• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ku memanggil-mu bapa

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. stanza
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

stanza

IndoForum Beginner E
No. Urut
44969
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
441
Nilai reaksi
3
Poin
18
Kehidupan Doa

Pada Suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya; "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya"

Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan."

Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang diantara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang bearda dalam perjalanna singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
" Masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab;

'Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada Saudara.' Aku berkata kepadamu sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya
Oleh karena itu, aku berkata kepadamu;

Mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan.

"Bapa manakah diantara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga!! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Lukas 11:1-13


Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata:"Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
Yesus menjawab, kata-Nya; "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Kata Nikodemus kepadaNya;
" Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" Jawab Yesus; "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, adalah roh. Janganlah heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup kemana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau kemana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."
Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?" Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?"
Yohanes 3:1-10


1
Jadi Milik-Nya Oleh Kelahiran

Sekali waktu ketika mengunjungi beberapa teman di Lousiana, saya diminta untuk mengucapkan doa syukur sebelum makan malam. Duduk bersama kami di meja tersebut, seorang pengusaha setengah baya yang juga mengajak pendeta gerejanya dari kota lain. Setelah saya mengucapkan doa singkat, pria itu memandangi saya dengan berurai air mata dan berkata, " kedengarannya Anda seperti sedang berbicara langsung kepada Tuhan."
Terkejut dengan responnya, saya pun menjawab, "Memang benar."
"Sungguh?" Dia menarik nafas panjang, "Saya berharap saya dapat melakukan hal itu."​

SAAT DITANYA oleh murid-murid-Nya, "Ajarlah kami berdoa, "Yesus memulai dengan mengajar mereka bagaimana harus menyebut Allah. Karena Dia ingin murid-muridNya mengenal Allah sebagai Bapa mereka, Dia memberitahu mereka:"Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa."

Apakah Yesus berkata setiap orang adalah anak Allah? Tidak, jelas Yesus tidak berkata kita semua anak-anak Allah. Kita menemukan pada kesemaptan lain Yesus berkata pada beberapa orang yang sangat rohani,"Iblislah yang menjadi Bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan Bapamu."

Sementara orang tidak merasa senang disebut anak-anak Iblis, Yesus memberi undangan yang berharga bagi semua orang di mana pun mereka berada, sepanjang generasi;"Marilah semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah kepada-KU,...". ketika Yesus mengundang semua orang untuk bergabung dalam keluarga-Nya, tidak setiap orang menerima undangan-Nya.

Demikan pula, banyak orang terlibat dalam berbagai macam doa, tapi sebagian besar gagal masuk ke dalam hubungan intim yang ditawarkan Allah. Anak-anak Allah datang dari berbagai penjuru dunia:"...Daris etiap suku dan abhasa dan kaum bangsa...." tetapi, mereka memiliki hal yang sama; Anak-anak Allah semua telah lahir kembali!

Dalam Yohanes 3, kita membaca kisah menarik tentang Nikodemus, seorang yang sangat taat beragama, datang pada Yesus dan berkata, "Kami tahu bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Alalh; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu,"
Kita mungkin akan mengharap Yesus akan menjawab:" Terima kasih banyak! Anda adalah seorang yang memiliki pandangan yang sangat dalam."

Tetapi sebaliknya, Yesus mengatakan sesuatu yang kelihatannya keluar dari konteks kemilau pujian yang diberikan kepada-Nya. Yesus menjawab Nikodemus dengan berkata,"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Alalh."

Apakah Anda bertanya bagaimana Yesus bisa melompat dari pertanyaan Nikodemus ke respon seperti itu? Nikodemus mengajukannya. tetapi, Yesus menjawab pertanyaan-pertanyaan Nikodemus selanjutnya dengan sikap yang sama membingungkannya.

Nikodemus bertanya "Bagaimanakah mungkin seseorang dilahirkan, aklau ia sudah tua?Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

Yesus menjawab Nikodemus bukan dengan sebuah pujian. Bahkan, Yesus berkata, "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh,adalah roh. Engkau harus lahir dalam roh untuk bisa masuk ke dalam kerajaan Allah."

Saat kita lahir secara jasmani, kita masuk kedalam sebuah keluarga dunia. Ketika kita lahir baru oleh Roh, kita masuk ke dalam satu keluarga rohani. Dan anggota-anggota keluarga rohani kita adalah mereka yang sudah masuk dalam Kerajaan Allah.

Injil Tuhan kita Yesus Kristus adalah Injil dari kerajaan Alah. Dilahirkan kembali, melibatkan perpindahan dari suatu kerajaan-ke kerajaan lain. kenyataannya, kata kerajaan lebih sering digunakan dalam perjanjian Baru ketimbang kata Injil saat menjelaskan pesan dimana anak-anak Allah di panggil untuk memproklamirkan-Nya. Karena Dia berdaulat, Yesus mengajar murid-muridNya untuk berdoa kepada Bapa kita,"Datanglah kerajaan-Mu

Saya khawatir sebagian gereja tidak memberi penekanan yangs eharusnya terhadap "Kerajaan". Begitu banyak anggota gereja yang menyambut dengan antusias undangan untuk menjadi bagian dari keluarga Allah, tanpa menyadari bahwa sebuah hubungan pribadi denagn Allah melibatkan suatu kehidupan baru dengan Yesus sebagai Tuhan.

Kerajaan Allah bukan tenatng Israel atau Palestina; kerajaan Allah bukan masalah geografis. Kerajaan Allah adalah tentang hubungan Dia denagn warga kerajaan-Nya. Agar seseorang bisa hidup dalam kerajaan Allaha, Allah harus menjadi Raja. Jika Allah adalah Raja, Dia bertanggung ajwab, dan pengikut-pengikut-Nya adalah warga kerajaan-Nya. Dengan kata lain, mereka yang telah dilahirkan baru telah masuk ke dalam suatu hubungan temapt Alalh memerintah, dan kita harus menaati Dia.

Yesus berkata tidak ada satu pun dari kita dapat mengenali Kerajaan Allah, apalagi memasukinya, kecuali kalau Roh kudus berkarya dalam kehidupan kita;"Angin bertiup kemana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya tetapi engkau tidak tahu darimana ia datang atau kemana ia pergi demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Rasul Paulus menerangkan kehidupan dalam kerajaan Allah seperti ini:"Aku telah disalibkan dengan Kristus, namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam Aku."untuk bisa masuk kedalam Kerajaan Allah, kita harus mati bagi diri kita sendiri dan memulai satu hubungan baru dengan Allah sebagai Bapa kita di surga, Raja yang berkuasa yang memrintah atas hidup kita.

Beberapa dari kita bertumbuh dalam sebuah tradisi gereja yang membuat kita merasa bahwa menjadi seorang Kristen adalah Warisan turun temurun. Beberapa dari kita berpikir bahwa kekristenan adalah bagian yang sudah tertanam tanpa identitas kita oleh nasib mujur, warisan dari orang tua jasmani kita dan keluarga gereja tempat kita dilahirkan dan dibesarkan.

Beberapa keluarga gereja mengerti dan menekankan bahwa setiap orang harus menerima Yesus Kristus secara pribadi sebagai juru selamat, tapi menolak menaati Yesus Kristus Tuhan kita. Pernyataan Yesus kepada pengikut-pengikutnya jelas:"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku"? Karena Yesus adalah Tuhan, Dia memerintah atas kerajaan Allah. Ketika seseorang lahir kembali, mereka pindah dari kerajaan kegelapan dan kematian kepada kerajaan Allah. Siapa saja yang telah lahir baru, hidup dalam kerajaan Allah dan karenanya diperintah oleh Raja Yesus.

Satu pengalaman tertentu dari emosi yang kuat bukanlah tanda seorang jadi pengikut Kristus. Kehidupan dalam kerajaan Allah hanyalah tentang Raja Yesus. Fokusnya adalah Yesus, bukan pengikut-pengikut-Nya. Karakter seperti Kristus menjadi bukti kekristenan yang benar dalam kehidupan orang percaya seprti "Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, kemurahan, kelemahlembutan, setia, dan tahan diri."

Ketika perbuatan-perbuatan baik menjadi karakter dari kehidupan orang percaya, tidak semua orang yang berbuat baik dan menyatakan dirinya sebagai pengikut Kristus dapat benar-benar masuk dalam kerajaan Allah.

Yesus memberikan peringatan yang mengerikan "Bukan setiap orang yang berseru kepadaku-Tuhan, Tuhan akan masuk kedalam kerajaan Surga melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang disurga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-ku:Tuhan, Tuhan , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi Nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada Waktu itulah Aku akan berterus terang kepada Mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Allah tidak bisa diremehkan dan dipermainkan. Banyak orang bisa mempermainkan orang lain, dan kita semua mampu mempermainkan diri kita sendiri, tetapi hidup dalam kerajaan Allah tidak tergantung pada penampilan kita, tapi merupakan sebuah karya supranatural dari anugerah Allah. Berita bagusnya adalah, bahwa kita mendapatkan tawaran berupa satu hubungan yang penting dan intim dengan Bapa kita di surga, yang semakin bertambah oleh karakter Kristus yang tercermin dalam kehidupan kita.

Jangan putus asa! Apa yang tidak pernah dapat kita lakukan bagi diri kita sendiri, Alalh menawarkan untuk melakukannya bagi kita dan didalam kita. Siapa yang percaya pada Anugerah-Nya menjadi bagian dari keluarga Allah. Seiiring dengan bertumbuhnya kita, kemiripan kita dengan Bapa di Surga akan mulai nampak. Yesus, "Kakak kita". telah menyediakan lebih dari sekadar contoh yang sempurna. Dia dengan Nyata menyediakan kehidupan dan kekuatan-Nya untuk mengubah kita dari dalam keluar. Kita memasuki kehidupan ini melalui doa. Saat kita semakin mendekat kepada Bapa di surga, kita mendapatkan sukacita dan damai yang dirindukan hati kita. Anda siap bergerak lebih dalam?
 
amin....karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian , Dia mengirimkan roh kudus ke atas kita^^thx kk, udh ngingetin aku lagi

Gbu^^
 
"....Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru:yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang..."
2 Korintus 5:17​

2
Mendapatkan Rasa Aman

Saya mengikuti sebuah retret pada usia sembilan tahun kami menyanyikan lagu di dalam kabin sebagai berikut:​

It was on monday Pada hari senin
Somebody touched me Seseorang menjamahku
It was on monday, Pada hari senin,
Must be the hand of the lord Pastilah itu tangan Tuhan

Pembimbing kabin memberi perintah pada kami: "Pada hari apapun kamu lahir kembali, tetaplah terpaku di hari itu, selama kita menyanyikan hari-hari dalam satu minggu". Ini adalah satu cara bagi pembimbing-pembimbing kabin untuk mendapat ide apakah peserta retret mereka benar-benar lahir baru atau tidak.

Sebagai seorang anak berusia 9 tahun, saya duduk di sana dan berpikir, " Saya ingat sudah memberikan hidup saya pada Kristus saat saya di tamna kanak-kanak, tapi saya tidak tahu hari apkah itu." Saya menjadi sangat tidak enak saat kami menyanyi. Saat tidak ingin pembimbing tersebut berpikir saya belum lahir baru, tapi saya benar-benar tidak tahu jatuh pada hari apa saat saya pertama kali berdoa. Jadi, saya memilih begitu saja hari selasa dan bernyanyi bersama lainnya.

Beberapa orang memiliki ingatan yang jelas dari satu titik balik dalam kehidupan saat mereka meminta Yesus menyelamatkan mereka. Mereka bisa memberikan satu kesaksian pribadi yang terpisah dengan jelas antara sebelum Kristus dan setelah Kristus. Tapi, yang lainnya tidak ingat kapan hubungan itu dimulai.

Ruth Graham (Istri Rev. Billy Graham) adalahs eorang Kristen yang luar biasa yang berkata jujur bahwa dia dapat mengingat persis kapan dia percaya kepada Kristus sebagai Jurus elamatnya. tapi, ia tahu ia percaya kepada Nya dan hubungan kepercayaan dengan Bapanya di surga di mulai saat dia masih kecil.

Bagi beberapa orang dewasa, perasaan tidak aman yang terus menerus sehubungan dengan keselamatan ada kaitannya dengan sebuah kehidupan mengesankan lainnya. Seorang teman di Atlanta, yang berhasil dalam kehidupan keluarga dan bisnis di Atlanta, yang berhasil dalam kehidupan keluarga dan bisnis, datang untuk mengobrol dengan saya:"Saya tidak dapat mengingat dengan tepat kapan saya lahir kembali.
Jika saya tidak dapat mengingat momen persisnya keselamatan saya, apkah itu berarti saya bukan Seorang Kristen? Apakah itu dapat berarti bahwa saya tidak benar-benar lahir kembali?"

Dalam Kisah para Rasul, Lukas menjelaskan perubahan Saul. Suatu sinar terang membutakan Saul, yang kemudian menjadi Rasul Paulus, dan menjatuhkannya dari keledainya. Dia jatuh ke tanah dan mendengar satu suara berbicara kepadanya;
"Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?"

KataNya: "Akulah Yesus yang kau aniaya itu. "Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, disana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kau perbuat"

Tidak banyak orang mendapat pengalaman "jalan Damaskus " seperti Saulus dari Tarsus. Sementara beberapa orang dapat mengingat satu pengalaman dengan sebuah tanggal yang tepat dan di suatu tempat tertentu ketika menaydari perubahan mulai terjadi dalam kehidupan mereka, yang lain sepertinya tidak memiliki kronologi yang jelas secara tepat kelahiran kembali mereka.

Orang yang menyaksikan tempat dan waktu saat mereka lahir kembali kadang-kadang membuat orang-orang yang sejak kecil sudah percaya merasa tidak nyaman, mereka sudah menjadi Kristen sepanjang hidup mereka. Seperti yang sudah saya katakan, untuk menjadi seorang kristen sejati, kita harus lahir kembali. Tapi akhirnya, masalahnya bukan pada apa yang kita ingat tentang pengalaman menjadi lahir kembali; masalah sesungguhnya adalah siapa yang bertanggung jawab atas hidup Anda sekarang?

Setiap orang bisa tahu secara pasti apakah mereka lahir baru atau tidak? Saya akan memberikan satu ilustrasi Saat saya mengendarai mobil di jalan tol 195 (Jalan tol terpanjang di Amerika yang menghubungkan antara negara bagian) dari Georgia ke Florida. Saya sudah tahu saya sudah tiba di Florida saat saya melihat sebuah petunjuk besar; "Selamat datang di Florida." Tetapi,seandainya saya kembali ke Florida dan kehilangan satu tanda yang tidak terlihat atau mungkin tidak ada rambu jalan yang terlihat saat saya menyebrangi garis perbatasan wilayah, saya masih dapat mengetahui apakah saya berada di Florida atau tidak. Setelah beberapa saat, saya akan mulai melihat rambu-rambu lain seperti "Selamat datang di Tampa."

Mengetahui ekologi dan geografi Florida membuat saya bisa mengenali bermacam-macam jenis rambu lainnya. Saat bisa mengenali bermacam-macam jenis rambu lainnya. Saat saya berdiri di pasir pantai, saya dapat mengatakan dengan pasti bahwa saya tidak berada di Denver (Florida terkenal dengan pantai dan mataharinya. Denver merupakan daerah pegunungan bersalju tempat orang bermain ski). Saya mungkin sangat tidak yakin dimana atau kapan saya melewati perbatasan wilayah, tapi saya dapat dengan pasti kapan saya melewati garis perbatasan wilayah, tapi saya dapat denagn pasti tahu akpan saya berada di Florida. Dan, apakah saya berada di Orlando atau Tallahassee, saya benar-benar berada di florida. Dan, apakah saya berada di Orlando atau Tallahassee, saya benar-benar berada di Florida! (kedua kota tersebut berada di negara bagian Florida).

Lahir kembali bukanlah tujuan akhir kehidupan dalam Kristus. Lahir kembali dimaksudkan untuk mencapai tujuan akhir tersebut. Tujuan untuk lahir kembali adalah kehidupan baru dalam kerajaan Allah. Tujuan hidup dalam kerajaan Allah adalah memiliki suatu hubungan intim dengan Bapa surgawi kita, yang juga Raja kita.

