• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Lagi-lagi HOAX PKI

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Lagi-lagi HOAX PKI

Akun Facebook Ki Eyang Lanang mengunggah lima foto penangkapan warga beratribut palu arit pada 31 Mei 2020. Akun ini pun menulis narasi yg mengaitkan para warga beratribut palu arit tersebut dengan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Mereka semakin berani karena diberi celah untuk bergerak sehingga dapat bergerak leluasa dengan sesuka hati. Merka sudah tidak takut untuk menampakkan diri berkeliaran beroperasi di negeri ini karena merasa ada yg melindungi. Hah....orang orang PKI sering menciptakan propaganda untuk dapat menyusup & meracuni supaya orang orang bodoh bangga lalu mengikuti," begitu beberapa narasi yg ditulis oleh akun tersebut.

Lagi-lagi HOAX PKI


Artikel ini akan berisi pemeriksaan fakta kepada dua hal, yakni:

Benarkah penggunaan atribut palu arit oleh warga dalam lima foto di atas terkait dengan kebangkitan PKI di Indonesia?

Benarkah ada kebangkitan PKI di Indonesia?

PEMERIKSAAN FAKTA

Tim CekFakta Tempo mengpakai sejumlah reverse image tool untuk memeriksa lima foto tersebut. Lewat pemeriksaan ini, Tempo menemukan bahwa penggunaan atribut palu arit oleh warga dalam kelima foto itu tidak terkait dengan PKI ataupun ideologi komunisme. Berikut ini fakta-faktanya:


Lagi-lagi HOAX PKI


Pria dalam dua foto ini tidak terkait dengan PKI. Pria tersebut bernama Susanto. Ia merupakan pekerja bangunan yg diperiksa TNI karena memakai kaos bergambar palu arit pada 27 Mei 2016 di Ciputat, Tangerang Selatan. Hasil interogasi awal menyatakan bahwa Susanto mendapatkan baju bergambar palu arit tersebut dari bosnya yg tinggal di Perumahan Pondok Hijau dan, menurut pengakuan Susanto, bosnya merupakan warga negara Pakistan.

Lagi-lagi HOAX PKI


Pria dalam foto ini juga tidak terkait dengan PKI. Pria bernama Didit Sulistio Winoto tersebut dibawa ke Polsek Ungaran pada 1 Maret 2016 untuk dimintai keterangan karena mengpakai kaos bergambar palu arit. Polisi membawa Didit sesaat setelah ia diantar oleh keluarganya ke Ungaran & akan menaiki bus menuju Solo. Setelah diinterogasi oleh Wakil Kepala Polsek Ungaran, Ajun Komisaris Jhoni Purba, Didit memberikan keterangan bahwa kaos tersebut merupakan suvenir dari Vietnam, pemberian dari temannya yg bernama Ji Ziang yg tinggal di Solo. Pada bagian belakang atas kaos, memang terdapat tulisan Vietnam berwarna kuning.

Lagi-lagi HOAX PKI


Foto ini adalah foto saat Komando Distrik Militer (Kodim) 0812 Lamongan memeriksa seorang pengamen karena memakai kaos yg bagian belakangnya bergambar palu arit pada 19 Oktober 2015. Pengamen tersebut bernama Alamsyah, saat itu masih berstatus sebagai pelajar SMP. Ketika ditangkap, Alamsyah sedang mengamen di sekitar Pasar Agrobis, Babat, Lamongan bersama dua orang lainnya. Berdasarkan pengakuan Alamsyah, ia memakai kaos tersebut karena menyukai salah satu grup musik Indonesia. Dia juga tidak mengerti makna serta tujuannya mengpakai kaos hitam bergambar palu arit.

Lagi-lagi HOAX PKI


Peristiwa dalam foto ini terjadi pada 12 Juli 2019 di Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Perempuan yg memakai kaos bergambar palu arit tersebut berinisial RL. Berdasarkan hasil pemeriksaan, perempuan itu tidak mengetahui arti logo dalam kaos yg ia pakai.

Sumber: Nusantaratimur.com

Pada 2016, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pernah mempertanyakan pelarangan penggunaan atribut bergambar palu arit. Pengacara publik LBH Jakarta, Pratiwi Febri, mengatakan Pasal 28 UUD 1945 secara tegas menjamin kebebasan & kemerdekaan setiap orang untuk berkumpul & berekspresi, termasuk penggunaan atribut yg diduga sebagai lambang PKI. Karena itu, pelarangan atas penggunaan simbol palu arit dinilai melanggar konstitusi.

