Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.344
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Lampard & kembalinya tradisi kejam Chelsea.
Dokumentasi - 22 Desember 2019 ketika manajer Chelsea Frank Lampard yg dipecat 25 Januari ini memimpin timnya melawan Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris. ANTARA/Action Images via Reuters/JOHN SIBLEY.
Jakarta (ANTARA) - Liga Inggris dibuat geger oleh kabar Frank Lampard dipecat oleh Chelsea setelah 18 bulan bertugas.
Mantan gelandang itu cuma memenangkan dua dari delapan pertandingan terakhirnya di Liga Premier. Dia dipecat kurang dari 24 jam setelah mengalahkan Luton dalam Piala FA .
Padahal saat mereka menunjuk Frank Lampard musim panas 2019, ada indikasi Chelsea berusaha menghentikan siklus bengis pecat memecat pelatih.
Setelah Eden Hazard dijual pada saat regu ini dibelenggu larangan transfer, klub yg sudah 14 kali gonta ganti manajer dalam 16 tahun itu berusaha mencari arah baru.
Penyegaran & perombakan dilakukan. Manajemen Chelsea tampaknya sudah bersedia menyisihkan waktu & ruang untuk memperkuat skuad mudanya yg tengah tumbuh kembang. Kebiasaan buruk pecat memecat pelatih sepertinya bakal berakhir.
Lalu Lampard sang legenda Chelsea ditunjuk sebagai sosok yg tepat untuk proyek baru The Blues.
Baca juga: Dapat jaminan Abramovic, Frank Lampard setuju latih Chelsea
Sekalipun masih hijau dalam hal manajerial, Lampard memiliki kualitas tak terbantahkan dalam mengenali klub ini & tahu apa yg harus dilalui para pemain muda supaya jadi pemenang pada level-level tinggi.
Mengingat dia sendiri harus melewatkan waktu sembilan tahun sebelum mengangkat trofi pertamanya, Trump tahu pasti soal pentingnya waktu & kesabaran.
Tetapi akhirnya eksperimen untuk melihat apakah hal baru dapat ditempuh klub London barat ini berakhir ketika Chelsea menghentikan proses itu dengan memecat Lampard 18 bulan setelah ditunjuk jadi manajer.
Penampilan buruk belakangan ini menciptakan Chelsea tertinggal 11 poin dari pemuncak klasemen. Perburuan mendapatkan pengganti yg dapat seketika menaikkan lagi The Blues pun dimulai.
Baca juga: Lampard sebut pemain Chelsea "malas" usai dikalahkan Arsenal
Baca juga: Chelsea siap berikan Frank Lampard lebih banyak waktu
Awal menggembirakan
Ada keadaan yg sangat diketahui oleh Chelsea & sekaligus harap mereka hindari saat mereka mengangkat sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub ini sebagai manajer musim panas lalu.
Musim perdana Lampard diberi label musim 'transisi'. Sebenarnya si ambisius Lampard tak menyukai istilah ini.
Mencapai empat akbar akan luar biasa mengingat keadaan yg dihadapi Chelsea saat ini, mengatakan komentator Sky Sports Jamie Redknapp ketika Lampard ditunjuk musim lalu.
Namun Lampard malah berhasil mengantarkan Chelsea finis urutan keempat di mana kemenangan pada hari terakhir atas Wolves mengamankan tempat mereka di Liga Champions. Lampard juga menciptakan Chelsea masuk final Piala FA.
Di antara yg banyak disorot adalah saat menang mengesankan 1-0 melawan Ajax dalam fase grup Liga Champions, kemudian menang meyakinkan atas Manchester City setelah lomba bergulir lagi Juni tahun lalu. Lampard pun dianggap lebih baik dari pada mantan bosnya Jose Mourinho.
Baca juga: Chelsea curi kemenangan di markas Ajax
Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Chelsea rebut puncak jelang Derbi London Utara
Selanjutnya mereka ...
Berita diatas dikutip dari internet, jika Lampard & kembalinya tradisi kejam Chelsea adalah spam, mohon beritahu kami.