Sebagai seorang Amerika, saya lebih mudah secara emosional untuk menggabungkan hal-hal yang berkaitan dengan Yesus sebagai bos. Tetapi, jika seorang bos menjadi tidak masuk akal, atau sekadar tidak setuju dengannya, saya dapat mengundurkan diri. Saya dapat menemukan satu pekerjaan baru dengan bos baru.

Sejarah Amerika Serikat dimulai karena pengalaman memiliki seorang Raja merupakan hal yang buruk. Sejarah manusia banyak dipengaruhi dengan Raja-raja yang buruk yang menindas dan tidak adil. Sangat sulit untuk tidak mempunyai perasaan Negatif saat berpikir untuk emmberi seseorang otoritas penuh atas kehidupan dan kematian saya.

Yesus adalah seorang raja sejati dan satu-satunya Raja yang keadilannya tidak berubah. Dan, Yesus lebih dari sekadar seorang Bos; saat saya masuk ke kerajaan Allah, Yesus menjadi hakim saya. Saya memercayakan seluruh kehidupan saya kepada Dia, Allah sumber kepercayaan saya. Tapi kenyataannya, Saya harus meletakkan kehidupan saya dari hari ke hari.

Sangat menyedihkan saat berulang kali harus berhadapan dengan orang-orang yang berpikir bahwa lahir baru hanya merupakan suatu pengalaman emosional, satu lompatan melampaui patokan gerejawi yangs udah ditetapkan, dengan harapan melakukan pekerjaan-pekerjaan baik secukupnya supaya layak masuk surga. Beberapa orang seprtinya berharap Allah memberikan ranking penilaian, dengan harapan mereka muncul sebagai orang yang lebih baik dari orang lainnya.

Lahir baru bukan sekadar mengerti sepenuhnya tentang konsekuensi dari keputusan saya karena meminta Yesus Kristus menyelamatkan saya. Dia tidak mengharap kedewasaan rohani secara instan. Tetapi, lahir baru adalah hidup didalam roh, Hidup dalam kerajaan Allah sebagian warga Kerajaan-Nya. Pengakuan yang tidak pernah surut dari mereka yang telah lahir baru adalah: "Yesus adalah Tuhan!"

Sebagai seseorang yang diubah sejak masih kecil, saya memilki perjuangan tersendiri selama bertahun-tahun mengenai keselamatan saya, meskipun dengan keragu-raguan. Saya ingin mendapat kepastian! Saya telah mendengar Khotbah-khotbah yang membuat saya ingin maju ke depan altar dan memberikan hidup saya bagi kristus kembali. Saya sangat sadar bahwa saya tidak layak masuk surga. Ada waktu-waktu yang membuat saya merasa bahwa hubungan saya dengan Tuhan tidak aman, karena saya tidak mengucapkan atau melakukan semua hal-hal yang benar. Karena keadaan saya tidak memenuhi standar penilaian orang lain,s aya merasa bahwa Tuhan juga tidak berkenan.

Doa adalah sesuatu yang intim, hubungan pribadi dengan Bapa surgawi yang penuh kasih. Dia tidak membiarkan kita mengira-ngira apa yang emnyenagkan-Nya Dia telah memberi kita Roh-Nya yang kudus dan firman-Nya, ketika saya mempelajari Alkitab, Tuhan meyakinkan saya bahwa berjalan ke depan altar tidak dapat menyelamatkan, demikian juga doa yang sudah tersusun, mengisi kartu data, dibabtis, atau hal-hal lain yang bisa kita kerjakan. Harapan saya satu-satunya hanya pada Yesus. Yesus seorang yang bisa menyelamatkan kita.

Sangat penting bagi Anda untuk mengerti dengan jelas tentang keselamatan Anda sendiri; setiap orang perlu tahu apakah mereka telah menyebrangi garis batas antara kerajaan Allah. kita harus menguji kehidupan kita sendiri dan melihat di aman kita saat ini berada. Ini bukan merupakan ujian satu kali saja. Kita disarankan, dalam ayat Alkitab, untuk melakukan ujian rohani sebagai kebiasaan hidup.
"Karena kuasa Ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh Kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

"......Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan pengetahuan; dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semaunya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barang siapa tidak memiliki semuanya itu, ia akan menajdi buta dan picik, akrena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. Karena itu, Saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan juru selamat kita, Yesus Kristus."


Siapakah penguasa hidup anda?Siapa Raja Anda? Apakah Anda meluangkan waktu dalam persekutuan yang intim denagn Bapa surgawi? Apakah Anda mempelajari firman Allah dan berusaha menaatinya? Apakah Anda mengakui dan taat pada kebenaran yang sudah dinyatakan oleh Roh kudus kepada Anda tentang diri Anda sendiri? Apakah kehidupan Anda terbentuk oleh kegelapan dan kebingungan atau Anda hidup dalam kerajaan Allah, mencerminkan karakter Allah?

Jika Anda menyimpulkan bahwa Anda tidak pernah benar-benar menerima Yesus sebagi Tuhan dan jurus elamat Anda, mintalah Dia untuk menyelamatkan Anda. Ini bukan sekadar sebuah janji KepadaNya bahwa Anda akan memperbaiki tingkah laku Anda. Melainkan, kesadaran bahwa Anda sudah hidup seolah olah Yesus bukan Raja Anda, dan karena itu, Anda memerlukan Dia mengerjakan hal ini. Bapa di surga rindu mempunyai hubungan yang intim dan pribadi dengan Anda. Maukah Anda meminta Yesus menyelamatkan Anda?

****​
 
****​



Yesus bersabda,"Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasihNya. Semuanya itu kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh."​
Yohanes 15:10,11​

3
Di mana Letak
Kepercayaan Anda?

Kehidupan dalam kerajaan Allah adalah hidup dalam keluarga Allah. Allah mau hubungan kita dengan-Nya dan dengan sesama sebagai hubungan kekeluargaan yang intim. Hubungan ini bukan hasil dari lahir baru dalam Kerajaan Allah. Lahir baru bukan tentang pergi ke gereja dan terlibat dalam kegiatan sebuah "Keluarga gereja" Terlibat dengan orang-orang percaya lainnya penting bagi kehidupan Kristen, tetapi menghabiskan waktu dalam sebuah gedung gereja tidak membuat seseorang menjadi Kristen. Kelahiran baru melibatkan perpindahan kesetiaan dari satu kerajaan ke kerajaan lainnya.

Yesus memilih proses metamorfosa dari suatu kelahiran baru untuk mnejelaskan perubahan dari kematian pada kehidupan rohani. Sayangnya, kita sering gagal menangkap kekuatan dari imajinasi ini. Kita tidak merenungkan proses kelahiran ini dari sudut pandang si bayi. Kita menghubungkan kesakitan yang terjadi pada proses persalinan dengan sang ibu. Tapi, cobalah berpikir tenatng apakah kelahiran itu bagi seorang bayi.

Bayi tersebut menghabiskan waktu yang panjang dalam suatu lingkungan yang nyaman, hangat, gelap di mana segala sesuatunya sangat menyenangkan dan nyaman, dan semuanya terasa tidak asing. Segala sesuatu terlihat luar biasa. Kemudian, tiba-tiba terasa seolah-olah seluruh bumi menerjang masuk, dan tekanan yang luar biasa terbawa bersamanya. Tekanan tersebut menjadi ringan untuk beberapa saat dan segala sesuatunya mulai menjadi baik, tapi dalam waktu yang tidak lama tekanan tersebut datang kembali. Tekanan itu agak berkurang, kemudian kembali lagi bahkan semakin kuat.

Pada akhirnya, seluruh dunia runtuh dari segala penjuru. Kelahiran adalah proses yang traumatik dan panjang bayi tersebut akhirnya terdorong ke luar dari lingkungannya yang lama, tidak asing, dan nyaman ke dalam suatu dunia baru yang terang benderang. Terangnya menyilaukan. Pengalaman beberapaa orang ketika mereka lahir baru. Tapi, tidak semua orang lahir baru melalui keadaan yang biasa.

Pernahkah anda mendapati bayi-bayi yang baru lahir di ruang bayi rumah sakit tidak kelihatan sama antara satu sama lain? Beberapa bayi tidak kelihatan begitu tertekan seprti bayi yang lain. Bayi-bayi manis ini tidak benar-benar mengalami trauma kelahiran oleh persalinan. Ini adalah bayi-bayi yang dilahirkan melalui operasi Caesar(C)

Dokter membuat keputusan untuk tidak melakukan proses persalinan alamiah bagi sang bayi. Dokter mengangkat ke luar bayi-bayi ruang C ini dari rahim sang ibu melalui satu sayatan di perut, jadi bayi-bayi ini tidak mengalami trauma lorong kelahiran (birth canal). Hal ini menjelaskan mengapa bayi-bayi ini tidak memiliki kerutan pada alis atau dahi mereka. Mereka juga tidak sekusut yang lain, namun terlihat lembut, santai, dan tidur dengan penuh kedamaian di ruang bayi.

Sebagian besar orang lahir baru melalui metode biasa, dan hal itu mendatangkan trauma. Dunia mereka runtuh, dan Tuhan harus membuat mereka berlutut. Mereka harus dihancurkan sebelum akhirnya berkata: "Tidak ada harapan bagiku kecuali kemurahan dan anugerah Allah."

Tapi, ada orang-orang lainnya yang diangkat dengan lembut oleh Tuhan dari kegelapan dan masuk ke dalam hubungan dengan Dia sendiri. Mereka yang lahir baru pada masa kanak-kanak sering kali kelihatan seperti mendapat pengalaman rohani ruang-C. Melalui salah satu cara tersebut, kita harus ke luar kegelapan dan masuk ke dalam cara yang baru.

Terlebih lagi, masalahnya bukan terletak pada keadaan yang membawa perubahan tersebut atau tentang betapa traumatiknya pengalaman tersebut. Melainkan, kita harus bertanya pada diri sendiri:Siapa yang memimpin hidupku saat ini? Siapa tuanku, yang memilikiku? Pada SIAPA aku patuh? Sudahkah aku melewati garis dari kematian menuju kehidupan?

Jika kita berusaha menjadi tuan atas diri kita sendiri, melakukan segala sesuatu sesuai cara kita, mendapatkan apa yang kita inginkan, tidak diragukan lagi kita masih hidup dalam kerajaan yang lama. Yesus berkata kita akan mengenal mereka yang menjadi milik-Nya dari buah yang mereka hasilkan, karakter kehidupan mereka. Dengan jelas, buah tersebut adalah cerminan Roh Kudus-Nya dan ketaatan pada perintah-Nya. Melakukan pekerjaan besar bagi Allah tidak menunjukkan bahwa seseorang telah lahir baru. Melakukan apa yang Yesus katakan untuk dilakukan mencerminkan keadaan kerohanian kita.

Saat kita masuk ke kerajaan yang baru, Yesus adalah Tuhan! Dia adalah pemilik, Tuan , dan penguasa! Kita akan berseru, "Tuhan aku ingin melayani Engkau!" Inilah yang tampak pada kehidupan baru di kerajaan itu. Dengan cara ini anda bisa mengatakan apakah Anda sudah melewati garis kegelapan menuju terang atau belum.

Bagi mereka yang sudah melewati garis yang dikatakan Yesus,"Karena itu berdoalah Demikian: Bapa kami yang disurga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu...."mereka yang alhir baru adalah Anak Allah. Anak-anak Allah yang rindu Allah menguasai segala sesuatu dalam hidup mereka. anak-anak Allah belajar untuk berdoa:"Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga."

Ketika kita tahu Allah sebagai Bapa, kita melewati kematian menuju kehidupan, dan kita hidup dalam kerajaan Allah. Berdoa, "Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendakMu" adalah ekspresi sukacita bukan pernyataan putus asa.

Jika kita tahu bahwa sikap kita adalah sikap yang menantang,"Oke Tuhan, jadilah kehendak-Mu", Raja kita tidak senang. Kehidupan kerajaan bukanlah kepahitan, "Tuhan adalah Tuhan dan Dia akan melakukan apa yang Dia inginkan," Sebaiknya, anak-anak Allah menyadari, "Tuhan keingginan-Mu sangat luar biasa. dulu aku buta, tapisekarang aku melihat rencana-Mu bagiku baik menyenagkan, dan sempurna adanya. Aku tidak pernah membayangkan kasih-Mu padaku. Terima kasih. Aku percaya pada-Mu! Buatlah jalan-Mu dalam hidupku."

Ini yang kita pelajari dalam berdoa, yaitu tidak berusaha untuk membelokkan Tuhan agar mengikuti syarat-syarat penawaran kita, tapi sebaliknya, menaikkan usaha kita untuk melakukan syarat-syarat penawaran Tuhan. Kita ingin melayani Tuhan sebagai bagian dari keluarga-Nya selama-lamanya, yang akan memerintah dan bertakhta bersama Yesus dalam kekekalan.​

FISHING 101

Saya mendapati bebrapa orang, bahkan mereka yang dengan setia ke gereja, tidak memilki kepastian tentang lahir baru.​
Mereka kelihatannya beranggapan bahwa mereka diharapkan menaati perintah Tuhan, tetapi mereka tidak mengerti dari mana kekuatan untuk menaati perintah itu. Saya menemukan sumber kebingungan itu biasanya merupakan konsep pembenaran diri.

Kadang-kadang, saya diminta untuk mengajar kursus pelatihan penginjilan di gereja-gereja. seringkali, saya menggunakan sebuah program 4 bagian yang saya sebut "Fishing 101".​

pada sesi pertama, saya berbicara tentang apa arti lahir baru. Saya mendiskusikan suatu pertanyaan dasar yang bersifat mendiagnosa, yang digunakan dalam penginjilan oleh banyak gereja

  • Pertama, "Apakah saudara sudah sampai pada kehidupan rohani yang saudara tahu dengan pasti, Jika saudara meninggal saat ini juga, Saudara akan masuk surga?"

  • Kedua, "Jika saudara sudah meninggal saat ini dan berdiri di hadapan Allah dan Dia berkata pada Saudara, "Mengapa Saya harus mengijinkan kamu masuk ke surga," lalu apa jawaban Saudara?

Saya selalu memulai kursus tersebut dengan bertanya pada mereka yang dilatih dalam penginjilan untuk menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan tersebut. hasilnya, saya sering kali mendapat sukacita menuntun orang kepada Kristus di mana mereka yang saya tuntun itu datang ke seminar untuk belajar bagaimana menuntun orang lain kepada Kristus.

Pada satu Gereja, ketika ditanya, "Jika Allah bertanya pada Saudara 'Mengapa Saya harus mengijinkan kamu masuk ke sorga,' apa jawaban saudara? Seorang diaken menjawab denag sebuah jawaban dengan konsep pembenaran diri yang khas: "Saya selalu berusaha menjalani kehidupan yang baik dan melakukan sebaik-baiknya apa yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan. Saya tahu saya tidak sempurna, tapi saya telah melakukan yang terbaik yang mampu saya lakukan, untuk menjalani kehidupan yang baik."

Lebih sering terjadi, daripada tidak, saat menayakan pertanyaan ini, saya mendapat jawaban-jawaban yang bervariasi namun sejenis dengan jawaban diaken ini. Ini bukanlah respon atau jawaban dari seorang yang mengerti artinya dilahirkan kembali. Jika dasar dimana seseorang berharap bisa masuk surga adalah karena dia telah menjalani kehidupan yang baik, dia tidak memercayai Yesus. Berarti dia percaya pada perbuatan baiknya sendiri.

Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan dalam bentuk tertulis, dan saya menjelaskan keselamatan sepanjang sesi-sesi berikutnya. saya merasa yakin, jika saya telah menjelaskan kepada Diaken ini secara pribadi malam itu bahwa tidak ada seorangpun masuk surga berbekal perbuatan baiknya sendiri, dia akan menjawab, "Saya tahu". Dan, jika saya berkata, "Harapan kita satu-satunya adalah Yesus yang mati tersalib untuk menebus dosa-dosa kita," dia akan berkata, "Saya percaya hal itu."

Saat saya mendengar kebenaran, dia percaya pada kebenaran itu secara intelek. Tetapi jawaban tertulisnya pada pertanyaan diagnosa yang kedua membuktikan di mana kepercayaannya yang sebenarnya berada. Yesus berkata, "Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati,"Dan yang menyedihkan, Diaken ini memercayai pembenaran dirinya sendiri.

