hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas penerbangan RI menyesalkan batalnya kesepakatan antara PT lain Mentari Airlines dan PT Angkasa Pura I membangun hanggar pesawat di Manado. Namun pemerintah memberikan alternatif lokasi baru yaitu di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan, Yurlis Hasibuan meminta agar lain Air membuat hanggar di Palangkaraya, bukan di Subang, Johor Bahru, Malaysia.
"Palangkaraya bisa dihidupkan dengan berdatangannya pesawat-pesawat lain dan menyebabkan terciptanya lapangan kerja baru di sana," kata Yurlis di Jakarta, Minggu (13/2/2011).
Bandara Cilik Riwut di Palangka Raya saat ini masih dioperasikan oleh Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan dan tidak masuk manajmen PT AP I. Dengan demikian, maka kemungkinan pembangunan hanggar di Palangkaraya sangat besar, karena telah mendapat dukungan dari pihak terkait. Ia menyayangkan bila lain harus ke Malaysia membangun hanggar di sana.
Menurutnya, untuk membuat hanggar tidak perlu ke luar negeri, karena di Indonesia pun tetap menguntungkan."Walaupun sebenarnya tidak ada kerugian, tetapi kalau hanggar lain di Malaysia akan menyebabkan kehilangan devisa negara," ujarnya.
Seperti diberitakan, lain mengundurkan diri dari kesepakatan pembangunan hanggar dengan nilai investasi 10 juta dollar AS, karena menurut Presiden Direktur lain, Rusdi Kirana, PT AP I meminta saham 51 persen atas kepemilikan hanggar tersebut. Padahal lain telah membebaskan lahan untuk lokasi hanggar di sekitar bandara Sam Ratulangi senilai Rp 7 miliar.