yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Rendahnya kualitas tenaga kerja menjadi tantangan utama Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi yang sedang terjadi hingga beberapa dekade mendatang. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan, bonus demografi artinya masyarakat muda Indonesia yang sedang mengalami masa-masa produktif.
Dia mengatakan, jika dimanfaatkan dengan baik, bonus demografi akan menjadi amunisi Indonesia untuk sejajar dengan negara-negara maju di dunia.
"Tantangan Indonesia adalah kualitas SDM yang masih rendah dan kurang bisa bersaing di kancah internasional," ujar Agus di komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat 7 September 2012.
Agus menjelaskan, rendahnya SDM tersebut terlihat dari masih minimnya keterlibatan SDM Indonesia di oganisasi-organisasi internasional. Dirinya mencontohkan, di bunk Dunia misalnya, dari ribuan pegawainya, hanya 60 pegawai yang berasal dari Indonesia.
"15 di antaranya pejabat senior, sisanya pegawai biasa," tambahnya.
Kondisi tersebut, dia melanjutkan, juga terjadi di lembaga internasional lainnya seperti IMF. Terlebih lagi, menurut agus, ada sekitar 6 juta pekerja Indonesia di luar negeri yang bekerja di strata tingkat bawah.
"Itu tentu harus kami berikan perhatian dan kesempatan untuk bisa berkembang ke depannya," ungkapnya.
Pemerintah, ujarnya, telah berupaya untuk mendorong peningkatan SDM tersebut. Salah satunya dengan mematok 20 persen APBN untuk pendidikan. "Diharapkan dengan semua itu bisa meningkatkan perannya," tandasnya.
Dia mengatakan, jika dimanfaatkan dengan baik, bonus demografi akan menjadi amunisi Indonesia untuk sejajar dengan negara-negara maju di dunia.
"Tantangan Indonesia adalah kualitas SDM yang masih rendah dan kurang bisa bersaing di kancah internasional," ujar Agus di komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat 7 September 2012.
Agus menjelaskan, rendahnya SDM tersebut terlihat dari masih minimnya keterlibatan SDM Indonesia di oganisasi-organisasi internasional. Dirinya mencontohkan, di bunk Dunia misalnya, dari ribuan pegawainya, hanya 60 pegawai yang berasal dari Indonesia.
"15 di antaranya pejabat senior, sisanya pegawai biasa," tambahnya.
Kondisi tersebut, dia melanjutkan, juga terjadi di lembaga internasional lainnya seperti IMF. Terlebih lagi, menurut agus, ada sekitar 6 juta pekerja Indonesia di luar negeri yang bekerja di strata tingkat bawah.
"Itu tentu harus kami berikan perhatian dan kesempatan untuk bisa berkembang ke depannya," ungkapnya.
Pemerintah, ujarnya, telah berupaya untuk mendorong peningkatan SDM tersebut. Salah satunya dengan mematok 20 persen APBN untuk pendidikan. "Diharapkan dengan semua itu bisa meningkatkan perannya," tandasnya.