AD5356QU
IndoForum Beginner C
- No. Urut
- 281096
- Sejak
- 27 Mei 2013
- Pesan
- 794
- Nilai reaksi
- 9
- Poin
- 18
Satu yang perlu diingat, jangan sampai berlebihan. Terlalu banyak berlari justru bisa berakibat fatal pada kesehatan. Menurut standar kesehatan, normalnya orang berlari hanya butuh waktu 30 sampai 60 menit per hari. Frekuensinya, sekitar tiga sampai lima kali seminggu.
Ada cara lain menghitung kebutuhan seseorang berlari. Yakni, 60 atau 80 persen dari denyut jantung maksimal. Cara mengetahui denyut jantung masimal itu, adalah angka 220 dikurangi usia. Artinya, untuk orang berusia 20 tahun, ia harus lari 120 sampai 160 denyut per menit.
Jika lebih dari itu, kesehatan tubuh yang menjadi taruhannya. Menurut spesialis kedokteran olahraga, dr. Michael Triangto, SpKO setidaknya ada tiga bahaya lari untuk tubuh. Ia menyebutnya ‘triad atlet’.
Gangguan Datang Bulan
Lari merupakan bagian olah raga aerobik. Sifatnya membakar lemak. Padahal, lemak merupakan salah satu bahan penting pembentuk hormon estrogen. “Kalau lemak menipis, hormon estrogen juga turun,” ujar Michael, Kamis, 17 Oktober 2013.
Kekurangan hormon estrogen itulah yang menyebabkan tidak normalnya waktu datang bulan pada wanita. Bahkan, seseorang yang kelebihan berlari bisa tidak datang bulan sampai enam bulan. “Itu tidak normal. Artinya ada gangguan waktu datang bulan,” lanjut Michael.
Kekurangan hormon estrogen itulah yang menyebabkan tidak normalnya waktu datang bulan pada wanita. Bahkan, seseorang yang kelebihan berlari bisa tidak datang bulan sampai enam bulan. “Itu tidak normal. Artinya ada gangguan waktu datang bulan,” lanjut Michael.
Gangguan Pola Makan
Biasanya, lari juga dijadikan ajang diet. Jika begitu, prinsipnya hanya satu: banyak lari, sedikit makan. Orang-orang yang demikian, takut makan karena tak ingin tubuhnya melar. “Kalau gemuk, mereka takut nggak kuat lari,” Michael menerangkan.
Padahal, tubuh juga membutuhkan asupan nutrisi. Jika itu tak tercukupi, kata Michael, artinya ada gangguan pola makan yang diderita.
Padahal, tubuh juga membutuhkan asupan nutrisi. Jika itu tak tercukupi, kata Michael, artinya ada gangguan pola makan yang diderita.
Gangguan Tulang
Para pelari lebih mudah kekurangan kalsium dibanding orang biasa. Pasalnya, mereka berkeringat lebih banyak. Buang air pun lebih sering. Lewat keringat dan urine itulah kalsium dikeluarkan. Jika suplemen kalsium tak dicukupi, tubuh akan otomatis mengambil dari tulang.
Inilah yang menyebabkan para pelari awam lebih rentan terkena gangguan tulang. Salah satu ciri fisiknya, ibu jari yang cenderung melengkung ke jari tengah. “Itu karena ototnya melemah, kaku, atau kejang. Biasanya kami beri suntikan kalsium,” Michael menuturkan.