yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SURABAYA – Kendati Jawa Timur (Jatim) punya potensi besar soal pariwisata,namun kurangnya dukungan infrastruktur menghambat kunjungan wisatawan.
Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (Depari) Jatim,Yusak Anshori mengatakan,jika hendak memacu kunjungan wisatawan, tak hanya dengan memperluas pasar di luar negeri, tapi juga harus didukung ketersediaan infrastruktur penerbangan. Misalnya, landasan pacu bisa ditambah dan dibarengi dengan penambahan jam operasional hingga 24 jam.Seperti halnya di Bandar Udara (Bandara) Ngurah Rai, Bali yang beroperasi 24 jam.
”Dengan penambahan landasan pacu dan jam operasional, maka wisatawan akan dengan mudah berkunjung ke Jawa Timur,” ujarnya. Yusak menambahkan,ketidakpastian pemerintah dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu juga diduga menjadi pemicu penurunan kunjungan wisatawan.
Menurut dia, wisatawan tidak mau datang ke Jatim, karena khawatir harga BBM tiba-tiba naik. Sebab, kenaikan BBM ini akan diikuti kenaikan tarif hotel dan harga makanan. Khususnya wisatawan asing dari China,Filipina dan Singapura yang umumnya tertarik ke Jatim karena untuk wisata kuliner. Sebagian lagi untuk bisnis.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menujukkan,jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim pada April 2012 menurun 1,21% atau hanya 16.061 orang dibanding Maret yang mencapai 16.257 orang. Secara kumulatif, Januari - April 2012, kunjungan wisman mencapai 60.808 orang atau naik 8,27% dibanding 2011 yang mencapai 56.162 orang.
Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (Depari) Jatim,Yusak Anshori mengatakan,jika hendak memacu kunjungan wisatawan, tak hanya dengan memperluas pasar di luar negeri, tapi juga harus didukung ketersediaan infrastruktur penerbangan. Misalnya, landasan pacu bisa ditambah dan dibarengi dengan penambahan jam operasional hingga 24 jam.Seperti halnya di Bandar Udara (Bandara) Ngurah Rai, Bali yang beroperasi 24 jam.
”Dengan penambahan landasan pacu dan jam operasional, maka wisatawan akan dengan mudah berkunjung ke Jawa Timur,” ujarnya. Yusak menambahkan,ketidakpastian pemerintah dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu juga diduga menjadi pemicu penurunan kunjungan wisatawan.
Menurut dia, wisatawan tidak mau datang ke Jatim, karena khawatir harga BBM tiba-tiba naik. Sebab, kenaikan BBM ini akan diikuti kenaikan tarif hotel dan harga makanan. Khususnya wisatawan asing dari China,Filipina dan Singapura yang umumnya tertarik ke Jatim karena untuk wisata kuliner. Sebagian lagi untuk bisnis.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menujukkan,jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim pada April 2012 menurun 1,21% atau hanya 16.061 orang dibanding Maret yang mencapai 16.257 orang. Secara kumulatif, Januari - April 2012, kunjungan wisman mencapai 60.808 orang atau naik 8,27% dibanding 2011 yang mencapai 56.162 orang.
