Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Halo Selamat Sore!
Apa kabar & hingga jumpa!
Baik silakan dinikmati cerita anekdot di bawah ini.
Quote:
Wapres Pengangguran
Suatu hari, ada seorang wakil presiden yg sangat tidak produktif dalam menjalankan tugasnya. Dia tidak pernah terlihat di kantor & tidak pernah memberikan kontribusi apapun kepada negara. Meskipun begitu, dia tetap menerima gaji & tunjangan yg akbar setiap bulannya.
Suatu hari, sang wakil presiden memutuskan untuk pergi berlibur ke suatu tempat yg jauh dari ibu kota. Dia berpikir bahwa ini adalah kesempatan bagus untuk bersantai & menikmati hidup tanpa harus bekerja terlalu keras.
Namun, ketika tiba di tempat tujuan, sang wakil presiden sangat terkejut karena dia melihat ada sekelompok masyarakat yg memprotes keberadaannya di sana. Mereka berkata bahwa wakil presiden yg makan gaji buta tidak semestinya menikmati liburan yg mahal sementara rakyat masih mengalami kesulitan ekonomi.
Wakil presiden itu merasa sangat terganggu oleh protes tersebut, & memutuskan untuk segera kembali ke ibu kota. Namun, ketika dia hingga di kantor, dia melihat sebuah surat dari Presiden yg memberitahunya bahwa dia sudah dipecat karena ketidakmampuannya dalam menjalankan tugas.
Sang wakil presiden merasa sangat terkejut & sedih, namun dia juga merasa lega karena akhirnya dia dapat beristirahat & menikmati hidup tanpa harus bekerja. Dia memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yg jauh lagi & menikmati hidupnya sebagai pengangguran yg bahagia.
Quote:
Wapres & Syariah
Ada seorang wakil presiden yg memutuskan untuk memperkenalkan ekonomi syariah di negaranya yg sudah mapan secara ekonomi. Namun, kebijakan ini ternyata memicu kontroversi di masyarakat, khususnya di kalangan pengusaha & investor.
Beberapa bulan setelah menerapkan kebijakan ekonomi syariah, sang wakil presiden mengadakan sebuah acara untuk mempromosikan ekonomi syariah. Di sana, ia memperlihatkan contoh usaha yg sukses dengan menerapkan ekonomi syariah, seperti usaha perhiasan & fashion muslim.
Namun, saat acara berlangsung, ada beberapa pengusaha yg tidak setuju dengan kebijakan ekonomi syariah tersebut & memilih untuk mengkritik secara terbuka. Mereka mengatakan bahwa kebijakan tersebut cuma akan merugikan perekonomian negara & akan menimbulkan kerugian bagi banyak orang.
Tak terima dengan kritikan tersebut, sang wakil presiden lalu mengeluarkan sebuah pernyataan yg cukup kontroversial. Ia mengatakan bahwa kritik-kritik tersebut cuma berasal dari para pengusaha yg harap memperkaya diri sendiri dengan cara yg tidak islami.
Pernyataan tersebut justru memperparah situasi, karena semakin banyak orang yg merasa tersinggung dengan komentar tersebut. Akibatnya, wakil presiden itu kembali mendapat julukan "wakil presiden yg makan gaji buta" karena kebijakannya yg salah target & komentarnya yg menyinggung banyak pihak.
Quote:
Wapres & Starbucks
Seorang wakil presiden yg sangat konservatif & menerapkan kebijakan ekonomi syariah di negaranya, diundang ke sebuah seminar internasional tentang ekonomi modern. Di sana, ia berbicara tentang pentingnya menerapkan ekonomi syariah dalam perekonomian modern.
Namun, saat sesi tanya jawab, ada seorang peserta seminar yg bertanya dengan tajam, "Tapi bagaimana kalau saya harap membuka bisnis yg menjual minuman beralkohol, apakah itu melanggar hukum syariah?"
Wakil presiden tersebut berpikir sejenak, lalu menjawab dengan serius, "Tentu saja tidak boleh! Minuman beralkohol haram dalam Islam."
Lalu, peserta seminar itu kembali bertanya dengan nada yg sedikit mengejek, "Lalu bagaimana dengan Starbucks? Mereka menjual kopi yg mengandung alkohol di sana."
Wakil presiden tersebut terkejut & tidak dapat menjawab dengan tepat. Ia kemudian berbisik kepada ajudannya, "Apa itu benar? Starbucks menjual kopi yg mengandung alkohol?"
Ajudannya menjawab, "Tidak, pak. Starbucks tidak pernah menjual kopi yg mengandung alkohol."
Wakil presiden tersebut kemudian tersenyum ke arah peserta seminar & menjawab, "Maaf, saya salah informasi. Starbucks tidak pernah menjual kopi yg mengandung alkohol, tetapi kalau Anda minum kopi di sana terlalu banyak, dapat menciptakan Anda jadi 'mabuk kafein'!"
