yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
NEW DELHI - Seorang birokrat senior India dipindahkan dari posisi nya sebanyak 43 kali, hanya karena tidak bisa mentolerir korupsi di kantornya. Tiap divisi yang ditempatinya, pejabat tersebut terus melawan aksi korupsi yang menjalar.
Ashok Khemka bisa dikatakan sebagai pengacau bagi pejabat korup di kantor Pemerintah Daerah Haryana, India. Kekerasan hati Khemka untuk selalu mengikuti peraturan menyebabkan dirinya selalu dipindahkan dari satu divisi ke divisi yang lain, selama 43 kali. Ini berarti dirinya dipindahkan setiap enam bulan sekali selama masa kerjanya.
Pada divisi terakhir, Khemka hanya mampu bertahan selama 80 hari. Tetapi kali ini Khemka menjadi perhatian nasional setelah melawan salah satu anggota keluarga dinasti politik ternama India, Nehru-Gandhi. Dengan keinginan rakyat India yang ingin melihat pejabat korup dihukum, Khemka dianggap sebagai pahlawan yang berani memberikan perlawanan.
Ketenaran pria yang sudah berkarir selama 21 tahun melonjak pada awal bulan ini, saat aktivis anti-korupsi menuduh Robert Vadra terlibat kasus penipuan pembelian lahan, hingga miliaran dolar. Vadra dikenal sebagai menantu dari Sonia Gandhi yang memiliki pengaruh besar di percaturan politik India.
Ketika Khemka yang saat tuduhan dikeluarkan menjabat sebagai Kepala Biro Pertanahan Haryana, melihat kasus tersebut, dirinya langsung memerintahkan penyelidikan. Dirinya meminta catatan tahan sengketa dikirimkan ke kantornya.
"Bila tuduhan itu dikeluarkan tanpa bukti, biarkan diungkap sehingga kita tahu proses pembelian lahannya memang adil atau tidak. Tetapi bila tuduhan itu benar, maka sebuah tindakan harus diambil. Robert Vadra adalah warga biasa, jadi dia masi harus mengikuti aturan hukum yang berlaku," tegas Khemka, seperti dikutip The Independent, Selasa (23/10/2012).
Khemka mengaku selama tiga hari usai dirinya memerintahkan penyelidikan, dua distrik yang mengurus sengketa itu tidak mau memberikan catatan lahan. Menurut keterangan yang diperoleh catatan lahan itu ditolak untuk diberikan karena "ada perintah dari atas".
"Saya katakan, Robert Vadra tidak kebal hukum. Bila kalian tidak memberikan catatan lahan itu, maka saya akan membawa masalah ini ke media," tegasnya.
Tidak lama kemudian, semua surat dikirimkan kepadanya. Surat itu menunjukkan Khemka dipindahkan lagi dari jabatannya saat ini. Kini dirinya tidak hanya dipindahkan, tetapi juga diturunkan jabatannya.
Khemka mengaku Pemerintah India khawatir dirinya akan berkoar ke media. Kini dirinya dibela oleh aktivis anti-korupsi yang bersumpah untuk membelanya.