Sebagaimana Alkitab dengan jelas menulis bahwa kelahiran kembali melibatkan perpindahan dari satu kerajaan ke kerajaan yang lain, Alkitab juga dengan jelas menulis arti sebenarnya dari perpindahan tersebut. Jika pengharapan kita pada kehidupan kekal berdasarkan pada rasa percaya kita atas pembenaran diri kita sendiri, kita masih binasa dalam dosa-dosa kita.

Paulus menjelaskan hal ini secara rinci saat ia menjelaskan kepada Jemaat Galatia bahwa jika menerima sunat, dengan harapan karena melakukan hal tersebut mereka dapat membuat diri mereka di terima Allah, mereka terlepas dari Kristus. Kita tidak bisa di selamatkan oleh pembenaran diri kita sendiri. Harapan kita satu-satunya adalah Yesus.

Waktu saya berbicara dengan senior dari perguruan Tinggi Sothern Baptis yang tertarik untuk bekerja di Ranch, saya menanyakan dua pertanyaan diagnosa ini padanya. Saya tahu dia baru saja menghabiskan 4 tahun ini pelayanan di gereja dan mengambil sekolah jurusan keagamaan di sebuah perguruan Baptis yang terkenal. Ketika saya menanyakan kedua pertanyaan tersebut, saya mendapat jawaban yang sama dengan jawaban diaken tersebut. Dia dengan jelas yakin bahwa harapannya terhadap surga berdasarkan atas apa yang dia lakukan atau yang tidak dilakukannya dalam hidupnya. Yesus sama sekali tidak disebutkannya.

Pembenaran diri merupakan masalah yang meluas di antara mereka yang mengaku Kristen. Banyak orang beranggapan bahwa keselamatan mereka bergantung pada diri mereka sendiri. jangan berbuat kesalahan ; Alkitab berkata keselamatan kita bergantung sepenuhnya pada Yesus. Di mana Letak Kepercayaan Anda?.

*****​
 
***

"Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh."
Yohanes 3:6

4
Lahir Dua Kali


Saya di besarkan dalam keluarga hamba Tuhan. Ayah saya adalah seorang luar biasa yang takut akan Tuhan, dan melayani Tuhan dengan sepenuh hati. Orang tua saya membuat saya bertumbuh dengan pengertian bahwa firman-Nya benar, bahwa ada sesuatu yang begitu jelas mengenai hal-hal yang benar dan salah, dan ada konsekuensi dari segala perbuatan kita: dan orang tua saya berusaha keras untuk hidup sesuai dengan apa yang mereka ajrkan pada kami.

Sebagai seorang anak TK, saya berdoa untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat saya. saya sedang tetidur sendirian di kamar saya ketika tiba-tiba saya tersentak bangun dengan pikiran yang mengerikan, "Aku tidak pernah benar-benar meminta Yesius menyelamatkanku. Jika aku mati malam ini, aku pasti masuk neraka." Saya sudah diberitahu bahwa Yesus mati tersalib untuk menebus dosa-dosa kita, Dia bangkit dari kematian dan Dia hidup kembali dan berada di surga dan suatu saat Dia akan kembali, dan saya memercayai semua hal tersebut. Tetapi, saya tidak pernah secara pribadi bertindak sesuai dengan hal ini. saya tidak pernah masuk ke dalam hubungan pribadi dengan-Nya. saya tidak pernah memberi tanggapan terhadap kebenaran yang sudah saya dengar. Saya hanya meletakkannya di pikiran saya dan tidak menolak segala hal-hal yang benar ini.

Mungkin kelihatan ekstrem bagis eorang anak kecil, saya tahu saya selayaknya masuk neraka. saya berdoa, "Yesus, kumohon ampunilah akau atas segala dosa-dosaku. Masuklah dalam hatiku dan selamatkanlah aku, amin.

Dengan cara yang mungkin terdenagr menggelikan, saya memberi tahu orang tua saya keesokan paginya,Sepanjang tahun ini, aku sudah mengenal Allah, tapi aku tidak pernah meminta Yesus masuk ke dalam hatiku, mengampuni dosaku, dan menyelamatkanku. Jika aku mati, aku pasti akan masuk neraka."


Saya tahu banyak orang telah mendengar berita keselamatan dan percaya kepada kebenaran itu, tetapi mereka tidak pernah bertindak atas kebenaran tersebut. Mereka tidak pernah mengambil tindakan atas undangan penuh anugerah untuk mengenal Dia secara pribadi dengan masuk kedalam hubungan kepercayaan Pribadi Denagn Dia. Mereka tidak pernah meminta Yesus untuk menyelamatkan mereka. Bahkan sebagai anak kecil, saya menyadari kalau saya tidak melakukan hal ini. Saya tahu tidak cukup hanya mengetahui apa yang saya tahu. Saya mengerti bahwa saya harus merespon undangan Allah: jadi, saya berdoa dan meminta Dia untuk menyelamatkan saya.

Saya memberitahu orang tua saya keesokan paginya apa yang sudah saya lakukan dan mengapa saya melakukannya. Mereka meminta saya memberitahukan hal tersebut berulang-ulang kepada saudara perempuan saya dan saudara laki-laki saya, para sepupu, dan teman-teman saya, sehingga hal tersebut tetap saya ingat dengan jelas sampai hari ini.

Ketika saya berdoa sebagai seorang anak, saya diselamatkan. Sebuah transaksi kekal terjadi. saya bertindak,dengan anugerah Allah, dan menaruh kepercayaan saya padaNya- tidak kepada segala hal yang saya perbuat, tapi di dalam Dia. Dia adalah harapan saya atas kehidupan yang kekal.

Empat pulu tahun sudah berlalu, tapi saya masih memiliki kepercayaan yang sama mendasarnya sebagaimana sebelumnya. Dan, di luar kegagalan-kegagalan saya dan seluruh waktu-waktu saat saya lupa dengan hal itu dan mengalihkan pandangan saya dari upah yang tersedia, Allah dengans egala kemurahan-nya tetap setia. Dia tidak pernah gagal. Dia tetap menarik saya kembali kepada-Nya dan mengingatkan saya bahwa saya adalah milik-Nya.

Saya bukan menjadi Milik-Nya karena dengan berhati-hati mematuhi hukum-hukum-Nya; saya menjadi milik-Nya karena Dia menciptakan, membebaskan, membujuk, dan menenagkan saya, menarik saya mendekat pada-Nya, memberi saya kapasitas/kemampuan untuk percaya pada-Nya. Saat saya percaya kepadaNya, saya masuk kedalam hubungan perjanjian kekal yang tidak akan pernah terputus. Saya milik-Nya dan menjadi milik-Nya kekal selama-lamanya. Hal ini sepenuhnya karena Anugerah-Nya.

Telah ada dan akan terus-menerus ada masa-masa sulit saat saya mengikuti Dia; Pasti akan ada kesulitan-kesulitan di jalan yang harus kita tempuh. Tetapi, Yesus telah memberitahu kita ".... dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Berkata bahwa kita percaya Yesus bukanlah bukti keselamatan kita. Setan dan Iblis percaya pada Yesus. Mereka tahu dengan tepat siapa Dia dan apa yangs udah Dia kerjakan di kayu salib. Mereka tahu Dia hidup, dan mereka mengenal Alkitab dengan sangat baik. Tapi Iblis gemetar ketakutan karena mereka tidak diselamatkan. Mereka akan menghabiskan kekekalan di neraka.

Kita harus melakukan lebih daris ekadar percaya; kita harus meminta Yesus menyelamatkan kita. Ketika Dia menyelamatkan kita. Roh Kudus-Nya datang untuk tinggak di dalam hati kita. Kemudian, kita akan mendapat kekuatan untuk menaati perintah-perintah-Nya.

Siapa yang percaya kepada Yesus memiliki Bapa di surga. Dia mengasihi kita dan menginginkan persekutuan dengan kita. Doa menumbuhkan hubungan yang intim dengan Bapa kita. Doa bukanlah sesuatu untuk mengambil perhatian atau membohongi Allah dengan kehidupan kita yang bagus atau ide-ide yang cemerlang. Doa bukan sekadar melakukan apa yang kita mau lakukan untuk membuat Tuhan melakukan apa yang kita mau DIA lakukan bagi kita. Doa adalah sesuatu yang olehnya kita akan bertumbuh lebih kuat dan berjalan lebih dalam kepada hubungan terpenting dalam kehidupan kita. Doa adalah berkomunikasi dengan Allah, Bapa kita di surga.

Untuk memulai hubungan pribadi ini, kepercayaan kita harus sepenuhnya bersandar pada Dia. Dia telah membuka jalan bagi kita untuk masuk ke dalam HadiratNya melalui pengorbanan kematian-Nya di kayu Salib.

Kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga Allah adalah hasil sepenuhnya dari Anugerah Allah. Tidak ada satu pun dari kita yang cukup baik untuk mendapatkan kasih dari Allah dan pengampunanNya. Kita semua telah melakukan hal-hal yang kita tahu adalah salah. Kitatealh gagal melakukan apa yang kita tahu seharusnya kita lakukan. Tetapi, Allah menawarkan pengampunan dan satu permulaan yang benar-benar baru melalui hadiah-Nya bagi kita, Yesus Kristus anak-Nya.

Dimana letak kepercayaan Anda? Apakah Anda telah lahir baru ke dalam keluarga Allah? Apakah Anda masih berharap untuk mendapat kasih Allah melalui usaha Anda? Pernahkah Anda meminta bApa untuk mendapat Roh Kudus-Nya? Apakah Anda Percaya Yesus?
****​
 
***

"Semua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "Ya, abba, ya Bapa! Roh itu bersaksi bersama-sama denagn roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerima-Nya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."

Roma 8: 14-17


5

Siapa Lawan Bicara Anda?

Apakah Anda pernah tidak berhasil menunjukkan penghormatan yang semestinya pada Ayah Anda ketika masih kecil? Apa ayah Anda bertanya, "Kamu pikir kamu sedang berbicara dengan Siapa?

Saat kita sedang membahas doa, kita sepatutnya bertanya pada diri sendiri pertanyaan yang sama:" Kamu pikir kamu sedang berbicara dengan siapa?

Satu kali saya pernah mendengar seorang diaken berdoa, "Tuhan, jika ada sesuatu yang bisa engkau lakukan tolong lakukan yang terbaik." Ini merupakan doa yang keluar dari hati, jujur, tapi tidak diragukan lagi menunjukkan kurangnya pengertian tenatng Siapa Allah itu. "Tuhan, jika ada sesuatu yang bisa Engkau lakukan, tolong lakukan yang Terbaik?"

Allah bukanlah seorang paman yang sibuk dan baik hati dimana kita bisa datang sekali waktu ketika masalah kita tidak tertahankan lagi: "Eh, aku perlu bantuan. Aku tidak tahu apakah kamu bisa menolongku atau tidak, tapi jika ada yang kau bisa lakukan....Silahkan lakukan yang terbaik. Kalau ini tidak terlalu menyenangkan, aku hargai setiap pertolongan yang dapat kau berikan padaku."

Ini adalah cara beberapa orang berdoa, karena ini adalah cara bebrapa orang memandang Allah. Kita tahu lebih baik dari pada ini. Allah memiliki kekuatan. Allah memiliki kuasa tak terbantah. Jadi saat kita berdoa, kita berbicara pada seseorang yang mampu melakukan segalanya lebih dari apapun yang dapat kita bayangkan. Kemampuan Allah tidak terbatas.

Mungkin masalahnya, bukan karena kita tidak beranggapan bahwa Allah cukup kuat; tapi karena kita tidak merasa benar-benar terhubung denganNya. Kita tidak merasa diri kita sebagai anak-anakNya yang sah, dikasihi tanpa syarat!

SAYA SEDANG berbincang-bincang dengan seorang mahasiswa yang berusaha mempertahankan bebrapa pendapatnya, termasuk pendangan sehubungan dengan penciptaan dan evolusi. Saya tidak bertemu dengannya selama bertahun-tahun, tapi saya tahu bahwa dia dibesarkan dalam keluarga yang sangat konservatif. Saat ini, saya melihat bahwa dia sedang berjuang untuk memutuskan mana yang akan ia percayai. Ia tidak bisa lebih lama lagi menerima tradisi dan dogma dengan mudah karena ia selalu diajarkan untuk memercayai hal-hal tersebut.

Ia berkata"Saya ingin memercayai apa yang saya percaya karena saya sendiri memercayai itu, Bukan karena orang lain mengatakannya pada saya bahwa saya harus memercayainya."

Saya berkata , " Bagus! Saya tidak yakin Anda harus percaya segala sesuatu yang diajarkan pada Anda selama Anda di besarkan. Tetapi Anda perlu hukum dasar bagaimana Anda akan memutuskan apa yang Anda benar-benar percayai"

"Saya ingin memercayai segala hal, karena saya memercayainya"

"Itu bukan dasar yang cukup untuk menentukan apa yang benar. Memercayai bahwa saya adalah Napoleon, tidak membuatnya jadi seperti itu. Bahkan jika saya benar-benar memutuskannya dan yakin akan kepercayaan ini, saya benar-benar keliru. Satu-satunya alasan untuk percaya bahwa suatu hal benar adalah karena hal tersebut memang benar."

Saat kami mendiskusikan pendapat Alkitab tentang penciptaan dan apakah dunia dijadikan dalam waktu manusia, saya harus mengatakan yang sebenarnya, "Saya tidak berada di sana saat Tuhan menciptakan Dunia. Saya tidak tahu persis bagaimana hal itu terjadi. saya tahu apa yang dikatakan Alkitab. Saya yakin bahwa pendapat alkitabiah itu benar. Tetapi, ada bebrapa hal yang tidak diperinci dalam alkitab.

Saya dapat membuat sanggahan-sanggahan alkitabiah untuk menunjang teori enam hari kali dua puluh empat jam, tapi saya juga dapat membuat sanggahan alkitabiah yang emmbuktikan bahwa kita tidak harus percaya bahwa Dunia dijadikan dalam waktu enam hari penuh secara literal.Ada hal-hal yang tidak dpat diketahui berdasar pengajaran alkitabiah, karena Tuhan memilih untuk tidak menyatakannya kepada Kita."

Saya bertanya pada anak muda ini, "Apa masalahnya dengan enam hari kali dua puluh empat jam?" Tuhan menciptakan beberapa hal yang terlihat sudah berumur. Tuhan menciptakan beberapa benda yang sudah dewasa penuh. dia menciptakan pohon dengan kemampuan berbuah sesuai dengan jenisnya. Dia menciptakan pria dan wanita, dan mereka tidak muncul dalam bentuk embrio atau zigot. Dia menciptakan mereka dalam bentuk manusia dewasa sepenuhnya, memilki penampilan yang dewasa dan ebrumur. Ide bahwa Tuhan menciptakan benda-benda dalam keadaan sudah besar atau bertumbuh bukanlah hal yang sulit sepanjang kita tahu tentang kehidupan dan bumi dan penciptaan.

Waktu bukan merupakan masalah saat Anda berhubungan dengan Allah yang nyata dan kekal itu. Lupakan bagaimana Anda mengartikan Kitab kejadian pasal pertama, tetapi kenyataannya bahwa Allah menciptakan segala sesuatu benar-benar tidak salah. Sekali hal ini dinyatakan,selebihnya menjadi lebih mudah dan terhubung tanpa syarat.

Lebih jauh lagi dalam doa, seringkali kita gagal menyadari bahwa kita sedang berbicara dengan Allah pencipta kita. Dia lebih besar daripada apa yang bisa dipahami pikiran kita. Kita perlu menyadari kehadiranNya sebagai Allah yang menakjubkan dan Kudus.

