666
IndoForum Junior B
- No. Urut
- 19114
- Sejak
- 19 Jul 2007
- Pesan
- 2.522
- Nilai reaksi
- 67
- Poin
- 48
TKW Asal NTB Juga Jadi Korban Perkosaan Rela Malaysia
JAKARTA – Korban kekerasan, pelecehan hingga penangkapan yang dilakukan aparat Rela Malaysia semakin sering. Kasus demi kasus terus berlangsung, bahkan semakin menjadi-jadi.
Salah satu korban Rela Mayasia adalah Suryani, TKW asal Jalan Raya Blok RT01/05 Desa Kidang, Kecamatan Mujur, Lombok Tengah, TNB.
Seperti dirilis Migrant Care, Selasa (9/10/2007), Suryani bekerja sebagai PRT migrant di Johor Baru selama 2 tahun dan belum menerima gajinya selama 2 tahun bekerja. Suryani selalu meminta gaji, namun majikannya hanya memberi janji dan Suryani akhirnya melarikan diri.
Pada saat Suryani melarikan diri dari rumah majikan, Suryani bertemu dengan seorang perempuan yang belum pernah dikenal. Perempuan tersebut berjanji akan menolong Suryani. Dari perempuan tersebut, Suryani dikenalkan lagi dengan saudara ipar dari perempuan yang kemudian orang tersebut mengenalkan Suryani dengan RELA yang bernama Shareen Isa (nama ini menurut ingatan Suryani).
RELA tersebut membawa Suryani pada malam hari ke satu rumah kosong. Suryani kemudian didudukkan ke kursi, tangan dan kakinya diborgol serta mulutnya disumbal dengan kain, sehingga Suryani tidak bisa bergerak dan tidak bisa berteriak. Suryani disekap selama 1 bulan dan diperkosa dalam keadaan kaki dan tangan di borgol.
Dalam sehari Suryani hanya diberi makan satu kali, dan makan dalam keadaan tangan tetap di borgol,sehingga Suryani terpaksa makan seperti hewan. Suryani juga tidak diijinkan ke kamar mandi, sehingga dia terpaksa menahan buang air besar dan kecil selama 1 bulan. Karena kondisi tersebut, perut Suryani membesar dan kembung. Dan Suryani tidak pernah ganti pakaian selama 1 bulan.
Pada suatu hari ada seorang laki-laki (juga RELA) datang dan masuk rumah dengan merusak pintu. RELA tersebut memberi uang 20 RM kepada Suryani dan menyuruh Suryani untuk melarikan diri dengan naik taxi. Suryani diberi alamat untuk datang ke rumah orang Pakistan yang beristrikan orang Jawa. Suryani tinggal di rumah orang Pakistan selama 2 bulan.
RELA yang mengantar Suryani ke rumah orang Pakistan itu, datang lagi dan mengajak Suryani untuk tinggal di rumahnya. Di rumah RELA itu, Suryani muntah-muntah, kemudian dibawa ke dokter dan Suryani ternyata hamil. Di rumah RELA tersebut, Suryani tinggal selama 1 bulan.
RELA tersebut membawa Suryani ke polisi Kajang untuk membuat laporan bahwa Suryani di perkosan oleh RELA dan hamil. Pihak Kepolisian Kajang justru membawa Suryani ke penjara Semenyih karena Suryani dalam kondisi tidak berdokumen. Suryani di tahan di penjara Semenyih selama 5 hari. Kemudian pihak KBRI Kualalumpur menjemput Suryani dan dibawa ke KBRI.
Saat ini Suryani masih berada di penampungan KBRI Kulalaumpur dan kehamilannya sudah berusia 6 bulan. Ironisnya, Kepolisian Malaysia justru mengirim surat kepada KBRI Kualalumpur agar Suryani segera dipulangkan ke Indonesia.
http://www.okezone.com/index.php?opt...52821&itemid=2
JAKARTA – Korban kekerasan, pelecehan hingga penangkapan yang dilakukan aparat Rela Malaysia semakin sering. Kasus demi kasus terus berlangsung, bahkan semakin menjadi-jadi.
Salah satu korban Rela Mayasia adalah Suryani, TKW asal Jalan Raya Blok RT01/05 Desa Kidang, Kecamatan Mujur, Lombok Tengah, TNB.
Seperti dirilis Migrant Care, Selasa (9/10/2007), Suryani bekerja sebagai PRT migrant di Johor Baru selama 2 tahun dan belum menerima gajinya selama 2 tahun bekerja. Suryani selalu meminta gaji, namun majikannya hanya memberi janji dan Suryani akhirnya melarikan diri.
Pada saat Suryani melarikan diri dari rumah majikan, Suryani bertemu dengan seorang perempuan yang belum pernah dikenal. Perempuan tersebut berjanji akan menolong Suryani. Dari perempuan tersebut, Suryani dikenalkan lagi dengan saudara ipar dari perempuan yang kemudian orang tersebut mengenalkan Suryani dengan RELA yang bernama Shareen Isa (nama ini menurut ingatan Suryani).
RELA tersebut membawa Suryani pada malam hari ke satu rumah kosong. Suryani kemudian didudukkan ke kursi, tangan dan kakinya diborgol serta mulutnya disumbal dengan kain, sehingga Suryani tidak bisa bergerak dan tidak bisa berteriak. Suryani disekap selama 1 bulan dan diperkosa dalam keadaan kaki dan tangan di borgol.
Dalam sehari Suryani hanya diberi makan satu kali, dan makan dalam keadaan tangan tetap di borgol,sehingga Suryani terpaksa makan seperti hewan. Suryani juga tidak diijinkan ke kamar mandi, sehingga dia terpaksa menahan buang air besar dan kecil selama 1 bulan. Karena kondisi tersebut, perut Suryani membesar dan kembung. Dan Suryani tidak pernah ganti pakaian selama 1 bulan.
Pada suatu hari ada seorang laki-laki (juga RELA) datang dan masuk rumah dengan merusak pintu. RELA tersebut memberi uang 20 RM kepada Suryani dan menyuruh Suryani untuk melarikan diri dengan naik taxi. Suryani diberi alamat untuk datang ke rumah orang Pakistan yang beristrikan orang Jawa. Suryani tinggal di rumah orang Pakistan selama 2 bulan.
RELA yang mengantar Suryani ke rumah orang Pakistan itu, datang lagi dan mengajak Suryani untuk tinggal di rumahnya. Di rumah RELA itu, Suryani muntah-muntah, kemudian dibawa ke dokter dan Suryani ternyata hamil. Di rumah RELA tersebut, Suryani tinggal selama 1 bulan.
RELA tersebut membawa Suryani ke polisi Kajang untuk membuat laporan bahwa Suryani di perkosan oleh RELA dan hamil. Pihak Kepolisian Kajang justru membawa Suryani ke penjara Semenyih karena Suryani dalam kondisi tidak berdokumen. Suryani di tahan di penjara Semenyih selama 5 hari. Kemudian pihak KBRI Kualalumpur menjemput Suryani dan dibawa ke KBRI.
Saat ini Suryani masih berada di penampungan KBRI Kulalaumpur dan kehamilannya sudah berusia 6 bulan. Ironisnya, Kepolisian Malaysia justru mengirim surat kepada KBRI Kualalumpur agar Suryani segera dipulangkan ke Indonesia.
http://www.okezone.com/index.php?opt...52821&itemid=2