• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Gemuk

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
2IGMP.jpg
Sebuah studi mengungkap bahwa orang yang makan terlalu banyak namun tak cukup tidur cenderung mudah gemuk, dan berisiko tinggi mengalami obesitas. Kurang tidur membuat pembakaran kalori tidak maksimal.

"Kami menguji apakah kurang tidur memengaruhi kadar hormon leptin dan ghrelin, tingkat nafsu makan dan pembakaran kalori," kata Profesor Virend Somers, penulis studi yang merupakan pakar penyakit kardiovaskuler di Mayo Clinic, seperti dikutip Times of India.

Somers dan timnya mempelajari 17 pria dan wanita muda dengan berat badan normal dan kondisi sehat selama delapan malam. Setengah di antaranya memiliki pola tidur normal, sedangkan sisanya terbiasa tidur sebentar setiap malam.

Selama studi berlangsung, seluruh partisipan diperkenankan menyantap makanan apapun yang mereka inginkan.

Peneliti menemukan, kelompok dengan pola tidur buruk, satu jam 20 menit lebih sebentar dari kelompok dengan pola tidur terkontrol, cenderung mengonsumsi rata-rata 549 kalori tambahan setiap hari.

Namun, seluruh partisipan di dua kelompok tersebut tidak mengalami perubahan signifikan jumlah energi yang digunakan untuk mendukung aktivitas. Ini artinya, mereka yang kurang tidur tidak mengalami pembakaran kalori tambahan.

Kurang tidur berkaitan dengan peningkatan kadar leptin dan penurunan ghrelin. "Meski studi ini telah menunjukkan bahwa kurang tidur mungkin menjadi penyebab obesitas yang bisa dicegah, namun perlu studi lanjutan untuk mengonfirmasi temuan ini," kata Andrew D Calvin, asisten profesor di Mayo Clinic.

Bakar Lemak Saat Tidur
Terlepas temuan itu, pakar kebugaran dan gaya hidup, Christine Fee, sudah berulang kali mengingatkan pentingnya kualitas tidur terhadap penurunan berat badan.

"Tidur benar-benar dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak. Selama tidur, tubuh memetabolisme karbohidrat secara efisien untuk digunakan sebagai sumber energi," katanya.

Sementara kebiasaan tidur yang buruk menciptakan ketidakseimbangan hormon yang memainkan malapetaka terhadap metabolisme tubuh.

"Kurang tidur mengganggu proses metabolisme dan menyebabkan timbunan lemak meningkat, dan efeknya berat badan bertambah. Kurang tidur memicu rasa lapar dan meningkatkan nafsu makan. Bahkan, tak jarang memancing kelaparan emosional."
 
tapi orang kurus yang kurang tidur .... tetap aja ga bisa gemuk
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.