Kalau saya dengar orang berkata, "Ya saya percaya seseorang di atas sana menyukai saya," atau "orang besar diatas sana mencari-cari saya," kelihatan kalau orang-orang ini tidak mengenal Tuhan yang ada di Alkitab.

sebagai anak kecil, saya sadar bahwa ada perbedaan antara ayah saya dan Tuhan. Sejauh saya bisa mengingat dan melihat ke belakang, saya melihat sendiri, pria terhebat yang saya kenal sujud dengan penuh hormat. Saya dijinkan untuk tidak setuhu dengan orang tua saya, tapi jika saya tidak setuju, kata-kata pertama saya haruslah "Ijinkan saya"

Dengan melihat tindakan ayah saya saat berada dalam hadirat Allah, menjadi lebih mudah bagi saya untuk mengenali kekudusan Allah, kekuasaan, dan kekuatan-Nya. Ada rasa aman yang luar biasa saat memilki hubungan seperti ini dengan Bapa kita di dunia ini. Saya akan selalu berterima kasih pada ayah saya karena telah meinta saya dan saudara-saudara saya untuk mmeperlakukan ibu saya dan dirinya dengan rasa hormat. Hal, ini memberi saya keyakinan untuk hidup di bawah kekuasaan seseorang yang emmperoleh otoritasnya dari Tuhan.

Kadang-kadang saya kesulitan mengenali bahwa Allah yang kudus, kekal, luar biasa, dan besar ini tidak hanya mengangkat saya sebagai anaknya ke dalam keluarga surga, tapi juga menginginkan saya memanggilnya "Bapa". Hal yang sulit dibayangkan.

Saya dapat memanggil ayah saya, "Daddy", walaupun saya mempunyai rasa hormat yang besar padanya, tapi ide untuk berbicara dengan Tuhan dengan cara itu tidak mudah bagi saya. saya membaca di Alkitab berulang-ulang kali, bahwa saya adalah anak-anak Allah,"Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada Kita,s ehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia." kalau mengingat bahwa saya telah menjadi ahli waris surga bersama dengan Kristus, saya jadi sangat bergairah. Tapi bagaimanakah saya harus memanggil Tuhan saya?

Pernahkah Anda ditanya seseorang, "Saya harus memnaggil Anda apa?" orang-orang memanggil saya dengan bermacam-macam cara- Jim, Pastor Wood, Pak pendeta, Bos, Pendeta, dan amcam-macam lainnya. Bahkan ada orang yang memanggil saya Jimbo.

Salah satu teman saya, seorang Hamba Tuhan, memanggil saya Bubba. Dia melakukan itu supaya lebih akrab. Saya tidak pernah merasa diri saya sebagai Bubba. Dia satu-satunya orang yang saya kenal yang memanggil saya Bubba. Seorang teman yang sangat menyenangkan, bukan karena dia telah memnggil saya Bubba. Mungkin jika dia bertanya,"Kamu senang dipanggil apa?" saya akan menjawab, "Jim"

Allah tidak membiarkan kita bertanya-tanya tenatng panggilan kita kepada-nya yang Ia suka. Melalui penjelasan dalam Injil, Tuhan berbicara kepada Kita dengan sungguh-sungguh, "Alasan Aku melakukan apa yang Kulakukan, alasan Aku pergi sejauh yang Aku jalani, tidak ahnay sekadar agar kamu dapat menghindari masuk ke neraka. Alasan Aku menawarkan putera-Ku satu-satunya adalah karena Aku ingin kamu menjadi anak-anakKu laki-laki dan perempuan. Aku ingin kamu tahu bahwa Aku adalah Bapamu dan mengerti bahwa Aku emngasihi kamu. Aku ingin kamu datang mendekat padaKu dan menikmati pelukan-ku. Aku ingin kamu memercayaiku seutuhnya. Dan, Aku ingin kamu memanggilku Bapa."

Allah telah mmeberi kita Roh adopsi dimana kita memanggil-Nya"Abba, Bapa,. Abba adalah ekspresi paling intim daris ebuah hubungan akrab dimana seorang anak Ibrani memanggil ayahnya. Bagi sebagian besar kita, ini setara denagn cara kita menggunakan kata, "Bapa"

Saat saya membaca Alkitab tentang anak-anak Allah yang memanggil Bapa, saya berpikir, "Indah sekali. Benar-benar hebat. Allah, ini bagus sekali." Kemudian, saya berdoa dan saya terdorong keiinginan untuk memulai doa saya denagn :" O yang maha Kudus, dahsyat, penuh naugerah, Pencipta segalanya......"

Hal ini mungkin kedengarannya mengesankan bagi yang mendengar, tapi ini bukanlah bentuk penghormatan yang diinginkan Bapa kita di surga. Saya harsu bisa menentukan bagaimana mencari Allah sesuai dengan yang Dia ingginkan. Doa bukanlah tentang mempelajari bagaimana membuat susunan kalimat-kalimat yang benar agar bisa terlihat bagus di mata Tuhan. alasan yang kita butuhkan untuk belajar berbicara dengan Tuhan sesuai yang difirmankan-Nya pada kita bukanlah untuk membuat Dia mengasihi kita. Allah ingin kita memanggilnya Bapa karena Dia rindu kita bisa menikmati kasih-Nya sebagai anak-anak-Nya.

Seringkali, kita menghampiri Allah dengan pengertian yang keliru tentang suatu hubungan. Kita berfikir bahwa Kita menghormati dan bersikap sopan, kalau kita benar-benar menjaga jarak. Apa yang kita ucapkan pada Bapa adalah "Aku akan memenuhi Syarat-Mu, karena aku ingin Kau anggap baik. Aku akan mengucapkan kata-kata yang benar dan melakukan hal-hal yang benar, karena aku tidak ingin membuat-Mu jengkel. Aku tidak ingin menjadi seseorang yang membuat-Mu marah. Aku akan menunjukkan penghormatan yang semestinya kepada-Mu, tapi tolong jangan datang terallu dekat kepadaku. Engkau sangat membuat aku Takut." Kita memperlakukan Allah seperti Dia tidak bisa dipercaya.

Jika Allah berkata, "Aku ingin engkau mendekat. Aku ingin engkau memanggil-Ku Bapa." Kita harus menaati Dia. Kita harus mendekat pada Allah dan memanggil-Nya sesuai dengan yang Dia inginkan. Dia mmeberikan Roh-Nya dalam kita sehingga kita bisa berseru pada-Nya, "Bapa"!

Pengalaman Adalah Guru

Ayah saya adalah orang yang paling jujur yang pernah saya kenal,benar-benar lurus. Saya selalu bisa mengandalkan ayah saya untuk berkata sejujurnya. Saya bersyukur untuk hal ini, karena membuat jadi lebih mudah bagi saya untuk percaya Firman Allah. Ayah saya memberi contoh pada saya bagaimana rasanya memiliki seorang ayah yang selalu jujur dan bisa dipercaya. saya memiliki seorang ayah yang memutuskan untuk bersikap adil. Dia tidak selalu melakukan sagalanya dengan benar, tapi dia memutuskan untuk bertindak adil. Saya memiliki seorang ayah yang penuh perhatian. Tidak peduli apakah saya sedang diajak bergurau atau dihukum, saya selalu tahu bahwa dia mengasihi saya. dia tidaklah sempurna, tapi dia adalah seorang ayah yang baik

Saya terlibat dalam pelayanan anak-anak yang memiliki pengalaman yang sangat beragam. Saya melayani anak yang emngalami pelecehan. Saya melayani anak-anak yang mengalami penyiksaan dan penganiyaan dengan cara yang berbeda. Saya mendapati anak-anak ini jadi jauh lebih sulit belajar memercayai kasih Bapa di surga.

Saya tidak tahu bagaimana pengalaman Anda dengan Ayah anda. Saya tidak tahu bagaimana atau pakah Anda berusaha membereskan luka masa kecil, apapun itu, yang Anda miliki, tapi saya menjamin bahwa hubungan Anda dengan ayah jasmani Anda memberi dampak berarti terhadap cara Anda memandang Bapa di surga.

SAAT SUSAN dan saya baru menikah, kami bekerja sebagai orang tua sauh di tempat penampungan anak-nak di Mississipi. Salah satu tanggung ajwab saya adalah meimipin renungan keluarga bagi anak-anak laki-laki di rumah kami. saya ingin mereka belajar Doa Bapa Kami, tapi saat saya mulai doa tersebut dengan "Bapa kami", bebrapa dari anak-anak itu akan segera memalingkan wajah. Sepertinya, anak-anak ini berpikir:"Jika Allah itu seperti ayahku, tidak , ini bukan untuk aku." Karena bebrapa ayah mereka merupakan contoh yang paling buruk bagi Bapa kita di surga. Saya dan Susan harus berdoa dengan sungguh-sungguh dan rajin mengatasi penghalang-penghalang yang muncul karena pengalaman yang dimiliki orang-orang muda ini dengan ayah jasmani mereka.

Apa yang Anda lakukan jika Anda memiliki kenangan-kenangan menyakitkan pada masa kanak-kanak Anda? Bagaimana jika gambaran-gambaran Anda terhadap seorang ayah membuat Anda kesulitan memanggil Allah, "Bapa"?

Kita harus memilki gambaran yang pasti tentang apa yang disenangi Tuhan. Dimana Anda bisa mendapatkan gambaran seperti itu?

Dalam Yohanes 14, Yesus menjelaskan pada murid-murid-Nya bahwa Dia harus pergi, dan salah satu dari mereka berkata, "Tuhan tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."

Yesus melihat mereka dan berkata, "Aku sudah bersamamu sekian alma dan akmu masih belum tahu siapa Aku? Aku katakan padamu dengan sesungguhnya. jika kamu telah melihat-Ku, kamu telah melihat Bapa."

Fokus pada Yesus. Pelajari segala sesuatu yang bisa Anda pelajari tentang Dia. Ingat firman-Nya dan renungkanlah. Saat Anda memandang Yesus melalui halaman-halaman Alkitab, Anda akan mulai melihat Tuhan dengan cara yang tidak dapat Anda lihat di tempat-tempat lain. Saat Anda mulai menemukan seperti apa Yesus dan pengorbanan yang rela Dia kerjakan untuk Anda, maka Anda akan melihat mendapat pengertian baru tentang hati Bapa. Dan, Anda akan menemukan ada SATU orang yang bisa Anda percaya sepunuhnya. Yesus tidak pernah menyakiti Anda. Dia tidak pernah meninggalkan atau menolak Anda.

Apakah Anda berdoa? Menurut Anda dengan Siapa Anda berbicara?

****​
 
"....Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus iklas dan keyakinan iman yang teguh....."
Ibrani 10:19-22

6

Semakin Mendekat

Putra saya yang tertua, Paul, lahir dengan spina bifida (Kelainan pada rangka sumsum tulang belakang) dan dioperasi berkali-kali. Beberapa dari operasi ini diperlukan untuk menyelamatkan hidupnya, beberapa dilakukan untuk memberinya kehidupan yang lebih baik, dan beberapa merupakan operasi percobaan untuk keperluan pengembangan teknik baru.

Selama bertahun-tahun sebelum kelahiran Paul, sebagian besar anak-anak dengan kondisi ini meninggal sewaktu masih kecil. Saat dia lahir, dokter-dokter telah belajar bagaimana untuk menyelamatkan hidup bayi-bayi ini, tetapi mereka baru mulai mengembangkan rencana pengobatan jangka panjang.

Kami berada pada masa-masa awal prosedur cara pengobatan baru dengan Paul, mencoba hal-hal yang dirasa dokter-dokter itu menjanjikan, tapi belum ada standar pengobatan yang sudah ditetapkan.

Paul belum cukup besar untuk berbicara atau memberikan pendapatnya saat bebrapa keputusan harus dilakukan sejalan dengan keperluan operasi.

Kami diberitahukan bahwa Paul akan mendapat kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan berat badan dan pengembanagn fisik jika akmi9 mengijinkan dokter yang mengoperasi Paul mematahkan tulang-tulangnya, mengergaji ruas-ruas tulang tersebut, dan memindahkan otot-ototnya. Hal ini mmebuat dia harus berada dalam keadaan tubuh yang aneh dan tidak menyenangkan selama selang beberapa waktu. Selain itu juga diperlukan waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun untuk emlakukan terpi fisik yang intensif dengan kemungkinan yang terbatas bahwa operasi ini bisa sukses. Tujuannya merupakan hasil jangka panjang bagi Paul.

Ini merupakan keputusan yang benar-benar sangat berat bagi kami. Sangat tidak mudah. Seringkali, setelah berkonsultasi dengan para dokter ternama dan banyak doa, kami menyimpulkan bahwa Tuhan sedang berkata pada kami, "Lakukan operasi." Maka, kami pun setuju dengan operasi.

Kemudian, ketika para dokter dan ahli terapi tubuh datang untuk berlatih dengan Paul, dia akan melihat saya sambil menangis, meminta saya untuk menghentikan rasa sakitnya. Saya tahu harapan terbaik bagi masa depannya adalah dengan membuat saya membiarkan mereka menyakiti dia, saat mereka berusaha membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik baginya. Mengijinkan orang-orang asing ini mendatangkan rasa sakit atas putera saya merupakan hal terberat yang saya lakukan.

Satu ahri, saya sedang mengemudi di ajlan tol di sekitar Boston, dalam perjalanna saya mengunjungi Paul di rumah sakit sebelum menjalani salah satuoperasinya. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh, "Allah, Engkau tahu satu-satunya alasan bagiku mengijinkan hal ini adalah karena aku mau dia menderita untuk membuat hidupnya menjadi lebih abik."

Allah berbicara dalam hati saya, "Aku membiarkan putera-Ku menderita dan mati, bukan untuk keuntungan-Nya, tapi bagi kamu semua."

Saya harus menepikan mobil dan menangis, saat pengaruh dari kebenaran ini terjadi. Saya sebelumnya tidak pernah mendapat kesimpulan tentang apa yang harus di tanggung Bapa untuk mengasihi saya seperti cara saya mengasihi putera saya. Saya tidak akan pernah, dalam berjuta-juta tahun yang lalu, mengijinkan putera saya mengalami apa yang dialaminya sekarang ini untuk kebutuhan orang lain. Tidak akan pernah!

Saya dapat melihat Yesus dan mengerti mengapa Bapa mengasihi-Nya. siapa yang tidak akan mengasihi Yesus? Tapi, untuk menyadari bahwa Bapa mengijinkan Dia melewati apa yang Dia jalani Karena Dia mengasihi sayamenghetakkan saya dengan cara yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Saya menyadari bahwa Allah benar-benar mengasihi saya. Dan ini yang Allah kayakan kepada Saya, "Saya ingin kamu mengenalku sebagai Bapamu ."

Kehidupan Paul sulit, dia bertumbuh bersama semua operasi-operasi, prosedur, rutinitas dan segala hal yang berhubungan dengan spina bifida. Seringkali, hubungan saya dengan Paul telah emnajdi hubungan yang tersulit dibanding dengan tiga putera saya yang lain.

Selama bertahun-tahun, Paul merupakan anak yang paling sulit saya peluk. Dia menerima perhatian saya, tapi dia tidak begitu antusias dengan hal tersebut. dia mmepunyai masalah untuk memercayais aya, dan saya harus bekerja lebih keras untuk menyatakan kasih sayang saya padanya.

Saya menyadari sekarang bahwa, sebagai anak semuda dia, dia benar-benar ingin saya ikut campur tangan saat ahli-ahli pengobatan, yang asing baginya, membuat dia kesakitan; tapi saya berada disana dan tidak bertindak. Saya tahu mereka ada disana untuk membantunya, tapi Paul tidak dapat memahami. Saya berada di sana, bukan bertahan melindunginya, tapi untuk memberinya ketenangan.

Paul harus bekerja keras secara khusus untuk melupakan kepahitan yang dia rasakan, sebagi hasil dari perasaan dikhianati. Saya tidak bisa membyangkan untuk mengasihi Paul lebih dari saya mengasihinya sekarang. saya merasa tidak mungkin untuk mengasihi anak lain lebih dari saya mengasihi Paul.

Putera saya yang lainnya selalu senang dipeluk dan diciumi. Selama bertahun-tahun, saya rindu Paul datang pada saya, melingkarkan lengannya kepada saya dan menerima luapan cinta saya kepadanya. Hanya saat dia telah bertumbuh menjadi laki-laki muda dan kami banyak berbincang-bincang, seringkali dengan air mata, dia mulai memercayai hati saya. Selama ini dia sellau menunjukkna rasa hormat dan cinta pada saya, tapi sangat sulit baginya untuk mengungkapkan rasa sayangnya. Saya percaya ini merupakan jawaban luar biasa dari doa yang membuat hubungan kami meningkat.

