Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kebaikan Kecil Berdampak Besar
Assalamualaikum, Gansis. Jumpa lagi dengan ane, si Emak Ketjeh tea. (Tetep ketjeh)
Kali ini Ane akan ceritakan bagaimana cara ane menebar kebaikan. Tetapi bukan riya atau sombong, cuma sekedar berbagi untuk memotivasi diri & orang lain untuk berbuat baik. Itu aja.
Kali ini Ane akan ceritakan bagaimana cara ane menebar kebaikan. Tetapi bukan riya atau sombong, cuma sekedar berbagi untuk memotivasi diri & orang lain untuk berbuat baik. Itu aja.
Namanya kebaikan, ibarat kita menanam tanaman. Dari sebutir biji atau tunas dapat tumbuh & berkembang. Suatu saat akan kita petik hasilnya. Akan tetapi, haruskah kita menunggu & berharap dari hasil panen tanaman itu? Jangan! Biarkan saja ia tumbuh dengan sendirinya. Seperti kita lupa sudah melempar biji jambu biji di halaman rumah. Biji itu tumbuh hingga jadi pohon lalu berbuah. Setelah itu, bukan cuma kita yg dapat memetiknya, tetapi tetangga bahkan orang lewat saja dapat ikut menikmati buahnya. Selain itu, pohonnya merindangi halaman hingga menyejukkan, & anak-anak gembira bermain di bawahnya, juga memanjatnya.
Quote:
Fastabiqul khairat.
Berlomba-lombalah anda dalam berbuat kebaikan.
Belajar dari situ, saya berpikiran bahwa kebaikan tak harus berupa tindakan akbar atau berupa materi yg banyak. Cukup semampu kita, & cukup di dekat sekitar kita.
Apalagi di keadaan seperti saat ini, di tengah penghuni dunia serba kesulitan dengan mewabahnya virus Corona yg jadi penyebabnya. Tak perlu menunggu punya harta lebih, tak perlu menunda hingga mampu. Apalagi di bulan penuh kemuliaan Ramadhan. Semua pasti harap berlomba-lomba berbuat kebaikan.
Tak banyak yg kulakukan untuk sebuah kebaikan. Aku cuma perlu melirik ke kiri & ke kanan saja. Tak usah jauh-jauh. Aku memikirkan bagaimana nasib tetanggaku yg kesehariannya cuma sebagai tukang parkir toko swalayan kecil. Saat ini, toko sepi pengunjung, otomatis penghasilannya berkurang. Sedangkan ia harus memberi makan istri & anaknya. Di sebelah kanan rumahku, seorang janda beranak dua penjual gorengan. Ia terpaksa berhenti berjualan karena sepi pembeli & modal yg terus terkuras. Aku bersyukur masih dapat makan dengan cukup walaupun sederhana. Suamiku masih tetap bekerja meski entah bagaimana nasibnya nanti. Semoga saja Allah SWT tetap memberi rejeki kepada kami.
Untuk itu, saya berinisiatif. Sesekali ketika saya & keluargaku makan (tidak setiap hari), kami sisihkan porsi untuk mereka. Tentunya dengan menambah takaran memasak. Apa yg kami makan, mereka mendapatkan bagian yg sama. Meski tak sanggup memberi banyak untuk sehari-harinya, minimal menolong kalau mereka kekurangan. Cukup seporsi-dua porsi, sesuai kemampuanku. Jika ada rejeki lebih, akupun memasak melebihi biasanya. Misalnya di hari Jum'at kemarin, saya dapat menyiapkan 10 porsi untuk mereka. Sekali lagi cuma dengan nasi & lauk alakadarnya. Karena kita tak tahu dengan sepiring nasi yg diterima mereka, mungkin akan sangat menolong. Siapa tahu mereka sedang kelaparan. Namun mereka bahagia menerimanya. Tak henti mulutnya mengucap syukur & mendo'akan. Melihat senyumnya serta matanya yg berkaca-kaca namun sedikit berbinar, itu yg menciptakanku bahagia.
Di bulan Ramadhan ini, semoga saya dapat menolong menyediakan hidangan untuk berbuka juga sahur, supaya mereka tetap khusuk menjalankan ibadah & ikhtiarnya.
Jadi, tak perlu jauh-jauh & berlama-lama berpikir untuk berbuat baik. Sekecil apapun itu, akan kembali kepada diri sendiri. Entah itu di dunia, saat ini atau nanti, dapat juga di akhirat kelak. Yang terpenting kita ikhlas. Maka berbuatlah, meski cuma sebesar biji sawi. Dan segerakanlah!
"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yg ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah anda (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja anda berada pasti Allah akan mengumpulkan anda sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." ( Q.S Al- Baqarah : 148 )
Demikian kisah sepenggal si fakir yg harap berbuat baik. Meski tak seujung kuku besarnya.
Tak lupa ane ucapin "Marhaban Ya Ramadhan". Semoga kita tetap sehat untuk beribadah & berikhtiar. Aamiin
Tak lupa ane ucapin "Marhaban Ya Ramadhan". Semoga kita tetap sehat untuk beribadah & berikhtiar. Aamiin
Sumber : Opini pribadi
Gambar : dokumen pribadi
Spoiler for Spoiler SS Cendol:
Hari ini 01:01