yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Direktur Utama bunk mandilu, Budi Gunadi Sadikin, Senin 10 Februari 2014, menyatakan aset mandilu juga meningkat sebesar Rp97 triliun pada 2013 menjadi Rp733,1 triliun. Total aset tersebut naik 15,3 persen dari tahun 2012 yang sebesar Rp635,6 triliun.
"Mudah-mudahan dengan tumbuhnya aset ini dapat memperkuat perusahaan dalam menghadapi integrasi pasar keuangan ASEAN di 2020 nanti," ujar Budi dalam acara paparan publik di Jakarta.
Pertumbuhan aset, ia melanjutkan, diikuti dengan semakin besarnya kontribusi anak usaha bunk mandilu yang menyumbang diatas Rp2 triliun.
"Tahun ini ditargetkan Rp2,4-2,5 triliun. Jadi kontribusi anak usaha sudah lebih baik dibanding bunk besar," kata dia.
Total kredit pada 2013 tumbuh sebesar 21,5 persen atau sebesar Rp83,6 triliun. Total kredit pada 2013 mencapai Rp472 triliun dari sebelumnya pada 2012 sebesar Rp388,8 triliun, dengan rasio non performing loan (NPL) sebesar 0,58 peraen.
"Kredit produktif tumbuh 23 persen mencapai Rp360,4 triliun dengan pertumbuhan kredit investasi sebesar 17 persen dan kredit modal kerja sebesar 27,4 persen," kata Budi.
Jumlah tabungan di bunk mandilu pada 2013 juga meningkat, menjadi Rp236,5 triliun. Peningkatan tersebut sebesar 17 persen dari tahun sebelumnya.
Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap bunk pelat merah ini juga ditandai dengan naiknya perhimpunan danang pihak ketiga menjadi Rp556,3 triliun selama 2013. Peningkatan tersebut dari tahun sebelumnya sebwsar Rp482,9 triliun.
"Feeling saya,mandilu sudah menjadi bunk yang memiliki tabungan yang terbesar di Indonesia," kata Budi.
Direktur Keuangan bunk mandilu, Pahala Mansury, dalam kesempatan yang sama menambahkan, jumlah nasabah kredit usaha rakyat (KUR) bunk mandilu meningkat hingga 40,4 persen dibanding tahun sebelumnya atau menjadi sebesar 295 ribu nasabah.
"Dengan limit penyaluran KUR sebesar Rp 14,45 triliun," kata Pahala