Salah satu anugerah yang Allah berikan bagi kami melalui anak-anak kami adalah cerminan hubungan kami dengan Dia. Saat saya berjuang untuk membantu, Paul belajar memercayai saya dan berusaha untuk sabar, bukanlah memaksa dia untuk mengespresikan cintanya dengan cara-cara yang mungkin tidak apa adanya, saya menangkap satu pesan tentang kesabaran Allah terhadap saya. Bapa saya di surga bisa dipercaya sepenuhnya dan tidak pernah gagal melakukan yang terbaik. Namun, saya juga sering merasa Frustasi pada masa-masa menyakitkan saat Allah tidak melakukan apa yang saya inginkan.

Salah satu hasil yang saya dapatkan adalah saya harus belajar untuk mengesperikan perhatian saya kepada Allah berdasarkan apa yang saya ketahui, bukan hanya berdasarkan apa yang saya rasakan. Perasaan bisa menyesatkan! Kebenarannya adalah bahwa Tuhan mengasihi kita, bahkan pada saat kita tidak mengerti jalan-jalan-Nya.

Saya berharap pengalaman saya tidak seperti pengalaman Anda. Kita semua mengalami kesakitan melalui cara-cara yang berbeda dalam hidup dan kita seringkali tidak mengerti perasaan sakit itu. Kita mendapati diri kita gagal memrcayai Allah di tengah penderitaan. Bapa kita di surga memanggil melalui Roh Kudus-Nya, berkata,"Percayalah padaKu. Aku ingin engkau mendekat pada-Ku. Aku ingin engkau mengenal kasih-Ku." Apakah Anda akan datang mendekat, menerima kasih-Nya, dan memanggil-Nya Bapa?

****​
 
" Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan."

1 Timoutius 2:8

"Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu."

Mazmur 63:5

7

Menyembah Bapa Kita


Ketidak berhasilan kita untuk memercayai Allah memiliki dampak pada cara kita mengekspresikan diri dalam doa dan penyembahan. Yesus berkata,"....Bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyebah demikian. Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Kita semua mempunyai tingkatan yang berbeda dalam hal ketidaknyamanan untuk menunjukkan rasa sayang kita dan memulai keintiman. Bagaimana keinginan Allah pada kita untuk mengekspresikan diri kita pada Dia? Apakah Dia mmeberitahu kita melalui Alkitab?

Sebagai seorang anak kecil, saya dilatih untuk bersikap sopan di gereja. saya ingat saat saya berumur kira-kira 7 tahun, duduk dalam sebuah kebaktian dan dengan diam-diam menatap keatas menghitung jumlah lampu di langit-langit gedung, karena pengkotbah tamu tidak menarik bagi saya. Saya mendengar bisikan kuat, "Jangan lakukan itu!"

Saya berusaha untuk patuh, tetapi dalam waktu singkat pikiran saya berkeliaran lagi dan saya melakukan hitungan-hitungan matematika. Kembali, ayah saya berbisik, "Jangan lakukan itu!" saat ketiga kalinya ayah saya harus memperingatkan saya, Dia mengingatkan saya dengan keras, "Orang akan mengira ada yang tidak beres dengan kamu."

Pesan yang ingin disampaikan adalah saat di dalam gereja, Anda harus duduk dengan kedua tangan berada dis amping dan menatap langsung ke pengkhotbah. Saya jadi pintar dalam hal ini. Pikiran saya bisa mengembara berjuta-juta mil jauhnya, tapi kedua tangan saya berada di samping saya dan mata saya tertuju pada pengkhotbah.

Kemudian, saat saya berusia 10 tahun saya berada di sekitar orang yang mneyembah Tuhan dengan cara yang berbeda. Bukannya menyanyikan lagu-lagu himne, mereka menyanyikan lagu-lagu langsung dari Alkitab. Salah satu favorit saya adalah, "Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. demikianlah aku mau Memujikan Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Saat mereka menyanyikan lagu ini, mereka akan benar-benar melakukan apa yang tertulis dalam ayat tersebut dan mengangkat tangan mereka pada Tuhan. Saya benar-benar merasa tidak nyaman saat mereka melakukan hal ini. Bagi saya, hal ini kelihatan sangat asing.

Mengingat itu semua, saya menyadari bahwa di seluruh Amerika, kalau seorang anak menghampiri ibunya atau bapaknya karena ingin dipeluk, karena secara insting mengangkat kedua tangan mereka di atas. Kalau kita pergi ke belahan dunia yang lain, ketika melihat anak-anak menghampiri orangtuanya minta disayang, mereka akan mengangkat kedua tangannya ke atas. Secara universal, anak-anak mengangkat kedua tanganya ke atas.

Saat sebuah senjata diarahkan pada seseorang, mereka akan mengangkat kedua tangannya ke atas. Ini sangat universal, tanda menyerah secara insting. Orang tidak perlu diajar untu melakukan hal ini. Hal ini datang dengan sendirinya.

Alasan kita tidak mengangkat kedua tangan dalam pujian kepada Tuhan adalah karena kita tidak diajar untuk melakukannya. Saat kita masih anak-anak, kita tidak akan mempunyai masalah dengan penyembahan alkitabiah, termasuk bertepuk tangan, bersorak gembira, dan mengangkat kedua tangan kita. Tapi kita menjadi semakin tu, pintar, canggih, dan tidak tergoyahkan. Kita menghabiskan masa kanak-kanak kita dikelilingi pola teladan yang memiliki masalah yang sama. Kita lebih peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain daripada apa yang dipikirkan Allah, sehingga kita tetap meletakkan tangan di samping dan pikiran-pikiran kita lebih sering berada dalam kekuasaann diri kita sendiri daripada berada dalam kekuasaan diri kita sendiri daripada berada dalam penguasaan Allah.

Setelah mendengar lagu tersebut beberapa kali, saya ingat ketika untuk pertama kalinya saya mau membalikkan telapak tangan saya di atas pangkuan saat saya menyanyi, "Kasih setia-Mu lebih dari hidup... aku menaikkan tanganku demi nama-Mu." Telapak tangan saya berkeringat, tapi karena saya sudah membalikkannya di atas pangkuan saya, saya merasa seolah-olah saya sudah bertumbuh dalam anugerah. Dan, memang demikian. Setelah bebrapa minggu, saya mampu membelokkan siku saya. akhirnya, saya dapat mengangkat kedua tangan saya dalam pujian dan penyembahan yang sesungguhnya.

Sementara itu, saya telah mempelajari ayat-ayat Alkitab untuk meyakinkan bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang aneh atau cara-cara Perjanjian Lama di amna saya melibatkan diri ke dalamnya, saya dapati Rasul Paulus dalam Perjanjian baru berkata,"Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci tanpa marah dan tanpa perselisihan." Saya di teguhkan bahwa apa yang diinginkan Allah lebih penting dari segala hal yang saya lakukan dengan nyaman. Paulus tidak mengijinkan penyembah-penyembah untuk mengangkat tangan kepada Tuhan begitu saja; dia menganjurkan sikap seperti ini.

Jika anda tidak bisa menunjukkan cinta yang dalam kepada Allah di depan umum, Anda perlu mendekat kepada-Nya secara pribadi dan belajar untuk mengekpresikan cinta Anda. Belajarlah untuk mengangkat tangan kepada Tuhan di kamar tidur pribadi, kamar mandi, atau ruang ganti Anda. Kita perlu mengalahkan sifat Sifat menahan diri saat kita mmepersembahkan kurban pujian bagi Bapa kita seperti yang diinginkan-Nya, hanya Dia yang layak. dia layak menerima segala hormat dan pemujaan kita.

Mulailah melakukan apa yang Allah firmankan yaitu apa yang Dia ingin Dilakukan anak-anakNya. Angkat tangan Anda ke atas secara pribadi dan panggil Dia, "Bapa!" Akhirnya, hal ini akan menjadi biasa dalam penyembahan umum. Bapa di surga mengasihi Anda . Dia mengasihi Anda lebih dari yang bisa Anda bayangkan. Dia ingin Anda belajar untuk mengekspresikan penerimaan kita saat kita merespon kasih-Nya. Hal ini bukan sekadar satu sikap yang Alkitabiah ; diam dan berteriak, bertepuk tangan, dan mengangkat tangan, berlutut dan membungkuk, dan berdiri dalam Hadirat DIA yang layak. Apa Anda ingin mmepersembahkan jenis penyembahan kepada Allah seperti yang Yesus katakan bahwa penyembahan ini yang dicari Bapa? Anda siap mempraktikannya?

****​
 
***

" Karena itu berdolah demikian; Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yangs ecukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat.[Karena engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampais elama-lamanya. Amin.]"

Matius 6;9-13

8
Contoh Doa

Kehidupan doa yang sehat akan memperlihatkan karakter tertentu.Penghormatan, penyerahan diri, dan ketergantungan merupakan awaldari sebuah kehidupan doa yang sehat. Karakter-karakter ini menunjukkan adanya persekutuan yang sebesar-besarnya dengan Allah.

Penghormatan ada di jantung keiistimewaan doa. Pada satu sisi, Yesus menyuruh kita untuk memanggil Allah, "Bapa kami," tetapi selanjutnya, Dia langsung memperingatkan kita untuk tidak melupakan bahwa Bapa yang penuh kasih ini adalah Allah yang maha besar, kudus, dan kekal,"Dikuduskanlah nama-Mu

Saat kita berdoa, kita menikmati persekutuan akrab dengan Bapa kita dalam konteks penghormatan yang Kudus bagi Allah pencipta kita. Dia ingin kita untuk Dekat dengan-Nya, tanpa melupakan siapa Dia-Allah yang berdaulat atas semeesta alam!

Allah bukanlah "Laki-laki yang berada di atas sana", yang melakukan kegiatannya dengan setengah sadar akan adanya kita di bumi. Kita tidak bisa membawa Allah ke sana sini dalam saku kita seperti sebuah liontin keberuntungan, mengharapkan Dia untuk siap dan mau memberikan perlindungan dan belas kasihan sesuai dengan yang dibutuhkan. Allah bukan pembantu kita yangs iaps edia melakukan permintaan-permintaan kita saat kebutuhan pribadi kita muncul.

Yesus mengajar kita untuk berdoa,"Dikuduskanlah nama-Mu," Nama Tuhan harus Dikuduskan karena Dia-lah Allah yang sebenarnya. Keintiman tidak terjadi dengan sesungguhnya kecuali kita tahu dengan siapa kita mencari keintiman itu. Kita mencari keintiman dengan yang berdaulat dan satu-satunya Tuhan atas surga dan bumi. Oleh sebab siapa Allah itu, penyanjungan merupakan hal penting bagi keistimewaan doa

Jika kita mau berdoa, kiat harus berdoa dengan cara yang Yesus ajarkan pada kita untuk berdoa:"Datanglah kerajaan-Mu." Kita berdoa, bukan meminta Allah melakukan kemauan kita, tapi mempersembahkan diri kita sendiri untuk melayani Dia.

Perbedaan antara penyembahan dan ilmu sihir, antara Doa dan pemujaan berhala, dan antara iman dan harapan yang terpikirkan adalah:siapa yang memiliki wewang?" Bila kita mau belajar rahasia doa yang penuh kuasa, hal tersebut diawali dengan menikkan keingginan kita kepada Allah Penyerahan diri merupakan hal yang diperlukan pada keistimewaan doa.

Yesus mengajarkan kita untuk bergantung pada-Nya dalam segala keperluan kitas ehari-hari:"Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." Allah juga mau kita bergantung padanya sekarang juga. Dia ingin kita memercayai-Nya dengan keperluan-keperluan mendesak kita. Contoh doa Yesus ini diambil dari Amsal pasal 30, yang berbunyi:"Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. supaya, kalau aku kenyang aku tidak menyangkal-Mu dan berkata; Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri,d an mencemarkan nama Allahku."

Penting untuk dicatat bahwa Yesus mengajarkan berdoa ini pada orang-orang yang tidak kelaparan. Murid-murid-Nya merupakan pengusaha ikan yang tahu bagaimana mencari nafkah. Namun, Yesus ingin mereka mengembangkan satu sikap bersyukur atas berkat Allah dalam kebutuhan-kebutuhan setiap hari.

Ketika kita mulai melihat setiap makanan kita sebagai sebuah jawaban doa, Hal ini akan jadi kesempatan bagi kita untuk berterimaksih. kita tidak meminta Allah untuk memnuhi apa yang kita perlukan sampai dua belas tahun yang akan datang. Tidak ada masalah bagi Dia untuk mlakukan hal ini, tetapi Allah menginginkan hubungan setiap hari dengan kita. dia ingin kita mengenalnya sebagai Jehova Jireh penyedia kita, sepanjang hari,s etiap harinya. Allah sangat gembira memenuhi segala kebutuhan kita bahkan untuk kebutuhan kita yang paling tidak berarti dari waktu ke waktu

Yesus mengajar kita untuk bergantung padaNya juga kemurahan-Nya untuk masa lalu kita. Hal ini selanjutnya yang akan kita doakan adalah:"AMpunialh kami akan kesalahan kami."

Susan dan saya mmepunyai kesempatan untuk makan siang bersama dengan seorang wanita Kristen yang terkasih dan telah dibebaskan dari kesalahan. dia melakukan tiga kali aborsi pada masa lalunya dan tahu akan keadaan standar hidup akmi yang kuat. Setiap kali berada di dekat kami hal itu menggangunya, dia tidak marah terhadap pandangan kami bahwa aborsi itu secara moral salah-tapi karena sebagai seorang kristen baru, dia benar-benar muak dengan dosa masa lalunya. Dia infin tahu apa yang bisa diperbuatnya sekarang.

Kami bersuka cita bisa berbincang dengan dia tentang apa yang sudah dibereskan oleh Bapa di surga. Allah telah menebus masa lalu kita, apapun yang sudah kita lakukan, apapun kesalahan yang kita perbuat, apapun dosa yang mengerikan yang kita jalani.

Yesus mengajar kita untuk berdoa,"Ampunilah kami akan kesalahan kami." Dia tidak menyuruh kita untuk berdoa, "Mari kita selesaikan sesuai kehendak-Mu Allah. Mari kita membuat perhitungan. Tolong, bisakah kita melakukan hal-hal ini bagi-Mu. Lepaskan aku dari setiap konsekuensinya dan aku akan menyerahkannya pada keputusan-Mu Allah."

Melainkan, Yesus berkata kta harus belajar untuk bergantung pada kemurahan Allah. Dia ingin kita mencari pengampunan yang sederhana. Yesus rela mati di kayu salib untuk memungkinkan hal ini bagi kita. Melakukan pengampunan bagi kita sangat mahal harganya bagi Yesus. Karena Dia, kita dapat bergantung sepenuhnya pada anugerah Allah agar Dia membereskan segala sesuatu pada masa lalu kita---segalanya! semakin dalam kita mengerti hal ini, kehidupan doa lita akan semakin bersungguh-sungguh. Kita akan jatuh cinta lebih dalam dan dalam lagi dengan DIA yang mengasihi kita lebih dahulu.

Yesus menyuruh kita untuk bergantung pada Allah untuk masa depan kita:" janganlah membawa kami ke dalam percobaan," Dengan kata lain kita berkata," "Allah Engkau tahu apa yang ada di luar sana; sementara kami tidak. "Engkau tahu apa yang akan kami hadapi, kami tidak. kita harus bergantung pada Allah untuk masa depan kita, kita bisa menghadapi hari-hari yang tidak menentu dengan penuh keyakinan. kita tahu, saat kita lemah, Dai kuat.

Saat kita berdoa dengan terfokus pada Allah sebagai Bapa kita dan Tuhan yang berdaulat atas kita, kita tidak akan lebih lama lagi merasa perlu memanipulasi Allah. Kita tidak lagi perlu membuat Tuhan terkesan. jika kita emmikirkan tentang fakta bahwa Allah tahu segala sesuatunya, kita akan mengerti bahwa sia-sia usaha untuk menunjukkan sisi terbaik kita. Allah melihat sisi buruk kita juga. Allah melihat semuanya. Saat kita datang kepada-Nya, kita datang pada SESEORANG yang tahu sampai luar dan dalam kita dan tetap Dia mengasihi dan menerima kita dan ingin memberkati kita.

