yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pada 28 Juli tertulis beban puncaknya tercatat 14.227 MW atau turun 40 persen dibandingkan dengan 9 Juni 2014 yang sebesar 23.420 MW.
"Akibat turunnya beban listrik pada saat hari Lebaran kali ini, PLN dapat menghemat biaya produksi tenaga listrik sekitar Rp123 miliar di Jawa Bali," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, dalam keterangannya, Rabu 6 Agustus 2014.
Selanjutnya, Bambang mengatakan, beban puncak di Jawa Bali pada Lebaran 2014 juga turun 254 MW dari prediksi awal PLN. Sebelumnya, BUMN ini memprediksi kebutuhan listrik di daerah itu kala Lebaran sebesar 14.470 MW.
"Turunnya beban listrik saat Lebaran sangat signifikan, karena dipengaruhi turunnya beban listrik dari pelanggan industri dan bisnis yang sangat besar. Hal ini disebabkan sejumlah industri besar dan perusahaan ikut meliburkan para pekerjanya dan menghentikan sementara waktu kegiatan usahanya," kata dia.
Bambang mengatakan, turunnya pemakaian listrik ini berdampak pada operasional pembangkit-pembangkit listrik.
Dia menuturkan, di Jawa, sebanyak 14 unit Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 6.706 MW mendapatkan kesempatan untuk berhenti sementara (reserved shutdown).
"Masa istirahat ini dilaksanakan dari tanggal 24 Juli 2014 hingga 5 Agustus 2014, dengan jangka waktu istirahat bergiliran dan berbeda-beda untuk tiap-tiap pembangkit," kata dia.
Dia memaparkan, komposisi penggunaan energi primer untuk pembangkit yang digunakan pada saat Idul Fitri 2014 turut mempengaruhi keberhasilan penghematan ini.
Komposisi energi masih didominasi oleh pembangkit dengan bahan bakar batu bara (50,3 persen), gas (32,4 persen), panas bumi (8,5 persen), air (6,7 persen), CNG (0,3 persen), dan khusus di Bali, tercatat penggunaan BBM HSD (1,3 persen) serta MFO (0,6 persen).
"Penurunan beban listrik juga terjadi di daerah-daerah lain di luar Jawa Bali, meski persentase penurunan tidak sedrastis di Jawa Bali. Hal ini karena penggunaan listrik untuk industri dan bisnis di Jawa Bali sudah sangat besar," kata dia.