Peserta seminar & audiens lainnya tertawa & merasa terhibur dengan jawaban wakil presiden tersebut.
Quote:
Wapres & Wartawan
Seorang wakil presiden yg sangat fanatik dengan kebijakan ekonomi syariah di negaranya, sering mengklaim bahwa semua kesulitan ekonomi di negaranya disebabkan oleh ketidakpatuhan masyarakat kepada hukum-hukum syariah. Ia bahkan mengeluarkan kebijakan yg sangat keras untuk menegakkan aturan syariah tersebut.
Suatu hari, ada seorang wartawan yg bertanya kepadanya, "Pak, apakah benar bahwa kebijakan ekonomi syariah yg Anda terapkan menyebabkan jumlah pengangguran meningkat & perekonomian negara semakin stagnan?"
Wakil presiden tersebut langsung menjawab, "Tentu saja tidak! Semua masalah itu disebabkan oleh ketidakpatuhan masyarakat kepada hukum-hukum syariah yg kami terapkan. Jika semua orang taat pada aturan syariah, maka perekonomian negara pasti akan semakin maju."
Sang wartawan kemudian bertanya, "Tapi Pak, apakah Anda juga taat pada aturan syariah tersebut?"
Wakil presiden tersebut tersenyum puas & menjawab, "Tentu saja! Saya sering sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, & tidak pernah minum minuman keras."
Namun, wartawan itu kembali bertanya dengan nada sinis, "Lalu, berapa banyak penghasilan Anda yg Anda sumbangkan ke zakat atau infak?"
Wakil presiden tersebut menggaruk kepalanya & dengan ragu menjawab, "Eh, itu saya harus cek dulu keuangannya. Tapi saya yakin saya sudah cukup banyak berkontribusi melalui kebijakan syariah yg saya terapkan."
Wartawan itu cuma dapat tertawa kecil & meninggalkan wakil presiden tersebut dengan rasa tidak puas.
Quote:
Wapres & Jurnalis
Suatu hari, seorang wakil presiden yg terkenal dengan kebijakan ekonomi syariahnya menggelar konferensi pers untuk membahas akibat positif kebijakan tersebut pada pertumbuhan ekonomi negaranya. Ia mengklaim bahwa semua kesuksesan yg dicapai dalam bidang ekonomi adalah hasil langsung dari penerapan aturan syariah yg ketat.
Seorang jurnalis ekonomi bertanya, "Pak, tetapi bagaimana dengan perusahaan-perusahaan akbar yg tidak mengikuti aturan syariah, tetapi tetap berhasil meraih keuntungan besar?"
Wakil presiden tersebut tersenyum & menjawab dengan santai, "Oh, mereka cuma kebetulan saja beruntung. Kalau mereka mengikuti aturan syariah, maka keuntungan mereka pasti akan semakin meningkat."
Sang jurnalis kemudian mengangkat satu lagi pertanyaan, "Tapi Pak, bagaimana dengan negara-negara lain yg sudah mapan secara ekonomi & tidak menerapkan aturan syariah?"
Wakil presiden tersebut langsung meradang, "Mereka itu tidak tahu apa-apa! Mereka terlalu fokus pada pertumbuhan ekonomi & keuntungan semata, tanpa memperhatikan nilai-nilai moral & keadilan sosial. Saya jamin, kalau mereka menerapkan aturan syariah, negara mereka akan semakin makmur & adil."
Sang jurnalis cuma dapat tersenyum sinis & kemudian pergi mengakhiri konferensi pers tersebut.
Quote:
Wapres & Pengemis
Suatu hari, wakil presiden yg terkenal dengan kebijakan ekonomi syariahnya merasa letih & harap berlibur ke padang pasir. Setibanya di sana, ia disambut oleh sekelompok pengemis yg memohon sedekah kepadanya.
Sang wakil presiden yg merasa prihatin dengan kondisi mereka segera mengeluarkan dompetnya & memberikan uang kepada para pengemis. Namun, salah satu pengemis yg menerima uang tersebut dengan nada sinis berkata, "Makasih pak wakil presiden, tetapi kami butuh lapangan kerja, bukan sedekah."
Sang wakil presiden terkejut mendengar hal itu, lalu ia bertanya kepada pengemis tersebut, "Lalu, mengapa kalian tidak mencari pekerjaan?"
Pengemis itu menjawab sambil tersenyum, "Pak wakil presiden, bagaimana kami dapat mencari pekerjaan kalau kebijakan ekonomi syariah yg dipimpin oleh Anda cuma berfokus pada masalah agama & tidak memperhatikan masalah lapangan kerja?"
