Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam lima bulan terakhir telah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri selama 11 kali. Hal itu sontak mendapat tanggapan dari banyak kalangan.
Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi, menuturkan, hendaknya kunker ke luar negeri harus disesuaikan dengan mempertimbangkan efektifitas dari kebutuhan yang ada.
"Sebenarnya secara umum anggaran kunker dari pemerintah itu tentu harus diperhatikan tingkat efektifitas dan kebutuhanya. Artinya memang ada sisi-sisi yang harus diperhatikan terkait efektifitas dan juga kebutuhan," ujarnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, hari ini.
"Presiden, atau parlemen dan juga kebutuhan lembaga kepresidenan hal itu juga harus dibutuhkan. Tentu harus dilihat tingkat efektifitas kalau memang dalam bulan terakhir agenda kepresidenan di luar negeri harus dilakukan," sambungnya.
Arwani sepakat jika publik mengkritisi seluruh lembaga negara, termasuk DPR maupun presiden terkait dengan agenda kunker ke luar negeri
Kunker Luar Negeri SBY Juga Dikritik - IYAA.com
Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi, menuturkan, hendaknya kunker ke luar negeri harus disesuaikan dengan mempertimbangkan efektifitas dari kebutuhan yang ada.
"Sebenarnya secara umum anggaran kunker dari pemerintah itu tentu harus diperhatikan tingkat efektifitas dan kebutuhanya. Artinya memang ada sisi-sisi yang harus diperhatikan terkait efektifitas dan juga kebutuhan," ujarnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, hari ini.
"Presiden, atau parlemen dan juga kebutuhan lembaga kepresidenan hal itu juga harus dibutuhkan. Tentu harus dilihat tingkat efektifitas kalau memang dalam bulan terakhir agenda kepresidenan di luar negeri harus dilakukan," sambungnya.
Arwani sepakat jika publik mengkritisi seluruh lembaga negara, termasuk DPR maupun presiden terkait dengan agenda kunker ke luar negeri
Kunker Luar Negeri SBY Juga Dikritik - IYAA.com