yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Untuk kesekian kalinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta menterinya bekerja lebih giat untuk mencapai target-target kerja pemerintah tahun ini. Percepatan pencapaian prioritas kerja pemerintah terus didengungkan Presiden dalam sidang kabinet paripurna.
”Saya tahu banyak sekali kegiatan yang harus kita laksanakan, tetapi saya sungguh ingin agar 2,5 bulan terakhir (tahun 2012) ini semua agenda, apalagi kalau itu prioritas di setiap bidang, dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dalam arti, kalau memang masih ada yang harus dipercepat, dipergigih upaya untuk menyukseskannya, masih ada waktu,” kata Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna, Rabu (17/10/2012), di Jakarta.
”Tugas kita tidak ringan, tahun depan sudah diwarnai tahun politik, tahun pemilu. Menurut pengalaman saya tahun 2009 dulu, diperlukan langkah ekstra dari kabinet untuk menyukseskan langkah dan program kita,” lanjut Presiden.
Dalam sidang kabinet bulan lalu, tepatnya Selasa (18/9/2012), Presiden juga memperingatkan para menterinya untuk menuntaskan pekerjaan rumah di kementerian masing-masing. Saat itu, Presiden menyatakan, prestasi Kabinet Indonesia Bersatu II akan dibandingkan dengan Kabinet Indonesia Bersatu I (periode 2004-2009) yang dipimpin Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
”Saya bisa membandingkan nanti dengan prestasi sebelumnya atau dengan era Kabinet Indonesia Bersatu I. Justru kita tidak boleh kendur tahun-tahun terakhir ini. Kita memiliki tanggung jawab, apa yang belum kita capai, mari kita capai sepenuhnya,” kata Presiden saat itu. Presiden juga memerintahkan menteri untuk serius dan fokus.
Peringatan lebih keras disampaikan Presiden dua bulan sebelumnya, tepatnya saat sidang kabinet pada Kamis (19/7/2012). Saat itu, Presiden mengingatkan menterinya yang berasal dari partai politik agar memprioritaskan tugas-tugas pemerintahan. Menteri yang tidak bisa membagi waktu mundur saja.
”Bagi Saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik, parpol mana pun, saya persilakan baik-baik untuk mengundurkan diri,” katanya.
Rumah Kebangsaan
Kemarin, di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi tiga bersaudara, Jusuf Wanandi, Sofjan Wanandi, dan Markus Wanandi, menerima para tokoh kelompok Rumah Kebangsaan Indonesia Memilih. Dari kelompok itu, antara lain, hadir Komaruddin Hidayat, Teten Masduki, Didik J Rachbini, Sukardi Rinakit, Garin Nugroho, Benny Susetyo Pr, Henny Lestari, Mariza Hamid, Nia Mulachela, dan Fifi Hadiyanto.
Pertemuan ini membahas masalah partai politik, sistem demokrasi, DPR, para calon presiden untuk Pemilihan Umum 2014, polisi, tentara, dan pemerintahan di bawah Presiden Yudhoyono saat ini.