yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kondisi jembatan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah rusak atau belum ada sama sekali, termasuk di wilayah Kendal. Sekitar 50 persen kondisi jembatan di Kabupaten Kendal rusak. Hal ini terkait dengan usia jembatan yang sudah lebih dari 30 tahun.
"Pembuatan jembatan rata-rata di tahun 1980, jadi sudah saatnya direhab," jelas Kepala Bina Marga, Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kendal, Sugeng Prayitno, pekan lalu.
Sugeng menerangkan, sejumlah kondisi jembatan di Kabupaten Kendal sudah tak layak. Bahkan beberapa di antaranya tak bisa dilewati. Setidaknya, ada enam jembatan yang berkondisi rusak berat. Dan jembatan ini merupakan tangggung jawab Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kendal.
Ada pula beberapa jembatan lain yang notabene rusak. Namun, aset jembatan ini ditangani instansi lain. Dan, jembatan ini pun tak bisa dianggarkan oleh Sugeng agar diperbaiki oleh kantornya. Hal ini terkait dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 113 Tahun 2015 tentang Kewenangan Pusat, Provinsi, Kota/Kabupaten dan Desa.
Misalnya jembatan di Desa Sidokumpul, Patean. Jembatan ini menghubungkan Dusun Cipluk Barat dan Dusun Cipluk Timur. Akibat rusaknya jembatan ini, sekitar 1.000 warga pun harus melawan derasnya air sungai agar bisa menyeberang. Tak terkecuali anak sekolah yakni siswa SD dan SMP.
Sugeng menambahkan, selain jembatan berkondisi rusak berat, ada pula 39 jembatan yang berkondisi rusak. Tak hanya itu, ada pula 147 jembatan berkondisi sedang. "Rata-rata, tiang penyangga sudah tipis. Hal ini karena tiang terbuat dari baja dan sudah mulai keropos," terangnya.
Dia menjelaskan lebih rinci bahwasanya baja berkorosi ini terkait dengan usia. Sebab, jembatan itu telah berusia lebih dari 30 tahun. Sehingga dikhawatirkan apabila tidak segera diperbaiki, tiang penyangga akan terputus dan jembatan pun ambruk.
Sugeng menambahkan, kondisi jembatan di Kabupaten Kendal yang terbilang baik hanya 194 buah. Atau, sekitar 50,26 persen dari jumlah jembatan yang ada, yakni 386 buah. Tak hanya itu, kondisi gorong-gorong di Kabupaten Kendal didominasi tak baik. Gorong-gorong yang berkondisi baik hanya 655 buah atau sekitar 38,76 persen. Sebanyak 700 gorong-gorong di Kabupaten Kendal tercatat berkondisi sedang dan 308 buah berkondisi rusak. Selain itu, ada 27 buah gorong-gorong berkondisi rusak berat.
"Pembuatan jembatan rata-rata di tahun 1980, jadi sudah saatnya direhab," jelas Kepala Bina Marga, Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kendal, Sugeng Prayitno, pekan lalu.
Sugeng menerangkan, sejumlah kondisi jembatan di Kabupaten Kendal sudah tak layak. Bahkan beberapa di antaranya tak bisa dilewati. Setidaknya, ada enam jembatan yang berkondisi rusak berat. Dan jembatan ini merupakan tangggung jawab Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kendal.
Ada pula beberapa jembatan lain yang notabene rusak. Namun, aset jembatan ini ditangani instansi lain. Dan, jembatan ini pun tak bisa dianggarkan oleh Sugeng agar diperbaiki oleh kantornya. Hal ini terkait dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 113 Tahun 2015 tentang Kewenangan Pusat, Provinsi, Kota/Kabupaten dan Desa.
Misalnya jembatan di Desa Sidokumpul, Patean. Jembatan ini menghubungkan Dusun Cipluk Barat dan Dusun Cipluk Timur. Akibat rusaknya jembatan ini, sekitar 1.000 warga pun harus melawan derasnya air sungai agar bisa menyeberang. Tak terkecuali anak sekolah yakni siswa SD dan SMP.
Sugeng menambahkan, selain jembatan berkondisi rusak berat, ada pula 39 jembatan yang berkondisi rusak. Tak hanya itu, ada pula 147 jembatan berkondisi sedang. "Rata-rata, tiang penyangga sudah tipis. Hal ini karena tiang terbuat dari baja dan sudah mulai keropos," terangnya.
Dia menjelaskan lebih rinci bahwasanya baja berkorosi ini terkait dengan usia. Sebab, jembatan itu telah berusia lebih dari 30 tahun. Sehingga dikhawatirkan apabila tidak segera diperbaiki, tiang penyangga akan terputus dan jembatan pun ambruk.
Sugeng menambahkan, kondisi jembatan di Kabupaten Kendal yang terbilang baik hanya 194 buah. Atau, sekitar 50,26 persen dari jumlah jembatan yang ada, yakni 386 buah. Tak hanya itu, kondisi gorong-gorong di Kabupaten Kendal didominasi tak baik. Gorong-gorong yang berkondisi baik hanya 655 buah atau sekitar 38,76 persen. Sebanyak 700 gorong-gorong di Kabupaten Kendal tercatat berkondisi sedang dan 308 buah berkondisi rusak. Selain itu, ada 27 buah gorong-gorong berkondisi rusak berat.