Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Setiap orang pasti memiliki pekerjaan impian, bahkan keharapan tersebut dapat saja sudah adasejak kecil, sejak masih menempuh pendidikan, atau mungkin hadir setelah ketemu dengan orang baru. Sayangnya, tak semua pekerjaanyang kita idam-idamkan tersebut dapat jadi kenyataan. Faktanya ada banyak orangyang sudah bekerjanamun pekerjaanyang ia jalanitak senada dengan jalur pendidikanyang pernah ia tempuh. Bahkan dapat jadi 180 derajat berbeda dengan ilmuyang pernah ia pelajari semasa mengenyam pendidikan.
Bersyukur..., setidaknya hal itulahyang dapat kita lakukan sekarang ini, mengingat dalam perspektif ane pribadi, dewasa ini mencari pekerjaan baru merupakan salah satu hal yang memiliki tantangan tersendiri. Tak hanya dari bidang pekerjaan saja yang mungkin tak kita kuasai, melainkan juga dari segi offering (gaji)yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut yang mungkin masih rendah & tak sesuai dengan ekspektasi kita.
Fenomena bekerja tak sesuai dengan ilmuyang kita pelajari selama di sekolah, kampus, tempat kursus, & sebagainya.. menurut ekonomis ane sendiri memang dapat jadi dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari awalnya sekedar coba-coba ngelamar, hingga dengan berada di zona nyaman menciptakan enggan untuk angkat kaki dari pekerjaan sekarang ini.
Beberapa hal berikut ini pernah terjadi dalam kehidupan ane nih gan, & mungkin dapat saja pengalaman ini memiliki kesamaan dengan perjalanan hidup IFers dalam hal pekerjaan.
Sebenarnya ada banyak lowongan pekerjaanyang dibagikan oleh banyak perusahan setiap harinya, mulai dari job untuk level kroco-kroco hingga dengan sekelas COO, salah satunya opportunitytersebut dapat kita jumpai di kanal LinkedIn. Setiap dari kita mungkin mengharapkan pekerjaan sesuai dengan bidangyang kita kuasai (minimal sesuai pendidikan), namun terkadang keadaan tak semulus itu. Terdesak oleh keadaan "Tak Kerja Maka Tak Bisa Makan", hingga akhirnya kita pun mencoba melamar berbagai lowongan bekerjaanyang tersedia, dengan asa asal dapat kerja!.
Sebagai contoh: Mungkin anda pernah mengikuti kursus komputer di suatu lembaga, & sudah lulus dengan dibekali sebuah sertifikat. Namun karena pekerjaanyang sesuai tak kunjung datang, hingga ada tawaran jadi Office Boy pun terpaksa di sikat. Berdalih sebagai batu loncatan, beberapa orang memak sukses temukan pekerjaan baru. Namun mungkin banyak pula pribadiyang masih berkutat dalam pekerjaan tersebut karena minimnya kesempatan.
Pada kondisi lain, dapat saja jenjang pendidikanyang ditempuh bukanlah sesuai dengan passion dari pribadi tersebut. Bisa saja kita-kita ini dulunya masuk ke kampus/jurusan sekadar menyenangkan orang lain, contoh orang tua. Setelah lulus & memiliki ijazah, alhasil ternyata kita memang mendapat pekerjaanyang tak sesuai dengan pendidikan/ijazahyang kita miliki.
Jadi teringat seorang teman, ia kuliah di salah satu universitas, dengan mengambil jurusan sesuai arahan orang tua, yakni Teknik Mesin. Singkat cerita, sosok teman saya ini bekerja sebagai sales di dunia digital,yang menurut ekonomis saya sudah tentu jauh dari semasa kuliahnya. Ada hal menarik dari sosok teman aneyang satu ini, ia tetap bangga dengan pekerjaannya sekarang, meskipun kadang ia merasa kangen dengan ngoprek-ngoprek.
"Untungnya saya pinter Matematika, jadi terbantu di kerjaan sekarang," ungkapnya di siang bolong sambil sruput ngopi.
Pada dialog tersebut ia menambahkan, meskipun pekerjaan sekarang tak ada hubungan dengan mesin, namun ia terbantu akan ilmu matematikayang ia kuasai. Karena dalam pekerjaan sekarang ini menurutnya memang dibutuhkan skil hitung menghitung, dengan sedikit mempelajari ilmu dari disiplin lain, seperti marketing & digital.
