yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang semester I-2012 anjlok 38,68 persen dari Rp 156,42 miliar di tahun lalu menjadi hanya Rp 95,9 miliar di tahun ini. Penurunan laba disebabkan ketidakmampuan menjaga pendapatan dan beban usaha.
Dalam keterbukaan informasi, BEI merilis laporan bahwa pendapatan perseroan turun menjadi Rp 386,28 miliar, dibanding pendapatan tahun lalu sebesar Rp 398,35 miliar.
Bila dirinci, pendapatan jasa transaksi efek BEI juga turun menjadi Rp 203,96 miliar, dibanding sebelumnya Rp 216,89 miliar. Jasa kliring juga turun dari Rp 107,8 miliar menjadi Rp 100,91 miliar.
Pendapatan perseroan hanya tertolong oleh kenaikan jasa pencatatan efek dari Rp 31,19 miliar menjadi Rp 32,92 miliar.
Direktur Utama BEI Ito Warsito menjelaskan penurunan laba memang disebabkan nilai transaksi harian rata-rata di bursa mengalami penurunan.
"Ada penurunan sekitar 13 persen dari rata-rata Rp 5,8 triliun per hari menjadi Rp 4,4 triliun per hari," kata Ito di Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Tapi, penurunan tersebut dianggap masih lebih baik dibanding bursa negara-negara lain. Misalnya di Eropa yang mencapai 15-20 persen.
Di sisi lain, beban usaha perseroan cenderung naik dari Rp 218,12 miliar menjadi Rp 284,58 miliar. Beban terbesar dari gaji dan tunjangan menjadi Rp 159,25 miliar dari sebelumnya Rp 123,78 miliar.
"Jumlah karyawan kami naik 100 orang menjadi 400 an orang. Ini sejalan dengan penambahan pusat informasi pasar modal di daerah," jelasnya.
Sementara beban pengembangan perdagangan naik dari Rp 30,3 miliar menjadi Rp 31,04 miliar. Beban konsultan naik dari Rp 2,93 miliar menjadi Rp 3,4 miliar.