Selama ini, yg dijadikan landasan pelarangan simbol palu arit adalah Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 mengenai larangan Partai Komunis Indonesia & underbouw-nya serta ajaran komunisme. Namun, mengatakan Pratiwi, kebijakan itu sudah dikaji ulang. Aturan penggantinya, Ketetapan MPR Nomor 1 Tahun 2003, tidak menyebutkan adanya larangan penggunaan atribut berlogo palu arit.

"Gambar palu arit, tidak ada yg salah dengan simbol itu. Kalau dibilang ini manifes dari PKI, Indonesia negara hukum, bukan negara kekuasaan yg tanpa ada hukumnya. Jadi, kalau ada PKI, proseslah itu," mengatakan Pratiwi seperti diberitakan dari CNN Indonesia.

Isu kebangkitan PKI

PKI sudah berakhir setelah munculnya Gerakan 30 September 1965, yg disusul dengan pembantaian besar-besaran kepada anggota & simpatisan PKI sepanjang 1966-1967. Bahkan, pembubaran PKI sudah dituangkan dalam Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI. Sejak saat itu, tidak ada lagi aktivitas PKI di Indonesia.

Selama ini, isu PKI bangkit memang kerap muncul, khususnya menjelang Pemilihan Presiden 2014 & 2019 yg lalu. Isu ini kembali beredar di tengah pandemi Covid-19. Pendiri Drone Emprit & Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menganalisis bagaimana narasi PKI diramaikan di bulan Mei & siapa saja yg meramaikannya di media sosial.

Menurut Fahmi, percakapan soal PKI naik signifikan pada 23 Mei 2020 dengan jumlah 32 ribu cuitan. "Isu ini naik siginifikan di media sosial pada 23 Mei, di media online tidak," mengatakan Fahmi lewat akun Twitter-nya, @ismailfahmi, pada 26 Mei 2020 seperti diberitakan dari CNN Indonesia.

Pada 22-25 Mei, terdapat dua klaster tentang PKI yg ukurannya sangat besar. Beberapa di antaranya adalah akun top influencer seperti milik putra Presiden ke-2 Indonesia, Tommy Soeharto, di akun @tommy_soeharto, pendakwah Haikal Hassan di akun @haikal_hassan, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain di @ustadtengkuzul, politikus Gerindra Fadli Zon di akun @fadlizon, serta akun @lutfimuhammad008 & @plato_ids.

@plato_ids.

Fahmi juga mengungkapkan bahwa ada lima akbar narasi yg dimainkan oleh top influencer terkait bahaya PKI yg paling banyak di-retweet. Beberapa narasi tersebut adalah PKI menyerbu Gontor, bocoran Wikileaks supaya Cina tidak dapat meremehkan warga Indonesia terkait isu PKI, & isu bahwa jurnalis Dandhy Laksono adalah anak PKI asal Lumajang yg ditugaskan merekrut kader muda komunis di Indonesia.

Dari beberapa top narasi yg dimainkan, Fahmi menyimpulkan isu PKI dapat meningkat pada Mei karena terdapat narasi bahwa 23 Mei 2020 adalah 100 tahun hari jadi PKI. Ada pula peringatan bahwa akan digelar rapat akbar anak PKI di Menteng, Jakarta, untuk membahas ulang tahun PKI lengkap dengan lagu genjer-genjer khas PKI.

Peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) & pakar sejarah Indonesia, Asvi Warman Adam, pernah mengatakan bahwa isu kebangkitan PKI hanyalah omong kosong. Menurut dia, tidak mungkin sebuah partai dengan ideologi yg sudah dilarang masih harap berdiri di Indonesia. Kata Asvi, apabila ada yg menyebut paham itu kembali tumbuh di Indonesia, harus ada orang yg benar-benar diperiksa mengenai kebenarannya.

Meskipun begitu, Asvi memastikan pengadilan pun tidak akan dapat membuktikan kemunculan paham komunisme tersebut. Selain itu, publik juga tidak dapat menuduh seseorang mengikuti paham tersebut cuma karena keluarganya dekat dengan PKI. Menurut Asvi, isu komunisme dengan simbol palu arit sering muncul setiap tahun, & akan semakin ramai saat masa pilkada atau pemilu. Padahal, komunisme sudah tidak ada lagi di Indonesia.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa penggunaan atribut palu arit oleh warga dalam lima foto di atas terkait dengan kebangkitan PKI di Indonesia merupakan klaim yg keliru. Warga dalam lima foto tersebut memang diperiksa karena mengpakai atribut berlogo palu arit. Namun, mereka sama sekali tidak terkait dengan PKI atau ideologi komunisme. Peristiwa dalam foto-foto itu pun terjadi pada 2015-2019, bukan di tengah pandemi Covid-19.


Hari ini 01:03
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.