Dari dua kondisi di atas, apapun jurusan & pekerjaan sekarang ini. Kita patut mensyukuri apayang sudah kita peroleh. Nah, disini ada nggak nih Kaskuseryang memiliki pengalaman serupa?. Kuliah apa.. giliran kerja bidang apa gitu..?. Boleh dong dibagikan ceritanya, siapa tau dapat bermanfaat buat orang lainyang membaca thread ini.
Hari ini 15:07
Bersyukur..., setidaknya hal itulahyang dapat kita lakukan sekarang ini, mengingat dalam perspektif ane pribadi, dewasa ini mencari pekerjaan baru merupakan salah satu hal yang memiliki tantangan tersendiri. Tak hanya dari bidang pekerjaan saja yang mungkin tak kita kuasai, melainkan juga dari segi offering (gaji)yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut yang mungkin masih rendah & tak sesuai dengan ekspektasi kita.
Fenomena bekerja tak sesuai dengan ilmuyang kita pelajari selama di sekolah, kampus, tempat kursus, & sebagainya.. menurut ekonomis ane sendiri memang dapat jadi dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari awalnya sekedar coba-coba ngelamar, hingga dengan berada di zona nyaman menciptakan enggan untuk angkat kaki dari pekerjaan sekarang ini.
Beberapa hal berikut ini pernah terjadi dalam kehidupan ane nih gan, & mungkin dapat saja pengalaman ini memiliki kesamaan dengan perjalanan hidup IFers dalam hal pekerjaan.
Sebenarnya ada banyak lowongan pekerjaanyang dibagikan oleh banyak perusahan setiap harinya, mulai dari job untuk level kroco-kroco hingga dengan sekelas COO, salah satunya opportunitytersebut dapat kita jumpai di kanal LinkedIn. Setiap dari kita mungkin mengharapkan pekerjaan sesuai dengan bidangyang kita kuasai (minimal sesuai pendidikan), namun terkadang keadaan tak semulus itu. Terdesak oleh keadaan "Tak Kerja Maka Tak Bisa Makan", hingga akhirnya kita pun mencoba melamar berbagai lowongan bekerjaanyang tersedia, dengan asa asal dapat kerja!.
Sebagai contoh: Mungkin anda pernah mengikuti kursus komputer di suatu lembaga, & sudah lulus dengan dibekali sebuah sertifikat. Namun karena pekerjaanyang sesuai tak kunjung datang, hingga ada tawaran jadi Office Boy pun terpaksa di sikat. Berdalih sebagai batu loncatan, beberapa orang memak sukses temukan pekerjaan baru. Namun mungkin banyak pula pribadiyang masih berkutat dalam pekerjaan tersebut karena minimnya kesempatan.
Pada kondisi lain, dapat saja jenjang pendidikanyang ditempuh bukanlah sesuai dengan passion dari pribadi tersebut. Bisa saja kita-kita ini dulunya masuk ke kampus/jurusan sekadar menyenangkan orang lain, contoh orang tua. Setelah lulus & memiliki ijazah, alhasil ternyata kita memang mendapat pekerjaanyang tak sesuai dengan pendidikan/ijazahyang kita miliki.
Jadi teringat seorang teman, ia kuliah di salah satu universitas, dengan mengambil jurusan sesuai arahan orang tua, yakni Teknik Mesin. Singkat cerita, sosok teman saya ini bekerja sebagai sales di dunia digital,yang menurut ekonomis saya sudah tentu jauh dari semasa kuliahnya. Ada hal menarik dari sosok teman aneyang satu ini, ia tetap bangga dengan pekerjaannya sekarang, meskipun kadang ia merasa kangen dengan ngoprek-ngoprek.
"Untungnya saya pinter Matematika, jadi terbantu di kerjaan sekarang," ungkapnya di siang bolong sambil sruput ngopi.
Pada dialog tersebut ia menambahkan, meskipun pekerjaan sekarang tak ada hubungan dengan mesin, namun ia terbantu akan ilmu matematikayang ia kuasai. Karena dalam pekerjaan sekarang ini menurutnya memang dibutuhkan skil hitung menghitung, dengan sedikit mempelajari ilmu dari disiplin lain, seperti marketing & digital.
Dari dua kondisi di atas, apapun jurusan & pekerjaan sekarang ini. Kita patut mensyukuri apayang sudah kita peroleh. Nah, disini ada nggak nih Kaskuseryang memiliki pengalaman serupa?. Kuliah apa.. giliran kerja bidang apa gitu..?. Boleh dong dibagikan ceritanya, siapa tau dapat bermanfaat buat orang lainyang membaca thread ini.
Ayo Atuh.. Dikomen Gan...
Hari ini 15:07