• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Kuburan Sondakan Bakal Jadi Taman Bermain

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
CYMNs.jpg
SOLO- Salah satu tempat permakaman di Kelurahan Sondakan, Laweyan, Solo tengah diproses untuk menjadi taman bermain serta open space. Program penataan ruang tersebut akan menjadi proyek unggulan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Sondakan dalam rangka memperkuat branding kelurahan.

Ketua Panitia program penataan ruang, Albicia Hamzah menjelaskan, ide penataan tanah permakaman seluas 2.825 meter persegi itu karena Kelurahan Sondakan saat ini sangat minim lahan. Alhasil, pihaknya mengusulkan agar tanah makam di RT 03/ RW IV kelurahan setempat tersebut menjadi open space.

“Ini akan menjadi satu-satunya konsep penataan ruang di Kota Solo. Karena, di tanah makam sana masih ada 60 nisan,”​
ujarnya kepada solopos.com, Senin (14/5/2012).

Menurut Albicia, konsep penataan ruang di kuburan tak semata karena lahan minim. Namun, juga untuk membalik pemahaman masyarakat bahwa tanah makam itu bukanlah tanah angker yang harus dijauhi. “Dengan penataan itu, kami ingin menunjukkan bahwa tanah makam menjadi tanah yang menarik untuk dikunjungi,” paparnya.

Albicia menjelaskan, di tengah-tengah tanah makam tersebut terdapat sebuah makam tokoh Sondakan bernama Kiai Sondoko. Kiai Sondoko merupakan sosok yang berada di balik cikal bakal lahirnya Kelurahan Sondakan.

Untuk mengelola tanah permakaman tersebut, Albcia mengajukan anggaran ke Pemkot Solo senilai Rp100-an juta. Anggaran tersebut lebih kecil dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp300-an juta. “Kami juga melibatkan akademisi UNS sebagai konsultan,” paparnya.

Penataan ruang tersebut merupakan bagian dari agenda Pemkot Solo dalam mempercantik wajah kota dan mempertegas karakter kota budaya. Tahun lalu, penataan ruang dimenangkan oleh Kelurahan Jagalan, Jebres dengan penataan Kali Sonto agar bersahabat dengan warga.

solopos
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.