba Dratewka/Krakus.
Naga sering memainkan peran spiritual penting dalam berbagai agama & kebudayan di seluruh dunia. Naga dianggap sebagai perwujudan kekuatan alam semesta. Mereka sering diasosiasikan dengan kebijaksanaan - bahkan konon lebih bijaksana dari manusia - & berumur panjang. Umumnya mereka punya kemampuan sihir atau kekuatan supernatural & sering dihubungkan dengan mata air, hujan & sungai. Pada beberapa kebudayaan, naga juga disebut sanggup berbicara dalam bahasa & mengajarkan manusia berkata-kata dalam bahasa serta tulisan.
THE EVIDENCE
Mungkinkah naga adalah salah satu spesies yg benar-benar nyata & pernah hidup di muka bumi ini pada masa lampau? Mungkinkah spesies itu jadi rantai yg hilang dari evolusi makhluk hidup saat ini?
Jawabannya mengejutkan : Mungkin saja.
Dulu ilmuwan mengaitkan naga dengan hewan reptil purba, yaitu dinosaurus, yg dikatakan punya ciri khas yg nyaris sama dengan makhluk dongeng itu. Namun sejauh ini para ilmuwan menemukan jalan buntu untuk menjelaskan beberapa karakteristik dinosaurus yg jelas tidak sama dengan naga.
Semua berubah pada sekitar tahun 2004, saat 3 orang paleontolog junior dari Sioux City, Iowa, AS, menemukan sebuah fosil di Hell Creek Formation, South Dakota, AS. Fosil dinosaurus yg cuma ditemukan tengkoraknya itu benar-benar mengejutkan banyak ilmuwan. Bukan saja fosil itu yg perdana ditemukan dari spesiesnya, tetapi juga membawa ciri-ciri persis seperti naga di dalam legenda.
Dinosaurus ini diklasifikasikan dalam genus Dracorex dari famili pachycephalosaurid, & diperkirakan hidup pada akhir Era Kapur (Cretaceous) di Amerika Utara. Satu-satunya spesies dari genus ini yg sudah ditemukan hanyalah Dracorex hogwartsia ("dracorex" diambil dari mengatakan "draco" atau naga, & "rex" berarti raja; & "hogwartsia" merujuk pada sekolah sihir dalam novel Harry Potter karya J.K. Rowling).
Diperkirakan Dracorex adalah dinosaurus herbivora. Tengkoraknya penuh dengan tanduk-tanduk kecil tajam, benjolan-benjolan serta moncong panjang. Spesies ini juga terlihat memiliki supratemporal fenestrae (dua lubang akbar di atas kepala, besarnya nyaris sama dengan lubang mata) yg berkembang serta bagian ubun-ubun tengkorak yg datar & sangat keras, mirip dengan ciri-ciri kubah kepala yg dimiliki dinosaurus famili pachycephalosaurid. Semua fitur ini dilengkapi dengan beberapa osteoderm yg membentuk tampilan osteodermal yg unik : sejumlah titik seperti simpul, tanduk serta tonjolan-tonjolan kecil.
Tengkorak Dracorex hogwartsia kini disumbangkan ke Children's Museum of Indianapolis pada tahun 2004 untuk dipelajari, yg lantas diteliti lebih lanjut & diumumkan deskripsinya oleh Bob Bakker & Robert Sullivan pada tahun 2006. Namun paleontolog Jack Horner menduga bahwa fosil tengkorak ini merupakan dinosaurus Pachycephalosaurus berusia remaja & analisa fosil Pachycephalosaurus yg dipelajari regu gabungan dari University of California, Berkeley & Museum of the Rockies mempertanyakan keabsahan 2 nama genus dalam famili pachycephalosaurid, yaitu Dracorex & genus lain dari famili yg sama yaitu Stygimoloch. Menurut regu ini, spesimen Dracorex & Stygimoloch dapat jadi mewakili tahap awal perkembangan evolusi pachycephalosaurus.
THE MODERN CULTURES
Seniman Norwegia pada awal zaman ke-20, Gustav Vigeland, terinspirasi dari seni Abad Pertengahan & menempatkan sosok naga sebagai tema utama karya-karyanya.
Berbagai penggambaran naga pun bertebaran dalam banyak karya literatur modern, khususnya yg melibatkan genre fantasi. Beberapa contoh literatur modern yg mencantumkan naga sebagai tokoh sentral atau tambahan adalah novel "Silmarillion" & "The Hobbit" karya J.R.R. Tolkien, rangkaian novel "Harry Potter" karya J.K. Rowling, novel "Dragonriders of Pern" karya Anne McCaffrey, rangkaian novel "Eragon" & "Inheritance Cycle" karya Christopher Paolini, novel "Earthsea Cycle" karya Ursula K. Le Guin, & serial novel "A Song of Ice and Fire" karya George R.R. Martin yg diadaptasi jadi serial televisi "Game of Thrones".
Permainan video (video game) populer berbasis sistem RPG (Role Playing Game) "Dungeons & Dragons" yg menempatkan naga sebagai pusat cerita jadi awal berbagai permainan video lain yg juga menitikberatkan cerita pada peran naga. Beberapa naga terkenal dari literatur modern adalah Saphira (dari novel "Eragon"), Smaug (dari novel "The Hobbit"), Draco (dari film "Dragonheart") & King Ghidorah (dari franchise anime & manga "Gojira / Godzilla").
Mungkinkah eksistensi naga didasari oleh penglihatan masyarakat antik pada dinosaurus, khususnya pada Dracorex hogwartsia? Ataukah orang-orang jaman dulu, yg sangat awam kepada berbagai macam hewan reptil, menciptakan makhluk versi mereka sendiri? Gabungan antara buaya, kadal, kadal terbang & burung elang, barangkali? Bahkan komodo pun kini diberi tambahan nama "dragon" dibelakangnya, diasumsikan komodo adalah versi dinosaurus yg masih bertahan hidup hingga sekarang & dianggap berhubungan dengan makhluk mitologi yaitu naga.
Pada akhirnya, terlepas dari semua tampilan fisik, ciri khas maupun legendanya, mengapa makhluk dongeng yg disebut "dragon" atau "naga" ini begitu diketahui manusia hingga pada era modern? Jawabannya, karena adanya bermacam versi berbeda tentang mereka sudah menimbulkan kesenangan manusia pada dunia fiksi yg penuh dengan keajaiban; kisah-kisah heroik penuh petualangan, sihir, kekuatan super serta drama yg dibalut dengan fantasi dari antah-berantah; & semuanya itu terbukti sudah berhasil memikat banyak orang.
================================
Sekian thread dari saya, mari diskusi dengan santai & menyenangkan!
Sampai jumpa di thread saya berikutnya!
Ilustrasi Utama : @bravehigh
Diterjemahkan dari berbagai sumber & pendapat pribadi: @bravehigh
Ilustrasi Lainnya: Dari berbagai sumber internet
Hari ini 16:04