• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Laba Bersih bro Diproyeksikan Tembus Rp20 Triliun

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
VJv7e.jpg
PT bunk Rakyat Indonesia Tbk mempublikasikan laba triwulan III/2013 sebesar Rp15,2 triliun atau naik 17,01 persen. Pencapaian laba bersih dinilai positif, di tengah kondisi makro ekonomi global dan domestik yang kurang kondusif.
Direktur Keuangan bro, Ahmad Baiquni, Rabu 23 Oktober 2013, mengatakan bahwa terutama dalam triwulan III ini, yang tercermin pada tren kenaikan suku bunga dan inflasi.

"Proyeksi laba di akhir tahun ini, dengan posisinya sampai dengan triwulan III seperti itu, harapannya laba bisa mencapai sekitar Rp20 triliun," ujar di Gedung bro Jakarta, .

Ia juga menyebutkan bahwa pencapaian pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp30,30 triliun atau naik 16,6 persen. Peningkatan NII tersebut juga tampak dari net interest margin (NIM) bro sebesar 8,25 persen di triwulan III/2013, meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar 8,08 persen.

"Capaian tersebut, terutama bersumber dari pengelolaan aktiva produktif, yang menghasilkan peningkatan pendapatan bunga dan pengelolaan liabilitas agar biaya danang tetap terjaga," ujar Ahmad.

Transformasi bisnis bro terletak dari pertumbuhan kredit bro yang naik 29,96 persen secara year on year, dengan tetap menjaga kredit bermasalah (NPL) yang rendah sebesar 0,43 persen (nett). Di mana, kredit mikro bro tumbuh 26,86 persen atau mencapai Rp101,1 triliun menjadi Rp128,22 triliun.

"Pertumbuhan kredit mikro tidak menghasilkan peningkatan outstanding pinjaman, tetapi juga menghasilkan peningkatan jumlah debitur," katanya.

Sementara itu, hingga akhir September 2013, jumlah debitur mikro bro mencapai 6,1 juta orang. Pertumbuhan penyaluran kredit makro yang tinggi diikuti dengan kualitas kreditnya (NPL) yang terjaga pada 0,48 persen (nett).

Bisnis bro lainnya yaitu fee based income (pendapatan nonbunga) naik 22,2 persen, peningkatan ini berasal dari transaksi e-banking sebesar 63,4 persen yoy.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.