Kita tidak datang pada hadirat-Nya untuk berkata "Begini Allah, jika saya melakukan hal ini, akankah Engkau melakukan yang ini? Kita tidak lagi melakukan tawar-menawar,melainkan, kita akan berkata "Tuhan aku datang untuk melakukan apa yang Engkau mau aku lakukan. Memberikan segala kekhawatiran dan kebutuhanku pada-Mu, percaya bahwa Engkau memliharaku."Inilah yang diajarkan Alkitab untuk kita lakukan, "Serahkan segala khawatirmu kepada-Nya, karena Ia yang memedulikan kamu. Dia akan melakukan yang terbaik bagi segala beban kita.

SAYA SERING berfikir bahwa saya bisa menunjukkan kepada Tuhan bagaimana membuat segala hal menjadi lebih baik bagi saya; tapi sebaliknya DIA memukau saya dengan apa yang diperbuat-Nya. semua rencana-rencana saya harus disingkirkan agar Allah bisa melakukan hal-hal yang membuat saya bersukacita karena Dia tidak melakukan apa yang saya inginkan.

Yesus berkata,"Adakah seorang daripadamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meinta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Hal yang paling menakjubkan yang bisa kita minta dari Allah adalah Roh kudusNya; "Lebih lagi akan Engkau, Tuhan!" Hal ini adalah sesuatu yang benar-benar perlu kita terima. Ketika kita belajar untuk berdoa dengan cara ini, mengerti bahwa dengan suatu atau cara lainnya Allah akan lebih menyatakan diri-Nya sendiri pada kita, kemudian kita tidak akan lagi mempertahankan keinginan kita dengan cara kita sendiri. Allah mengasihi kita den mengginginkan satu hubungan sehari-hari yang intim dengan kita.

Doa bukanlah tentang membuat Allah melakukan apa yang kita ingin Dia lakukan bagi kita. Doa adalah sesuatu tentang berkomunikasi dengan Allah yang sangat mengasihi kita hingga Dia mmeberikan putera-Nya bagi kita. apa yang harus benar-benar kita lakukan adalah meiliki hubungan yang harus dipenuhi dengan rasa hormat dengan Dia, sebanding dengan keintiman kita.

Kita harus datang dengan penuh penyerahan dan bergantung pada-Nya sehubungan dengan masalah kita hari ini, masa lalu, dan masa depan kita. Kita perlu berkata," Tuhan terjadilah menurut kehendak-Mu. Aku rindu kerajaan-Mu datang. Aku ingin kehendak-Mu terjadi." Ini bukan penyerahan yang membabi buta atau pasrah terhadap takdir, ini merupakan penyerahan kasih yang total pada SESEORANG yang sudah mengasihi kita dengan kasih abadi. Keintiman seperti ini sangat istimewa. Apakah Anda sudah berserah sepenuhnya pada Dia? Apakah Anda menerima kasih-Nya dan ungkapan kasihNya kepada Anda?

****​
 
****

" Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

1 Tesalonika 5:16-18

"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia meimintakannya kepada Allah,--- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit---, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya."


Yokubus 1:5-8

9

Menemukan
Rencana Allah


K arena semua saudara-saudara saya telah dewasa dan meningalkan rumah, saya bertumbuh sebagai anak "Tunggal" sejak berusia 12 tahun . Orang tua, bibi, nenek, dan saya tinggal dalam satu rumah yang sama, jadi saya tidak pernah merasa sebagai anak piatu. Ayah saya pensiun lebih awal, meterahkan segala yang dimilikinya dalam pelayanan penggembalaan untuk merintis pelayanan orang-orang cacat dalam sebuah jemaat yang kecil. Dia memutuskan untuk memberi hidupnya dari hari ke hari bagi orang-orang lain. Bahkan setelah pensiun, dia dan ibu saya langsung terlibat dalam pelayanan masyarakat.

Salah satu pelayanan mereka adalah menjadi sukerelawan di JEC, suatu fasilitas program pemulihan dari pemerintah (Amerika) untuk anak-anak muda. Saya diberi kesempatan untuk pergi dengan mereka dan memimpin pendalaman Alkitab pada hari minggu disalah satu asrama anak-anak laki-laki. Sebagai seorang remaja, saya sangat memimpin suatu kelas pendalaman Alkitab bagi anka muda yang dikucilkan. Mengairahkan. Tapi saat saya mendapati bahwa sebagian dari anak-anak tersebut tidak melakukan tindak kriminal---mereka di penjara karena pemerintah daerah tidak mempunyai tempat lain untuk menampung mereka---saya terpukul. Tuhan memakai cerita dari dua anak laki-laki di rumah penampungan ini untuk mengubah hidup saya.

Eddie berada di sana kerena membolos sekolah, dan Steve, yang memiliki tempat tidur di sebelah Eddie, ditempatkan di sana karena membunuh ibu asuhnya. Sementara ketika saya masih berumur 15 tahun, saya tahu ada yang salah dengan situasi di mana membolos dan membunuh mendapatkan tanggapan yang sama dari pemerintah daerah.

Dengan penuh keyakinan, saya pergi menemui direktur tempat pemulihan, Bapak Ed west. "Pak West, saya mengerti mengapa Steve perlu berada di tempat ini. Dia membunuh ibu sauhnya. Tapi mengapa Eddie harus ditahan? Kenapa di atidak ditempatkan di Presbyterian Childrens Home (Panti Asuhan Presbiterian) di seberang jalan?"

Pertanyaan bagus, kata pak West, "tapi sebaiknya kamu menengar jawaban Don Mckenzie." Jadi, saya membuat janji dengan Pak Mckenzie, direktur Panti Asuhan Presbiterian. Ayah saya mengantar saya ke sana dan menunggu selama saya berbicara dengan orang Kristen yang terkasih

Saya menceritakan kisah kedua anak laki-laki ini dan menanyakan kembali, "Kenapa Eddie berada di JEC? Kenapa dia tidak bisa berada di sini dengan Anda?

Mata Pak McKenzie jadi berkaca-kaca saat dia membuka laci sebelah kiri mejanya. Dengan cara yang mengesankan, dia meletakkan setumpuk map di antara kami dan berkata, "Saya memiliki 50 tempat tidur. Semuanya penuh. Ini 50 anak lain yang sudah mengajukan permohonan untuk tinggal disini dan disetujui. Setiap ada tempat kosong, saya akan memeriksa dokumen-dokumen ini dan menemukan anak yang terbaik yang bisa mengisi kekosongan tersebut. Jika saya punya tempat dua kali lebih besar besok, saya akan mendapatinya terisi. Saya selalu menyimpan daftar tunggu ini dan sayangnya temanmu Eddie tidak berada di daftar ini."

Ini merupakan pengenalan saya yang pertama pada timbunan masalah yang menggunung dari hasil perceraian dan obat-obatan yang emnajdi biasa dan semakin meluas di Amerika. Pada tahu-tahun berikutnya, saya mempelajari tragisnya pelipatgandaan masalah pada anak-anak, yang tidak pernah menerima pengalaman memiliki orang tua, akan menghasilkan anak-anak yang bertumbuh tanpa tahu bagaimana bisa menjadi orang tua juga.

Saat Don Mckenzie dan saya berdoa bersama, kami berdua menagis, dan tetesan air mata itu menyirami sebuah benih yang sudah ditanam Allah dalam hati saya pada hari itu. "Tuhan, Engkau harus melakukan sesuatu bagi anak-anak ini."

Allah senang akan hal itu saat kita berdoa. Yesus melihat kumpulan orang banyak dan Dia memiliki belas kasihan atas mereka, Karena mereka seperti Domba-domba tanpas eorang penggembala. Dia berkata pada murid-muridNya, "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian , supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Hal berikutnya yang terjadi pada cerita ini adalah Yesus berkata pada murid-murid-Nya, "Oke, Aku mengirim engkau ke luar. Apakah ini merupakan hal yang benar-benar didinginkan oleh murid-murid? Apakah mereka ingin Dia mengirim mereka atau seseorang yang lain?

Kita berpikir doa-doa kita bertujuan untuk membuat Allah melakukan apa yang kita sangka perlu dilakukan. Allah berkata, "Tidak, aku mau kamu berdoa sehingga kamu menangkap visi yang Aku ingin kamu lakukan."

Allah memberis aya kesempatan untuk melihat apa yang Dia ingin saya lakukan dalam hidup saya. Tuhan berbiacara dalam hati saya jauh sebelum saya mengerti prinsip alkitabiah tentang doa iman dan bagaimana Dia menjawab doa tersebut, "Aku ingin melakukan sesuatu tapi Aku ingin memakai kamu.

Suatu hari, Saya percaya, Allah ingin saya memiliki rumah untuk anak-anak seperti Eddie," kata saya pada Don Mckenzie. Kemudian di mobil, saya memberitahu ayah saya. Dalam tahun-tahun berikutnya, saya memberitahu semua orang sebelum mimpi tersebut menjadi kenyataan.

Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Eddie dan Steve, tapi dengan cara mereka sendiri, mereka memainkan sebuah peran penting dalam rencana Allah yang ada di hidup saya. mereka menggerakkan saya untuk berdoa! Ketika malaikat Tuhan menampakkan diri pada Yoshua di dekat Yerikho dengan pedang di tangan, Yoshua mendatanginya dan bertanya, "Kawankah engkau atau lawan ?" "Bukan, tetapi akulah panglima Bala tentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah... Allah tidak berada di sini untuk melakukan penawaran kita; namun, kita perlu menyejajarkan langkah kita dengan apa yang Allah lakukan. Kita adalah hamba-hamba-Nya.

Saya tidak berbicara agar Allah memberi saya sebuah rumah yatim piatu, namun Allah memberi saya keistimewaan untuk melakukan apa yang Dia inginkan saya lakukan. Alkitab berkata kita diselamatkan oleh anugerah karena iman, Alkitab juga berkata, Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Allah, yang mengenal segala sesuatu tentang kita, telah mempersiapkan pekerjaan yang bagus bagi kita sebelumnya untuk dapat kita kerjakan. Dan, rencana Allah selalu baik, menyenagkan dan sempurna.

Akan ada masa sulit saat kita mengikuti Dia; jalannya pasti mengandung kesulitan. Ingat, Yesus memberitahu kita "Dalam dunia kamu menderita penganiyaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.

Sebagian besar kita mempunyai agenda masing-masing, termasuk menyelesaikan hal-hal yang besar bagi Allah. Walaupun kita tahu agenda kita kosong, kita kadang-kadang tergoda untuk memanjatkan doa secara pribadi maupun bersama, dalam usaha untuk mengendalikan Allah dengan agenda kita; sebaliknya, kita perlu untuk benar-benar jujur di hadapan Allah. Dia sudah tahu tentang kita- keegoisan kita motif-motif yang campur aduk,dan kekurangan kita- bukanya meminta Allah untuk memberkati rencana/agenda kita, kita perlu mengikuti agenda Allah dengan taat. Hanya rencana Allah yang terjadi."Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Saat kita berbicara dengan jujur pada Bapa kita di surga dalam doa, Dia akan menunjukkan pada kita kebenaran tentang diri kita. Dia dengan penuh kasih akan membukakan dosa-dosa kita, dan mengatur kita dalam jalan- sebenarnyasedang kita kerjakan, kita akan kagum bahwa Dia tetap memakai kita. Apakah Anda ingin tahu kebenarannya? Siapkah Anda mengikuti agenda Allah?

****​
 
***

"Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersunguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan huajn pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujannya dan bumi pun mnegeluarkan buahnya. Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bhwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari ajlannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa."

Yakub 5:17-20

10
Iman Yang Jujur


Saya senang sekali bekerja bersama anak-anak. Saat saya mengajar anak-anak dari segala usia, saya banyak belajar dari mereka. Saya memerhatikan bahwa anak-anak dis eluruh dunia bersembunyi dengan cara menutup mata mereka dengan tangan mereka. Dalam pikiran kekanak-kanakannya, mereka berpikir kalau mereka tidak bisa melihat kita, kita pun tidak bisa melihat mereka.

Berapa banyak orang-orang dewasa yang terpelajar dan terpandang melakukan hal yang persis sama saat berdoa? Sepanjang aku tidak melihatnya Allah juga tidak akan melihatnya. Kita perlu bertumbuh dan bertambah bijaksana. Allah sudah menhetahui segala sesuatu tentang kita. Pengakuan dosa tidak ditunjukkan untuk mengguntungkan Allah. Allah tahu berapa banyak jumlah rambutmu saat ini juga.

Jadi buat apa Anda cenderung datang kepada Allah dalam Doa, menjelaskan segala sesuatu pada-Nya, dan berusaha mmebuat Allah jengkel melihat kenyataan behwa kita seperti anak-anak, berusaha memberitahu Dia segalanya sementara Dia tahu situasinya jauh lebih baik daripada kita. Tetapi saya percaya hal yang menyedihkan jika kita gagal menyadari bahwa Allah, kepada siapa kita berdoa, adalah satu Allah yang sudah mengetahui segala perkara dan mengasihi kita jauh melebihi kita mengasihi satu sama lain. Tuhan mmepunyai rencana bagi kita dan rencana-Nya baik, kerinduan-Nya adalah memberkati kita dan mmeberi kita hal-hal yang baik. Jadi, saat kita menghampiri Allah, kita perlu meletakkan dalam pikiran kita: DIA, yang dengan-Nya kita sedang berbicara. Kita perlu mempraktikkan kejujuran yang sungguh-sungguh saat kita berdoa.

Dalam Mazmur 139 kita melihat sebuah contoh yang luar biasa dari doa yang benar dan sungguh-sunguh daris eseorang yang mengerti sesuatu lebih abik yaitu tidak membodohi Allah:

TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kau maklumi.

Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya,s emuanya telah Kau ketahui, ya TUHAN. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu keatasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu Tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, kemana aku dapat lari dari hadapanMu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau disana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Disitu pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tanganMu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.

Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi amlam, kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang sepertis iang; kegelapan sama seperti terang. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagiMu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitabMu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Dan bagiku, betapa sulitnya pikiranMu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih bnayak daripada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah,s ehingga menjauh daripadaku penumpah-penumpah darah, yang berkata-kata dusta terhadap Engkau dengan sia-sia. Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau? Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku.

Selidikilah aku, Ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!


Pada akhir doanya, pemazmur tersebut tampaknya mengubah fokusnya dari memuji dan memuliakan Allah. Dia teringat pada orang-orang jahat dis ekelilingnya. Dia dipenuhi dengan kemarahan dan membiarkan Allah mengerti bahwa dia ingin orang-orang ini dimusnahkan.

Saya bisa memahami hal ini; kadang-kadang saya terfokus pada kejahatan dis ekeliling saya. Kemudian, Allah melakukan sesuatu pada saya seperti yang dia lakukan pada pemazmur ini saat dia berdoa. Allah membawanya berputar untuk menguji dirinya sendiri lagi. Dan, Allah bertanya pada Saya, "Bagaimana dengan hatimu?"

Saya perlu menjadi jujur terhadap Allah tentang apa yang terjadi dalam hati saya. saya perlu berteriak dan bertanya agar Allah menyelidiki saya. saya tahu Allah mengetahui segalanya tentang saya, tapi saya mau dibersihkan. Saya tidak ingin doa-doa saya memberi gambaran yang keliru bahwa saya dengans atu cara sedang memberi informasi kepada Allah saat saya berdoa. Melainkan, doa saya perlu ditumbuhkan dari suatu keinginan yang dalam, untuk mendapat peneguhan menjadi serupa dengan-Nya. Kepura-puraan tidak akan mematahkannya.

Berterus Terang

Beberapa tahun yang lalu, saya dengar Josh Mc Dowell berbicara dalam sebuah konfrensi. Saat dia memimpin kami untuk terbuka di hadapan Allah dalam doa, dia menceritakan tahun-tahun pelayanannya di Campus Crusade (Penginjilan Kampus)

Seperti yang saya ingat, dia menjelaskan bahwa staff digaji benar-benar berdasarkan kebutuhan. Latar belakang pendidikan dan pengalaman bertahun-tahun dalam pelayanan tidak ada sangkut pautnya dengan gaji. Biaya hidup daerah setempat dan jumlah anggota keluarga merupakan faktor penentunya. Dan ini benar diberlakukan bahkan bagi presiden dan pendiri pelayanan tersebut.

