Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam lima bulan terakhir telah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri selama 11 kali. Hal itu sontak mendapat tanggapan dari banyak kalangan.
Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi, menuturkan, hendaknya kunker ke luar negeri harus disesuaikan dengan mempertimbangkan efektifitas dari kebutuhan yang ada.
"Sebenarnya secara umum anggaran kunker dari pemerintah itu tentu harus diperhatikan tingkat efektifitas dan kebutuhanya. Artinya memang ada sisi-sisi yang harus diperhatikan terkait efektifitas dan juga kebutuhan," ujarnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, hari ini.
"Presiden, atau parlemen dan juga kebutuhan lembaga kepresidenan hal itu juga harus dibutuhkan. Tentu harus dilihat tingkat efektifitas kalau memang dalam bulan terakhir agenda kepresidenan di luar negeri harus dilakukan," sambungnya.