Mendengar hal tersebut, sang wakil presiden merasa malu & menyesal dengan kebijakan ekonomi yg ia terapkan. Dari situlah ia menyadari bahwa kebijakan yg ia jalankan selama ini tidak tepat target & perlu diubah supaya dapat memberikan manfaat yg lebih luas bagi masyarakat.
Quote:
Wapres & Unta
Suatu hari, wakil presiden yg sedang mengerjakan perjalanan ke padang pasir untuk memantau program pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat, memutuskan untuk menjelajahi wilayah tersebut dengan naik unta.
Sang wakil presiden sangat bahagia dengan unta yg ia naiki, ia merasa nyaman & tenang. Namun, di tengah perjalanan, si unta tiba-tiba berhenti & menolak untuk bergerak lebih jauh.
Sang wakil presiden berusaha memotivasi si unta, "Ayo, unta! Kita harus segera hingga ke tujuan kita!"
Namun si unta tetap diam & tidak mau bergerak.
Tak lama kemudian, seorang petani yg melintas di dekat sana melihat kejadian tersebut & berkata kepada sang wakil presiden, "Maaf pak wakil presiden, unta itu mungkin letih karena terlalu banyak bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Mereka butuh bantuan dari pemerintah supaya dapat meningkatkan kesejahteraannya."
Mendengar hal tersebut, sang wakil presiden merasa prihatin & menyadari bahwa kebijakan ekonomi yg ia jalankan selama ini belum cukup efektif untuk menolong masyarakat seperti si petani & keluarganya. Ia kemudian berjanji akan memperbaiki program pemberdayaan ekonomi tersebut supaya dapat memberikan manfaat yg lebih akbar bagi masyarakat yg membutuhkan.
Quote:
Wapres & Unta (jilid 2)
Suatu hari, seorang wakil presiden yg sangat gemar berkeliling ke berbagai daerah di negaranya, harap mencoba naik unta untuk perjalanan ke daerah pedalaman. Ia sudah siap dengan pakaian khas padang pasir & senjata lengkap seperti seorang ksatria.
Namun, saat sang wakil presiden mulai naik unta, si unta tiba-tiba menolak & berkata, "Maaf pak, saya tidak dapat membawa Anda ke sana. Saya sudah terlalu banyak membawa beban & harap pensiun dari pekerjaan ini."
Sang wakil presiden yg tidak terima dengan penolakan itu, berkata, "Sudah jadi tugasmu sebagai hewan tunggangan, mengapa kau menolak?"
Si unta cuma tersenyum sambil berkata, "Maaf, saya lebih memilih mengangkut karpet di sebuah pasar daripada harus membawa seorang wakil presiden yg sering mengeluarkan kebijakan yg tidak jelas & malah merugikan rakyat."
Setelah si unta menolak untuk membawa sang wakil presiden, sang wakil presiden jadi marah & berkata, "Sudahlah, saya punya kekuasaan & dapat memaksa anda untuk membawa saya ke sana!"
Namun, si unta cuma tersenyum & berkata, "Maaf Pak Wakil Presiden, kekuasaanmu cuma berlaku di negeri ini, di mana anda adalah pejabat publik yg dipilih oleh rakyat. Aku adalah unta yg hidup di padang pasir, & saya cuma tunduk pada aturan Allah SWT."
Sang wakil presiden yg marah itu merasa tersinggung oleh ucapan si unta & berkata, "Kamu ini cuma hewan, apa yg anda tahu tentang kebijakan & politik?!"
Si unta cuma mengangkat alisnya & berkata, "Sebagai hewan, saya mungkin tidak tahu banyak tentang kebijakan & politik, tetapi saya tahu satu hal yg pasti, yaitu menjunjung tinggi keadilan & kesetaraan di mana setiap makhluk hidup berhak mendapatkan hak & proteksi yg sama, termasuk saya sebagai hewan yg hidup di bumi ini."
Mendengar ucapan si unta yg bijak, sang wakil presiden merasa malu & merenungkan kembali kebijakannya yg selama ini sudah merugikan rakyat. Ia pun bersumpah untuk mengerjakan perbaikan kebijakan & memperjuangkan hak & proteksi bagi seluruh makhluk hidup, termasuk hewan-hewan seperti si unta yg sudah membukakan matanya yg sebelumnya ketutupan tai.
Quote:
Baik sekian untuk kisah hari ini. Seandainya banyak yg suka, Semesta Anekdot Wapres Makan Gaji Buta kedepannya akan ditambahkan cerita baru lagi. Barangkali kalau ada Agan & Sista yg berkenan menciptakan anekdot sendiri tetapi masih dengan tema yg sama dipersilahkan untuk dipublikasikan pada kolom komentar. Terima kasih semoga anekdot ini mendidik & menghibur.
TRIVIA
sejak akapan Ba-ik-lah jadi Cholilah?
Hari ini 16:09TRIVIA
sejak akapan Ba-ik-lah jadi Cholilah?