Josh menjelaskan sebuah pengalaman yang didaptnya saat anak-anaknya bertumbuh semakin besar. Dia merasa saat itu rumahnya jadi sedikit sesak. Setelah mencari-caris ebuah rumah baru, dia menemukan apa yang dianggapnya merupakan pilihan Ideal dan muali berdoa agar Allah memapukan nya membeli rumah istimewa ini.

Dia menjelaskan kepada Allah bagaimana rumah ini akan memajukan pelayananya. Bukan hanya dia akan sanggup menjamu orang lebih banyak, tetapi rumah tersebut juga akan menempatkan dia pada sebuah lingkungan baru tempat dia bisa membangun hubungan dengan teman-teman baru dan mungkin bisa membawa mereka pada Kristus. Dia dapat memikirkan banyak hal bahwa rumah ini akan membantunya melayani Tuhan dengan lebih baik. Dia bekerja keras mengajukan masalahnya kepada Allah, berpikir dia sudah melakukan pekerjaan yang hebat, dan kemudian menunggu untuk melihat apa yang akan Allah kerjakan.

Orang lain telah membeli rumah tersebut. Dia benar-benar kecewa. Atau tepatnya, dia marah. Dia menghadap Allah, "Tuhan, aku ingin rumah itu untuk Engkau."

Allah menjawab, "Josh, Jujurlah."

Josh bertersu terang dan dia menjadi sangat marah:" Aku mau rumah itu untukku! Sepanjang tahun-tahun ini aku sudah bekerja untukMu, menulis buku, berkhotbah, dan penginjilan kampuslah yang mendapat semua uangnya, bukan aku. Aku sudah melakukan semua hal ini untukMu Tuhan. Aku mendapat pendidikanku dan bekerja keras kemna-mana, berkhotbah, menulis dan mengorbankan waktuku bersama keluarga. Aku melakukan semuanya ini untukMu dan apa yang aku mau hanya rumah yang sedikit lebih besar dan nyaman dan Engkau tidak membiarkan aku memilikinya. Allah mengapa Engkau tidak membiarkan aku memilikinya? Aku layak mendapat Rumah itu!!"

Allah berkata, "Oke, sekarang engkau bersikap jujur."

Allah akhirnya memberikan alasan mengapa dia tidak mendapat rumah itu karena Allah punya sebuah Rumah yang lebih bagus baginya. Tetapi, Allah tidak akan memberikannya padanya sampai dia berhenti berusaha membohongi Allah tentang bagaimana perasaannya, apa yang diinginkannya dan kenapa dia menginginkannya.

Cerita ini mengena bagi saya, bukan karena tujuan saya untuk mendapat rumah yang lebih besar, nyaman, atau bagus. Saya memiliki rumah yang bagus! Alasan kenapa hal ini mengena bagi saya adalah karena saya pikir berkali-kali kita berusaha mengelabuhi Allah. Kita berbicara denganNya seolah-olah kita bisa mengelabuhi Dia seperti cara kita mengelabuhi diri sendiri. Kita berfikir jika kita menghadapkan permintaan-permintaan kita kepada Allah dengan cara yang benar, cara yang memanipulasi, dengan lekukan-lekukan yang terbaik, kita dapat mengelabuhi Allah untuk memberikan pada kita apa yang kita inginkan. Allah sudah mengetahui lebih baik daripada yang kita tahu, kita inginkan, dan kita perlukan. Yesus bersabda "Jika anakmu meminta ikan, apakah engkau akan memberinya ular Jika dia meminta sepotong roti, apakah engkau akan memberinya batu? Jika kamu Bapa di dunia, yang jahat, tahu bagaimana memberi hadiah yang baik bagi anak-anakmu apalagi Bapamu yang ada di Surga akan memberikan Roh Kudus pada mereka yang meminta

Lagi, hal terbesar yang pernah bisa kita terima dari Allah adalah dirinya sendiri. Ini adalah hal yang benar-benar kita butuhkan. Untuk memparafrasekan kata-kata Yesuss dari Khotbah di atas Bukit: "Bangsa yang tidak mengenal Allah mencari semua hal-hal materi ini; kamu tidak perlu melakukan hal tersebut. Jangan mengejar hal-hal itu. Bapamu telah tahu apa yang kamu perlukan. Cari dahulu kerajaan Allah dan segala kebenaran-Nya. Dan semuanya itu akan ditambahkan padamu. Kamu tidak perlu mengejar apa yang dunia kejar. Jangan menghabiskan waktumu untuk hal itu. Melainkan, carilah dahulu Kerajaan Allah serta kebenaran-Nya.

KEHIDUPAN DOA ELIA

Ada aspek lain dalam doa yangs ering disalahartikan. Hal itu dijelaskan bagi kita dalam kitab Yakobus, tapi cerita yang ada di baliknya ada dalam 1 raja-raja 17 dan 18.

Dalam 1 RAja-raja 17, Elia berdoa agar tidak turun hujan selama tiga tahun; Allah menjawab dan tidak terjadi hujan. Kemudian, dia berdoa agar turun hujan, dan hujan turun. Ketika Elia berada di gunung karmel dengan nabi Baal, keajaiban-keajaiban yang luar biasa terjadi. Dia meminta api turu dari langit setelah mezbah persembahan yang dimakan api yang turun bagi jawaban doa Elia. Elia jelas tahu bagaimana untuk berdoa. Yokobus memberitahu kita bahwa Elia adalah orang biasa, sama seperti kita, cerita ini ada di dalam alkitab untuk sebuah alasan, tapi tidak semua dari kita mengangap Elia sebagai manusia seperti kita. Saya ingin memercayai bahwa saya sama seperti Elia, tapi Elia benar-bnear tahu bagaimana untuk berdoa dengan penuh keyakinan dan doanya dijawab dengan cara luar biasa.

Umat Allah diharap bisa berdoa seperti Elia. Menurut Yesus, bukan besarnya iman kita; melainkan apa atau PADA SIAPA iman kita berada. Jika kita memiliki iamn ssebesar biji sesawi yang ditempatkan pada firman Allah, firman itu akanmenjadi kenyataan. Ini bukan ilmu sihir; ini hanyalah bahwa Allah selalu melakukan apa yang Dia katakan akan dilakukan-Nya. Jadi, jika kita percaya bahwa Allah akan melakukan apa yang dikatakanNya, iman kita diletakkan di tempat yang baik dan kita akan melihat tuaian.

Tetapi, kita seharusnya tidak bingung antara iaman alkitabiah dengan berfikir positif. Pemain basket legendaris Michael jordan membuat sebuah video yang membantu mempopulerkan sebuah lagu "I believe I can fly. I believe I can touch the sky." Ini merupakan sebuah lagu yang menyenagkan yang membuat kita memercayai bahwa jika kita memimpikannya, kita dapat melakukannya. Tapi, ini bukan hanya sekadar musik sekuler yang mempromosikan sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Ada begitu besar beban pemalsuan rohani mengisi budaya kita dan berbaur dengan banyak gereja. Ini merupakan pengganti yang buruk bagi pengertian iamn alkitabiah yang sudah terbentuk baik.

Dalam 1 Raja-raja 17 "Elia berkata kepada Ahab , 'Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani...." Terjemahan tepatnya dalam bahasa Ibrani adalah " kepada-Nya aku berpihak." lagi dalam 1 Raja-raja 18:15, Elia berkata, "Demi Tuhan yang besar dan hidup, yang kelayani..." InI beararti "Kepadanya aku berpihak" Dia ayat 36, Elia berada diatas Gunung Karmel dalam unjuk gigi di depan nabi-nabi Baal:Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampilah Nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN , Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah deketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firmanMulah aku melakukan segala perkara ini" Doa Elia penuh dengan Kuasa karena dia berdiri di hadapan Tuhan sebagai hamba Tuhan dan melakukan apa yang Allah perintahkan padanya. Doa Elia bukan tentang membuat Allah melakukan apa yang Dia inginkan agar Allah melakukannya. Melainkan tentang bagaimana Elia melakukan apa yang Allah ingin dilakukannya.

Doa iman yang efektif bukan tentang berbicara dengan Allah melalui cara tertentu; namun tentang mempunyai sikap seorang ahmba di hadapan Allah saat kita menghampiri tahkta-Nya. Doa kita yangs esungguhnya dan kerinduan kita haruslah "Datanglah kerajaanMu" Apa ini kedengarannya tidak asing? Inilah yang digunakan Yesus sebagai contoh Doa. Kita diharapkan berdoa, "Datanglah KerajaanMu. Jadilah kehendakMu di bumi seperti dis urga. Kita harus menghampiri Tuhan dengan jujur dengan roh dan sikap seperti ini, tidak memanipilasi atau berpura-pura.

Yesus bersikap jujur di taman Getsemani saat Dia berdoa, "Bapa, jika mungkin, biarlah cawanku ini berlalu dariku. Tapi, bukanlah kehendak-ku yang jadi melainkan kehendak-Mu. Ini adalah iman yang jujur. Dia tidak berkata, "Aku tidak memiliki pilihan. Apa saja yang Kau inginkan, Bapa. Itu tidak jadi amsalah bagiku. Aku tidak begitu peduli. Yesus membuat semuanya jelas bahwa Dia tidak ingin pergi ke salib. Dia tidak ingin menghadapi penderitaan atas kematian-Nya yang begitu menyakitkan. Pada kenyataannya Dia berkata, "Jika mungkin, lepaskanlah cawan ini daripada-Ku" Tapi tidak berhenti di sana, Dia berkata , "Tapi bukanlah kehendak-Ku yang jadi namun kehendakMu.

Kita diharap mengikuti jejak Yesus. Jika kita ingin mengalami hasil yang Elia (seoarng manusia biasa seperti kita) Dapatkan saat dia berdoa, hal tersebut diawali dengan sikap seorang hamba saat kita datang pada Tuhan. Hal ini melibatkan sikap merendahkan hati yang jujur di hadapan-Nya dengan berkata Tuhan, aku menginginkan apapun yang Engkau inginkan."

Ini bukan berarti kita tidak memiliki keinginan lain, motif, atau perasaan di depan altar. di atas ssegalanya. Kita harus merindukan kehendak Allah. Apakah Anda siap untuk "Mati" demi persaingan keinginan-keinginan dan meilih kehendak Allah diatas kehendak Anda sendiri? Siapkah Anda meminta Allah mengubah hati Anda dan membuat Anda mau melakukan Kehendak-Nya? Saat kita merengkuh kehendak Allah, kita mendapati bahwa Dia mengetahui lebih baik daripada kita, terhadap hal-hal yang akan membawa sukacita bagi kita. apakah Anda benar-benar menginginkan kehendak Allah?

****​
 
****
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"
Roma 8:28, 31-32


11
Allah
Memberi Yang Terbaik


Sebelum saya bertemu Susan, saya sudah bertunangan dengan orang lain. Saya ingat saat Tuhan berpekara dengan saya tentang kenyataan bahwa saya diharap tidak menikah dengan gadis ini. Saya tidak bisa membayangkan ada hal yang lebih baik daripada menikahi gadis ini. saya berjalan melintasi halaman sekolah di New England dan berdoa, "Tuhan aku benar-benar ingin menikahi gadis ini Engkau tahu aku ingin menikahinya, tapi lebih dari keingginan-ku menikahinya, aku amu kehendak-Mu yang terjadi dalam hidupku. JikaEngkau tidak mau aku menikahinya, maukah Engkau dengan cara papaun untuk memutuskannya? Aku menginginkan kehendakMu lebih dari aku menginginkan dia."

Tuhan menjawab doa saya dengan jelas. Sangat menyakitkan dan keras. Tapi juga penuh belas kasihan, kebaikan dan keindahan Tuhan.

Jika saya menikahi gadis yang lain ini, saya tidak dapat menikahi Susan. Allah tahu hal ini, tapis aya tidak. Apa yang saya sarankan tentang Doa sangat mendasar dan gampang, tapi sangat jarang dilakukan. kita perlu datang pada Bapa di surga, yang sudah membuktikan kasih-Nya pada kita, dan terbuka di hadapan-Nya tentang apa yang kita rasakan, inginkan, dan rindukan. Dan meletakkan semuanya itu di altar sambil berkata:"Tuhan, inilah aku, bagaimana perasaanku, apa yang kuinginkan. Tapi Tuhan, lebih dari perkara ini, aku menginginkan kehendakMu."
Kemudian kita harus menyadari bahwa Abba, Bapa kita, ayah Kita, yang memiliki segala hikmat dan kasih yang sempurna bagi kita, mampu menyempuranakan segala sesuatu yang emnjadi kekhawatiran kita. Dia akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengarahkan langkah kita, jika kita menempatkan kehendak-Nya diatas segala hal lainnya. Dia akan melakukan semua hal itu. Saya telah meyaksikan Tuhan melakukan ini berulang kali dalam Alkitab, sepanjang sejarah gereja, dan dalam kehidupan pribadi saya.

Orang-orang yang inginmelakukan kehendak Allah mungkin satu ketika akan dipermalukan oleh kesimpulan-kesimpulan mereka sendiri, tapi Allah akan melakukan apapun akibatnya untuk membuat kehendakNya jadi nyata bagi mereka yang benar-benar mencari untuk manaati-Nya. Kadang-kadang, kita harus mengaku pada orang lain bahwa kita tidak mendengar Allah dengan benar pada awalnya, dan kita harus mengubah arah untuk mengikuti-Nya. Tapi, jika kita mendekat pada Tuhan, sebagai seseorang yang di depan Dialah kita berdiri sebagai hambaNya, Allah akan berbicara melalui firman-Nya, Allah akan berbicara melalui firman-Nya melalui Roh Kudus, apapun yang diperlukan bagi kita untuk melakukan kehendak-Nya.

Kita tidak selalu senang dengan apa yang harus diucapkan Allah, kita tidak akan selalu menikmati jalan dimana Dia membawa kita, tapi kita akan selalu mendapati pimpinan-Nya penuh dengan kemurahan dan tujuannya sempurna. Rencana Allah bagi hidup kita sellau baik, menyenangkan, dan sempurna. Dia tidak berkata hal itu mudah, tapi hal itu baik, menyenagkan, dan sempurna.

Elia hanyalah seorang manusia seperti Kita! Alasan doa-doanya berhasil pastilah karena sikap rohaninya di ahdapan Tuhan. Kalau kita berbicara tentang "menantikan Tuhan", cobaannya adalah memikirkan bahwa Allah harus berada sejajar dengan kita. kita menempatkan pesanna-pesanan kita kemudian menantikan Tuhan. Ini merupakan sikap yang seringkali kita miliki dalam doa. kita menanti dan menanti. Hal ini bukanlah apa yang diartikan sebagai "menanti-nantikan Tuhan." Dia adalah "Tuhan kepada-Nya aku berpihak." Dia adalah Tuhan kepada-Nya aku melayani.

Apa yang Anda pikirkan saat Anda mendengar kalimat, "Menantikan Tuhan?" Kami memiliki sebuah ukiran yang menyenagkan dalam rumah kami yang dihiasi rajawali dan ayat, "Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak emnjadi lelah. Ajar aku Tuhan untuk menanti kalimat ini berdasar pada Yesaya 40:31 Menanti dalam konteks pembaharuan kekuatan terdengar seperti tidur siang atau beristirahat.

Bagi orang lain, menanti-nantikan Tuhan seperti sebuah penantian panjang di ruang tunggu dokter atau dokter gigi. Karena ketidak sabaran kita, kita tidak mendapat pengertian yang menyenagkan sehubungan dengan kata menanti. tetapi, menantikan Tuhan bukanlah duduk-duduk beristirahat dan membaca majalah sampai nama kita di panggil. Menantikan Tuhan lebih dari pada itu.

Dalam sebuah restoran yang benar-benar bagu, pelayan-pelayan berdiri dekat-dekat untuk melihat apakah yang dibutuhkan tamu-tamu. Ketika es teh berkurang, mereka mengisinya kembali. Saat Anda sudah menghabiskan makanna yang ada di piring Anda, mereka mengambilnya. Ini yang diartikan "menanti". Seseorang yang menanti berdiri dekat-dekat, memerhatikan Dia dan berkata, "Tuhan, kami berdiri di sini untuk melakukan perintahMu. Beritahu kami apa yang Kau inginkan untuk kami kerjakan.

