• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

layanin Taksi Serba Perempuan di India

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
6KszJ.jpg

Dunia tranportasi, termasuk taksi, biasanya didominasi kaum pria. Namun, di New Delhi, India, ada sebuah perusahaan taksi kecil yang seluruh pengemudinya perempuan dan khusus melayani penumpang perempuan.

Di tengah isu keamanan perempuan yang buruk di India, perusahaan taksi serba perempuan ini terbukti menjadi sebuah alternatif layanin transportasi yang cukup populer.

"Saat saya berada di jalanan dan mengemudikan taksi, saya merasa sangat bangga. Sebab, ini adalah taksi khusus perempuan dan saya perempuan," kata seorang pengemudi taksi perempuan, Sharma (31).

"Pekerjaan kami membantu para perempuan di Delhi. Kami memberi mereka keamanan," tambah Sharma.

Sharma adalah satu dari delapan pengemudi untuk perusahaan taksi Cabs for Women by Women (Taksi untuk Perempuan dari Perempuan).

Dalam beberapa bulan terakhir, sejak kasus pemerkosaan brutal seorang mahasiswa dalam bus akhir tahun lalu, Sharma dan kawan-kawannya cukup sibuk melayani pelanggan.

"Setelah kasus itu (pemerkosaan), beban pekerjaan kami bertambah banyak. Perempuan yang dulu menggunakan taksi lain, kini beralih ke perusahaan kami," kata Sharma.

Banyak perempuan di Delhi menyatakan mereka kerap mengalami pelecehan, termasuk di dalam sarana transportasi publik.

Mengubah hidup

Namun, menjadi pengemudi taksi—apalagi perempuan—tidaklah semudah yang dibayangkan. Beberapa dari para perempuan ini belum pernah "bersentuhan" dengan mobil sebelum bergabung dengan perusahaan ini.

Mereka membutuhkan latihan selama beberapa bulan, tak hanya soal cara mengemudi, tetapi juga aturan lalu lintas, pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan, dan bela diri.

Pernah terjadi, seorang pengemudi perempuan diserang oleh seorang pengemudi taksi pria saat tengah mengisi bahan bakar. Pengemudi perempuan lain pernah diserang hanya karena dia tak mau memundurkan taksinya di jalan utama kota untuk memberi jalan bagi mobil si penyerang.

Sharma, orangtua tunggal dengan tiga anak, sudah menjadi pengemudi taksi sejak 2011, sejak perusahaan itu berdiri.

Sharma mengaku pekerjaan ini mengubah hidupnya. Untuk kali pertama dalam hidupnya, dia bisa mendapatkan penghasilan yang memadai.

Dari hasil mengemudi taksi, Sharma mendapatkan uang sekitar 250 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 juta per bulan untuk menghidupi keluarganya.

Namun, tentu saja, jumlah taksi perempuan Sharma dan rekan-rekannya kalah jauh dibanding taksi berpengemudi pria.

"Saat saya berhenti di satu tempat, yang saya temukan selalu pria, terkadang lima sampai enam orang berkumpul bersama," kata dia.

"Saya biasanya menjadi satu-satunya perempuan di lapangan parkir itu. Jadi, saya biasanya tetap di dalam mobil. Jika saja ada satu pengemudi perempuan yang bisa diajak berkumpul," ujar Sharma.

Kondisi serupa juga tak lebih baik di jalanan. Para pengemudi pria, kata Sharma, terus memberinya kesulitan di jalanan.

"Saat mereka melihat pengemudi perempuan, mereka tanpa sebab lalu membunyikan klakson. Mereka coba mendahului kami. Saya selalu khawatir suatu saat tak bisa menghindari tabrakan dengan seseorang," keluhnya.

Berbagai tujuan

Perusahaan di balik taksi perempuan ini, Sakha Consulting Wings, memiliki sejumlah tujuan saat mendirikan perusahaan taksi perempuan ini. Dengan rekanannya, Yayasan Azad, Sakha ingin memberi kesempatan bagi perempuan keluar dari jurang kemiskinan dan memberi kesempatan mereka "menyamai pria". Demikian penjelasan Kepala Operasional Sakha, Nayantara Janardhan.

Tak hanya itu, Sakha ingin dengan menempatkan perempuan di baik kemudi memberi kesempatan perempuan India lebih dekat dengan teknologi, mengubah sikap, dan membuka penghalang bagi perempuan.

Upaya pertama Sakha sebenarnya adalah layanin pengemudi perempuan, yang saat ini mempekerjakan sebanyak 50 orang pengemudi.

"Ada bias jender yang sangat besar yang menganggap perempuan adalah pengemudi yang buruk," kata Nayantara Janardhan.

Banyak perempuan, sambung Janardhan, sangat tergantung pada pengemudi pria untuk mengantar dan menjemput anak sekolah dan aktivitas lainnya yang dianggap bisa membahayakan keselamatan anak-anak mereka.

Saat perusahaan ini didirikan para pelanggan awal adalah sanak keluarga si pengemudi perempuan. Setelah puas dengan layanin para pengemudi perempuan ini, kabar menyebar.

"Saat kami memiliki tujuh pengemudi, kami merasa lebih kuat," kata Janardhan.

Perusahaan taksi perempuan ini berawal hanya dengan satu mobil dan dua pengemudi.

"Semua orang berpikir pengemudi taksi perempuan tak akan cocok untuk jalanan kota New Delhi. Namun, kami katakan biarkan mereka turun ke jalan dan kita lihat hasilnya," tambah Janardhan.

Selain akibat pelayanan yang baik, sejak kasus pemerkosaan massal itu, jumlah pelanggan taksi perempuan ini meningkat hingga 40 persen.

Sebagian besar penumpangnya adalah para perempuan independen yang ingin bepergian seorang diri. Beberapa lainnya adalah warga baru kota dan yang lain adalah orang-orang yang lewat pusat kota
 
wah ternya ta bagus juga itu ya gan di indonesia harus ada
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.