miracle
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 6
- Sejak
- 22 Mar 2006
- Pesan
- 1.362
- Nilai reaksi
- 50
- Poin
- 48
Soreang: Omzet jasa potong rambut menjelang Lebaran di Pasar Sayati, Kecamatan Margahayu, Bandung Barat, Jawa Barat, meningkat 100 persen. Sejak H-5 Lebaran, mereka rata-rata merapikan rambut 20 orang.
Jimy Firmansyah, pemotong rambut di Pasar Sayati, mengaku, setiap memasuki Lebaran jumlah warga yang memotong rambut selalu menunjukkan peningkatan tajam. Tentu saja, hal itu berdampak pada pendapatannnya.
Tarif jasa pemotongan rambut untuk kepala ukuran dewasa seharga Rp8.000, sedangkan untuk anak-anak Rp6.000.
"Jadi bila dirata-ratakan dalam sehari saya bisa membawa uang sekitar Rp200 ribu. Dengan uang itu, saya bisa membelikan baju Lebaran buat anak dan istri serta membayar zakat fitrah," kata Jimy.
Dikatakannya, jumlah perbandingan warga yang ingin dipotong rambut antara usia dewasa dan anak-anak sama jumlahnya. Hanya saja, dari jenis kelamin kalangan laki-laki mayoritasnya. Sebab, untuk perempuan pada umumnya mereka lebih memilih memanfaatkan jasa salon.
"Sedangkan untuk kecendrungan gaya rambut yang diinginkan antara orang dewasa, remaja dan anak-anak berbeda. Umumnya orang dewasa dan anak asal rapih dan pendek, sedangkan untuk remaja mereka menginginkan gaya mohawk atau justin bieber karena kedua gaya itu memang lagi populer dan banyak digandrungi remaja," ujarnya.
Hal yang samapun dialami Darmin tukang cukur di kawasan Taman Kopo Indah. Menurutnya, banyaknya permintaan untuk pemotongan rambut menjelang hari Lebaran telah membuatnya membuka jam operasi lebih panjang dari sebelumnya yang hanya 12 jam menjadi 14 jam bahkan 15 jam.
"Kalau biasanya saya buka mulai jam 08.00 WIB dan tutup jam 20.00 WIB. Tapi sekarang, karena banyak permintaan maka saya tutupnya pada pukul 22.00 WIB. Momen seperti ini kan jarang dan hanya terjadi setahun sekali," ujarnya.
src://www.metrotvnews.com/mobile-site/read/news/2011/08/27/62835/Omzet-Tukang-Cukur-Melejit-100-Persen
Jimy Firmansyah, pemotong rambut di Pasar Sayati, mengaku, setiap memasuki Lebaran jumlah warga yang memotong rambut selalu menunjukkan peningkatan tajam. Tentu saja, hal itu berdampak pada pendapatannnya.
Tarif jasa pemotongan rambut untuk kepala ukuran dewasa seharga Rp8.000, sedangkan untuk anak-anak Rp6.000.
"Jadi bila dirata-ratakan dalam sehari saya bisa membawa uang sekitar Rp200 ribu. Dengan uang itu, saya bisa membelikan baju Lebaran buat anak dan istri serta membayar zakat fitrah," kata Jimy.
Dikatakannya, jumlah perbandingan warga yang ingin dipotong rambut antara usia dewasa dan anak-anak sama jumlahnya. Hanya saja, dari jenis kelamin kalangan laki-laki mayoritasnya. Sebab, untuk perempuan pada umumnya mereka lebih memilih memanfaatkan jasa salon.
"Sedangkan untuk kecendrungan gaya rambut yang diinginkan antara orang dewasa, remaja dan anak-anak berbeda. Umumnya orang dewasa dan anak asal rapih dan pendek, sedangkan untuk remaja mereka menginginkan gaya mohawk atau justin bieber karena kedua gaya itu memang lagi populer dan banyak digandrungi remaja," ujarnya.
Hal yang samapun dialami Darmin tukang cukur di kawasan Taman Kopo Indah. Menurutnya, banyaknya permintaan untuk pemotongan rambut menjelang hari Lebaran telah membuatnya membuka jam operasi lebih panjang dari sebelumnya yang hanya 12 jam menjadi 14 jam bahkan 15 jam.
"Kalau biasanya saya buka mulai jam 08.00 WIB dan tutup jam 20.00 WIB. Tapi sekarang, karena banyak permintaan maka saya tutupnya pada pukul 22.00 WIB. Momen seperti ini kan jarang dan hanya terjadi setahun sekali," ujarnya.
src://www.metrotvnews.com/mobile-site/read/news/2011/08/27/62835/Omzet-Tukang-Cukur-Melejit-100-Persen