Dokumentasi - 22 Desember 2019 ketika manajer Chelsea Frank Lampard yg dipecat 25 Januari ini memimpin timnya melawan Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris. ANTARA/Action Images via Reuters/JOHN SIBLEY.
Jakarta (ANTARA) - Liga Inggris dibuat geger oleh kabar Frank Lampard dipecat oleh Chelsea setelah 18 bulan bertugas.
Mantan gelandang itu cuma memenangkan dua dari delapan pertandingan terakhirnya di Liga Premier. Dia dipecat kurang dari 24 jam setelah mengalahkan Luton dalam Piala FA .
Padahal saat mereka menunjuk Frank Lampard musim panas 2019, ada indikasi Chelsea berusaha menghentikan siklus bengis pecat memecat pelatih.
Setelah Eden Hazard dijual pada saat regu ini dibelenggu larangan transfer, klub yg sudah 14 kali gonta ganti manajer dalam 16 tahun itu berusaha mencari arah baru.
Penyegaran & perombakan dilakukan. Manajemen Chelsea tampaknya sudah bersedia menyisihkan waktu & ruang untuk memperkuat skuad mudanya yg tengah tumbuh kembang. Kebiasaan buruk pecat memecat pelatih sepertinya bakal berakhir.
Lalu Lampard sang legenda Chelsea ditunjuk sebagai sosok yg tepat untuk proyek baru The Blues.
Baca juga: Dapat jaminan Abramovic, Frank Lampard setuju latih Chelsea
Sekalipun masih hijau dalam hal manajerial, Lampard memiliki kualitas tak terbantahkan dalam mengenali klub ini & tahu apa yg harus dilalui para pemain muda supaya jadi pemenang pada level-level tinggi.
Mengingat dia sendiri harus melewatkan waktu sembilan tahun sebelum mengangkat trofi pertamanya, Trump tahu pasti soal pentingnya waktu & kesabaran.
Tetapi akhirnya eksperimen untuk melihat apakah hal baru dapat ditempuh klub London barat ini berakhir ketika Chelsea menghentikan proses itu dengan memecat Lampard 18 bulan setelah ditunjuk jadi manajer.
Penampilan buruk belakangan ini menciptakan Chelsea tertinggal 11 poin dari pemuncak klasemen. Perburuan mendapatkan pengganti yg dapat seketika menaikkan lagi The Blues pun dimulai.
Baca juga: Lampard sebut pemain Chelsea "malas" usai dikalahkan Arsenal
Baca juga: Chelsea siap berikan Frank Lampard lebih banyak waktu
Awal menggembirakan
Ada keadaan yg sangat diketahui oleh Chelsea & sekaligus harap mereka hindari saat mereka mengangkat sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub ini sebagai manajer musim panas lalu.
Musim perdana Lampard diberi label musim 'transisi'. Sebenarnya si ambisius Lampard tak menyukai istilah ini.
Mencapai empat akbar akan luar biasa mengingat keadaan yg dihadapi Chelsea saat ini, mengatakan komentator Sky Sports Jamie Redknapp ketika Lampard ditunjuk musim lalu.
Namun Lampard malah berhasil mengantarkan Chelsea finis urutan keempat di mana kemenangan pada hari terakhir atas Wolves mengamankan tempat mereka di Liga Champions. Lampard juga menciptakan Chelsea masuk final Piala FA.
Di antara yg banyak disorot adalah saat menang mengesankan 1-0 melawan Ajax dalam fase grup Liga Champions, kemudian menang meyakinkan atas Manchester City setelah lomba bergulir lagi Juni tahun lalu. Lampard pun dianggap lebih baik dari pada mantan bosnya Jose Mourinho.
Baca juga: Chelsea curi kemenangan di markas Ajax
Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Chelsea rebut puncak jelang Derbi London Utara
Selanjutnya mereka ...
- 1
- 2
- 3
- Tampilkan Semua
Berita diatas dikutip dari internet, jika Lampard & kembalinya tradisi kejam Chelsea adalah spam, mohon beritahu kami.