• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.

Lativi Menjadi TVOne

666

IndoForum Junior B
No. Urut
19114
Sejak
19 Jul 2007
Pesan
2.522
Nilai reaksi
67
Poin
48
Lativi Menjadi TVOne
Rabu, 13 Pebruari 2008 | 00:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Stasiun televisi swasta nasional Lativi berubah nama menjadi TVOne mulai besok. Sedikitnya dana Rp 1,3 triliun disiapkan untuk mendukung pola baru siaran TVOne.

Direktur Utama PT Lativi Media Karya Erick Thohir menuturkanm berbeda dengan Lativitayangan TVOne akan fokus pada berita dan olahraga atau news and sport television. Segmentasi pasar pun diubah, dari menengah-bawah menjadi menengah-atas

Selama ini Lativi dikenal dengan tayangan horor, berdarah, dan seks. “Itu akan kami hilangkan,” kata Erik Senin lalu kepada Tempo di Jakarta. Siaran TVOne akan didominasi tayangan informatif, seperti berita (70 persen) dan olahraga dan selected entertainment seperti film (30 persen).

Sinetron, yang menjadi primadona program di sejumlah televisi swastya, tak akan ada di TVOne. Alasannya, “Tak cocok untuk segmen yang dibidik.”

Erick mengaku yakin perubahan pola siaran Lativi akan menjadi tren baru industri pertelevisian. Biasanya perubahan hanya nama atau logo. Tapi stasiun televisi yang dikelolanya berubah total, baik nama maupun strategi pasar.

Soal perubahan nama Lativi, ia melanjutkan, didorong oleh perubahan strategi dan perubahan kepemilikan Lativi Media Karya. Tapi ia membantah Star TV, raksasa media Hongkong milik Rupert Murdoch, masuk dalam struktur kepemilikan Lativi Media Karya.

Menurut dia, pemilik lama yakni bekas Menteri Tenaga Kerja Abdul Latief melepas kepemilikannya karena akan fokus pada bisnis inti keluarga yakni Pasaraya. Kepemilikan pun jatuh ke tangan Erick (Grup Mahaka) dalam konsorsium bersama dua pengusaha muda, Anindya Bakrie (Grup Bakrie) dan Rosan Perkasa Roeslani (Presiden Direktur Recapital).

Pengusaha media ini enggan menjelaskan porsi pembagian kepemilikan masing-masing. “Ini kan konsorsium, jadi tak bisa saya sebutkan,” ucapnya.

Namun, sumber Tempo di Lativi mengungkapkan Star TV masuk sebagai salah satu pemilik meski kepemilikan masih didominasi oleh Grup Bakrie. Itu sebabnya, kemungkinan besar siaran TVOne akan menjadi salah satu konten B-TV, televisi berbayar milik kelompok usaha Bakrie. “Mungkin baru mengisi B-TV pertengahan tahun,” katanya.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari manajemen Lativi Media Karya mengenai perubahan nama dan konten siaran. “Tapi kami sudah dengar kabar burung itu,” ucap anggota KPI Bidang Perizinan Don Bosco Selamun.

Meski undang-undang tak mengatir itu, menurut dia, laporan perubahan nama dan muatan siaran penting untuk membantu tugas lembaganya. Apalagi, KPI juga bertugas memonitor isi siaran. “Jika kami tak diberitahukan nama stasiun dan acaranya, kalau ada pengaduan dari masyarakat bagaimana?”
 
ude liat gw neh.. beneran uda gk ada duyun kembar ketemu tuyul.. kwkw
 
bah, thread ini sudah ada, del aja ketimbang double.
 
Syalom....
Saya lebih suka TVOne daripada Lativi. Lebih mendidik.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.