Ajido-Marujido
IndoForum VIP: The Special One
- No. Urut
- 10016
- Sejak
- 31 Des 2006
- Pesan
- 4.815
- Nilai reaksi
- 146
- Poin
- 63
Di suatu kepulauan di daerah Pasifik, ada cara unik yang dilakukan oleh penduduk setempat jika tidak bisa memotong sebuah pohon dengan kapak, yaitu mereka akan memaki-maki pohon tersebut.
Seseorang yang dianggap memiliki kekuatan khusus akan memaki pohon itu dari pagi hingga senja, selama tiga puluh hari, sampai akhirnya pohon itu mati dan roboh dengan sendirinya. Menurut para penduduk, hal ini selalu berhasil.
Sahabatku terkasih...
Dari cerita di atas kita bisa melihat bagaimana efek perkataan pada sebuah pohon dan tentu perkataan itu juga berefek pada manusia.
Banyak orang berteriak dan saling memaki satu sama lain. Mereka kehilangan kesabaran ketika di jalan dan memaki pengendara lain.
Tidak sedikit orang justru mengeluarkan perkataan yang menghina dan merendahkan sesamanya.
Tapi semua itu adalah pilihan, seperti Tuhan katakan bahwa dari mulut kita bisa keluar berkat dan kutuk.
Pilihlah untuk mengatakan berkat, karena perkataan kita berkuasa.
Jangan sampai kita menyakiti dan melukai hati orang lain, terlebih orang-orang yang kita kasihi dengan perkataan kita.
Perkatakan hanya kata-kata yang membangun, menghidupkan dan memberkati orang lain, karena ketika kita menabur berkat, kita pun akan menuai berkat.
Ketahuilah bahwa orang yang senang mengucapkan kata-kata berkat bagi sesama, hatinya akan senantiasa dipenuhi sukacita dan damai sejahtera, karena diapun akan terberkati oleh perkataannya sendiri.
Perkataan yang membangun akan mengubah kita dan dunia di sekeliling kita menjadi lebih baik. Haleluya..
Selamat pagi Sahabat2-ku terkasih, mari kita memperkatakan berkat satu sama lain. Terus semangat, semangat terus..!!
※⌣Ɠ☉Ɖ ♧ ƀƖƐƧƨ ♧ ƔƟƱ ALL⌣※
"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia." - Efesus 4:29
Seseorang yang dianggap memiliki kekuatan khusus akan memaki pohon itu dari pagi hingga senja, selama tiga puluh hari, sampai akhirnya pohon itu mati dan roboh dengan sendirinya. Menurut para penduduk, hal ini selalu berhasil.
Sahabatku terkasih...
Dari cerita di atas kita bisa melihat bagaimana efek perkataan pada sebuah pohon dan tentu perkataan itu juga berefek pada manusia.
Banyak orang berteriak dan saling memaki satu sama lain. Mereka kehilangan kesabaran ketika di jalan dan memaki pengendara lain.
Tidak sedikit orang justru mengeluarkan perkataan yang menghina dan merendahkan sesamanya.
Tapi semua itu adalah pilihan, seperti Tuhan katakan bahwa dari mulut kita bisa keluar berkat dan kutuk.
Pilihlah untuk mengatakan berkat, karena perkataan kita berkuasa.
Jangan sampai kita menyakiti dan melukai hati orang lain, terlebih orang-orang yang kita kasihi dengan perkataan kita.
Perkatakan hanya kata-kata yang membangun, menghidupkan dan memberkati orang lain, karena ketika kita menabur berkat, kita pun akan menuai berkat.
Ketahuilah bahwa orang yang senang mengucapkan kata-kata berkat bagi sesama, hatinya akan senantiasa dipenuhi sukacita dan damai sejahtera, karena diapun akan terberkati oleh perkataannya sendiri.
Perkataan yang membangun akan mengubah kita dan dunia di sekeliling kita menjadi lebih baik. Haleluya..
Selamat pagi Sahabat2-ku terkasih, mari kita memperkatakan berkat satu sama lain. Terus semangat, semangat terus..!!
※⌣Ɠ☉Ɖ ♧ ƀƖƐƧƨ ♧ ƔƟƱ ALL⌣※
"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia." - Efesus 4:29