HAMBA TUHAN

Saya tidak akan pernah lupa satu pagi saat saya menjadi gembala di Atlanta. Saat saya mengemudi ke gereja, saya melihats eorang Pria berdiri di sisi lain dari empat lajur jalan untuk meminta tumpangan (Hitchkiker: orang yang tidak kita kenal dan tidak memiliki kendaraan dan ingin menumpang sampai tujuan tertentu dengan cara mengacungkan ibu jari di pinggir jalan) di arus seberang. terdorong suasana hati, saya merasa sangat ingin memberinya tumpangan.

Saya segera menghilangkan pikiran ini berdasarkan bebrapa alasan. Pertama, saya tidak memberi tumpangan bagi orang asing. Saya melakukannya waktu masih muda. Kenyataannya, saat di SMA dan perguruan Tinggi, saya sendiri sering mencari tumpangan, tapi sebagai suami dan ayah, saya merasa bahwa tanggung jawab saya melarang saya untuk mengambil resiko-resiko yang tidak diperlukan.

Kedua, saya sedang ke arah yang berlawanan, dan untukmemberi orang ini tumpangan, saya harus berputar arah. Dan ketiga, saya memiliki hal yang lain yang lebih penting untuk dikerjakan. sebagai seorang gembala daris ebuah gereja yang besar, saya biasanya bekerja 60 sampai 80 jam per minggu. Memberi orang ini tumpangan akan mengangu jadwal saya. Keempat, kebangsaan orang ini dan seragamnya yang tidak jelas kelihatannya tidak sesuai dengan lingkungan kami. Dan, sementara saya tidak suka mengangap diri saya menghakimi, sepertinya hal ini menambah ketidak inginan saya.

Diluar ini semua, pikiran bahwa Allah meminta saya untuk memberi orang ini tumpangan cukup kuat. Jadi, saya berdoa dan memberitahu Tuhan, "Bapa, saya ingin melakukan apapun yang Kau inginkan. Tapi, saya tidak ingin suara hati saya yang gila ini membuat saya semakin gila, sementara saya mempunyai pekerjaan yang menunggu saya di akntor. Dan, saya pasti tidak ingin berakhir sebagai berita utama dalam berita malam. Tapi, saya lebih memilih menghabiskan bebrapa menit untuk usaha melakukan apa yang menjadi kehendak-Mu daripada menduakan Roh-Mu dan mengabaikan petunjuk-Mu. Jadi saya akan memutar mobil di persimpangan berikut dan kembali ke tempat pria itu berada. Jika dia msaih berada di sana, saya kan memberi tumpangan."

Saya segera menelepon kantor dan memberitahu asisten saya bahwa saya kan terlambat bebrapa menit dari rencana dan memberitahunya rencana saya kalau-kalau saya tidak pernah muncul. Kemudian saya memutar balik, dengan harapan orang lain telah memberi tumpangan orang ini

Saat saya menaiki tanjakan, pria itu berdiri dengan ibu jari teracung di udara. Tiba-tiba, saya berfikir "Sesuatu yang baik akan datang dari sini. Mungkin, ini akan menjadi kesaksian yang hebat tentang bagaimana saya membawa pria ini kepada Kristus. atau mungkin saya akans anggup membantunya dengan cara-cara lain.

Saat pria ini menduduki kursi depan, kami berjabat tangan dan dia berterima kasih pada saya karena berhenti. Sebelum saya dapat mengubah pokok pembicaraan ke hal-hal yang rohani, dia berkata bahwa berhentinya saya merupakan jawaban atas doanya.

Dia menjelaskan bahwa busa angkutan umum, yang membawanya ke arah kota kami, mengalami kerusakan mesin, jadi dia tidak bisa menghubungi rekan sekerjanya yang biasa memberinya tumpangan selanjutnya ke tempat bekerja.

Temapt kerjanya berada bebrapa mil di ujung jalan, dan saya mulai mencari cara lain agar saya bisa menolong pria ini. dia membuat segalanya jelas bahwa dia seorang saudara Kristus juga, bahagia dengan perkawinannya, gerejanya, pekerjaannya.

Saat saya mengendarai mobil kembali ke kantor setelah menurunkan pria ini di tempat kerjanya, saya bertanya pada Tuhan, "Jadi, apa artinya semua ini? Segala yang diperlukannya adalah tumpangan."

Pikiran ini segera dan jelas sekali datang dalam pikiran saya, "Tepat sekali! Kamu perlu diingatkan bahwa kamu bekerja untuk-Ku. Dan, jika semua yang Ku inginkan untuk Kau kerjakan hari ini adalah menjadi seorang supir taksi, kamu perlu melakukan apa yang Kukatakan."

Air mata menetes saat saya mendapati kesombongan saya sendiri. Tidak sulit bagi anak-anak Allah untuk tertipu dengan pikiran merasa diri sendiri lebih penting. Kita menolak memberikan pertolongan terhadap kebutuhan-kebutuhan kecil dari orang-orang sekitar kita, berfikir bahwa Allah harus benar-benar punya tugas-tugas yang lebih besar bagi kita untuk dikerjakan.

Lihatlah kehidupan Yesus. Dia di tanya, "Bagaimana Engkau mengerjakan hal-hal yang Kau kerjakan? Dimana Engkau mendapatkan kekuatan, otoritasMu? Jawaban Yesus sellau tetap bahwa Dia hanya melakukan apa yang diucapkan Bapa pada-Nya. Yesus selalu mengatakan yang sebenarnya. Dan, saat Dia mengambil satu handuk dan membasuh kaki murid-muridNya, Dia berkata, "Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Ku perbuat kepada-Mu."

Ini merupakan rahasia Elia juga. Elia berkata, "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel,yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan. Dia mampu berkata seperti itu, karena dia hamba Tuhan yang melakukan apa yang Allah perintahkan. Ketika dia meminta api turun dari surga, dia berkata, "Tuhan aku mau Engkau melakukan hal ini, jadi orang-orang ini akan tahu bahwa aku melakukan ini semua atas perintahMu.

Berbicara dengan Bapa kita di surga serta melibatkan ekspresi penuh tangis dari tangisan hati kita yang jujur,s elain juga memperhatikan dan mendengar petunjuk-Nya bagi kita. Kita belajar untuk hidup dan melakukan kehendakNya. denagn melakukan kehendak-Nya memberi Dia kemuliaan dan hormat. Hal ini juga memberi ketenangan bagi jiwa kita. Jadi Doa macam apa yang Anda persembahkan pada Allah? Apakah Anda menaikkan doa dari seorang manusia biasa? Apakah Anda berdoa seperti Elia?

****​
 
****

" Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakankan apa-apa kepada-Ku. aku berkata kepadamu; Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu

Semaunya ini kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam Nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah."


Yohanes 16 :23-27

12
Berdoa
Dalam nama Yesus


Satu waktu, ketika saya sedang berkhotbah dari kitab Yohanes, seorang pria datang kepada saya dan berkata, "Saya harap ayat-ayat ini tidak ada di Alkitab. Saya tahun ini tujuannya untuk menguatkan iman saya. Tetapi sebaliknya, saya mendapati iman saya jadi lemah saat saya baca di sini tidak terjadi dalam hidup saya."

"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barang siapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian di kumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu.

"Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam Nama-Ku diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu; Kasihilah seorang akan yang lain.

Yesus berkata disini dan bagian-bagian lain dalam Alkitab bahwa kita bisa meminta apapun yang kita inginkan dalam nama-Nya dan itu akan terjadi bagi kita. Dia juga berkata bahwa siapa pun yang emnjadi murid-Nya akan menghasilkan banyak buah.

Karena Yesus berkata demikian, haruskah saya berdoa, "Aku minta sejuta dollar. Dalam nama Yesus. Amin?" atau mungkin saya harus lebih rinci lagi, "Aku amu menyetor sejuta dollar hari ini ke dalam rekeningku supaya aku bisa menghabiskannya sesukaku. dalam nama Yesus. amin. Doa semacam ini tidak akan menghasilkan sejuta dollar dalam rekening saya hari ini.

Tidakkah saya mempunyai iman bahwa Tuhan akan menjawab doa saya? Bukankah Dia berkata Dia akan menjawabnya? Jika saya menggunakan kalimat, "Dalam Nama Yesus tidakkah itu diharap menjamin apapun yang saya inginkan?

Untuk bisa memahami pertanyaan-pertanyaan ini, kita perlu mempelajari bagian Alkitab lainnya. Saat Tuhan berkata, "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan

Jika saya berbicara pada seorang teman, "Saya harus pergi sebentar lagi. saya akan haragi itu, jika Anda dapat membawa mobil dan kartu kredit saya, menyetirnya ke kota, mengisi penuh mobil saya dengan bensin, kemudian membawanya kembali kepada saya disini.

Jawaban teman saya, "Oke," dan membawa kartu kredit saya dengan nama saya tercetak diatasnya, pergi ke pompa bensin, dan mengembalikan mobil saya dengan bensin penuh. Teman saya menggunakan kartu kredit saya, tapi dia tidak menyalahgunakan nama saya. Dia melakukan persisi seperti yqang saya minta kepadanya untuk dilakukan. dia dapat menandatangani nota memakai namanya atau memakai nama saya dan menuliskan inisialnya (DiAmerika kita bisa menggunakan kartu kredit orang lain dan menandatanganinya. Pengisian bensin pada kendaraan bisa kita lakukan sendiri dan bisa menggunakan jartu kredit) DEngan kata lain, dia menggunakan nama saya sesuai dengan instruksi saya. dan saya akan berterima kasih kepadanya.

Tetapi jika saya memberinya kartu kredit beserta kunci-kunci saya, dan dia mengisi penuh bensinnya dan mengendarainya ke tujuan yang dipilihnya dengan kartu kredit saya dan mobil saya, berarti dia menyalahgunakan nama saya. Barangkali dia melakukannya karena dia benar-benar membutuhkan liburan. Jadi dia menyetir ke Atlanta, naik pesawat dan pergi ke Karibia selama beberapa waktu. Jika dia menggunakan nama saya untuk membeli barang-barang yang tidak saya ijinkan, dia menyalahgunakan nama saya dan melakukan tindak kejahatan. Ketika kita berdoa dalam nama Yesus, bearrti kita berdoa berdasarkan instruksi-Nya.

Tempat makan favorit saya di Atlanta adalah Cherroke Town Club Saya beberapa kali ke sana untuk resepsi pernikahan, ulang tahun, pertunangan, perayaan, dan makan malam prasmanan hari minggu. Tapi, saya tidak pernah menjadi anggota Cherokee Town Club. Menjadi angota untuk keperluan-keperluan tersebut di atas sama sekali di luar keinginan saya. Kami punya teman-teman dan relasi yang baik hati yang menjadi anggota Club, dan saya senang hati menjadi tamu mereka.

Walaupun saya bukan anggota klub, saya selalu merasa seolah-olah saya menjadi bagian dari mereka. Ketika saya kesana, saya akan berpakaian rapi, bersikap menyenangkan, dan berbasa-basi, membawa diri saya dengan baik. Saya merasa nyaman, baik dalam kesempatan yang tidak terlalu resmi maupun sangat resmi. Saya tidak pernah diminta pergi dari sana. Tapi, agar saya bisa makan di Cherokee Town Club, saya harus menjadi salah satu tamu dari anggotanya.

Jika saya suatu malam memutuskan untuk pergi makan malam, petugas penerima akan bertanya, "Ada yang bisa saya bantu?"

"Ya, saya ingin makan malam."

"Nomor keanggotaan Anda?"

"Saya hanya ingin makan malam."

"Anda bukan anggota?"

"Tidak, tapi saya mempunyai banyak sekali teman yang menjadi anggota."

"Maaf, kalau Anda bukan seorang anggota, kami tidak bisa melayani Anda."

"Saya punya uang. Saya sanggup mmebayar."

"Klub ini hanya untuk anggota klub dan tamu-tamu mereka."

Saya harus menjadi anggota klub atau tamu dari salah satu anggotanya agar bisa makan di Cherokee Town Club.Jika saya menjadi tamu anggota klub, saya bisa makan apapun yang saya inginkan. Anggota klub tersebut yang akan bertanggung jawab.

Yesus berkata, "Jika engkau memiliki iman, engkau dapat berkata pada gunung ini, "Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut" dan gunung itu akan taat padamu." Yesus tidak akan menganjurkan bahwa kita berpegang pada apa yang kita sebut Tinkerbell Theology(Teologi yang hanya berbunyi nyaring tapi kosong). Iman tidak hanya sekadar tentang berfikir positif dan berusaha keras untuk percaya bahwa harapan-harapan itu akan menajdi kenyataan. Ini bukan ilmu sihir!​


Iman Alkitabiah bukan iman yang buta agar apapun yang saya inginkan akan terjadi. Namun, memiliki iman bahwa Allah akan melakukan apa yang Dia katakan

Yesus bersabda dalam Yohanes 15, "Jika kamu tinggal didalam-KU tinggal didalammu, mintalah apa saja dan itu akan diberikan kepadamu."Dalam pasal 14:31 kita membaca, ".... Tapi Dunia harus mengerti bahwa Aku mengasihi Bapa dan Aku melakukan apa yang Bapa perintahkan kepada-Ku.". Ini adalah rahasia Yesus. Jika Allah bersabda pada satu gunung untuk tercampak ke laut, kita bisa memberitahu gunung itu untuk tercampak ke laut dan gunung itu harus taat-bukan kerena kita memrintahkannya, tapi karena gunung itu bereaksi pada pernyataan firman Allah.

Saat kita meyatakan firman Allah, firman-Nya mempunyai kuasa untuk mengobrak-abrik kubu-kubu. Firman itu mempunyai kuasa memindahkan gunung-gunung. Jika Allah mengatakannya, kita bisa memercayainya. Hal itu akan terjadi. Iman alkitabiah bukanlah tentang membawa nama Allah dengan sia-sia pada daftar keinginna untuk memuaskan keinginan kita yang egois.Dalam nama Yesus bukanlah sebuah mantera sihir yang kita gunakan. Berdoa dengan iman adalah berdoa dengan keyakinan terhadap firman Allah, berdoa dengan keyakinan bahwa Allah akan melakukan apa yang dijanjikannya, karena Dia tidak bisa berdusta.

Jika kita berdoa, mengharap Tuhan melakukan apa yang dikatakan akan Dibuat-Nya, kita akan melihat hal itu datang. Itu akan terjadi. Tidak akan selalu terjadi pada waktu kita menginginkannya. Tidak akan selalu terjadi dengan cara yang kita inginkan, tapi itu akan terjadi sesuai dengan janji-Nya. Jika kita ingin berdoa dalam iman, firman-nya harus berdiam dalam kita. Jadi sebagaimana firman-Nya tinggal di dalam hati kita, firman itu membuat kita mampu meminta dan melihat jawaban.

1 Yohanes 5:14,15 berkata, " Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya."

Yesus sudah memberitahu kita bahwa Dia hanya melakukan apa yang BAPA katakan untuk dilakukan; Dia hanya menhgatakan apa yang Bapa katakan untuk diucapkan. Jika kita menghampiri Allah dan meminta sesuatu di luar kehendak-Nya, Dia tidak akan melakukannya. tapi, jika kita meminta sesuatu yang memang Dia inginkan, Dia akan melakukannya. Jadi apa inti dari doa?

Doa bukanlah membuat Allah melakukan urusan kita. Bukan tentang suatu formula ajaib atau sebuah tombol rahasia. Tidak datang dengan cara dimana kita menjadi Dewa dan Allah menjadi pembantu kita. Doa adalah berbicara dengan Bapa. Dialah Bapa; kita anak-anakNya. Dia tahu yang terbaik. Kita semeestinya melakukan kehendak-Nya.

Yesus adalah contoh bagi kita, dan Dia hanya melakukan dan mengatakan apa yang Bapa perintahkan. Kita perlu membiarkan Allah mengubah pola pikir kita sehingga kita mulai merindukan apa yang dirindukan Allah dan menginginkan apa yang diinginkan Allah. Kita perlu dijauhkan dari apa yang menjauhkan Dia dari kita. dalam konteks kerendah-hatian untuk bergantung kepada Allah- menginginkan kerajaan-Nya, kemuliaan-Nya, dan keinginann-Nya- segala sesuatu yang lainnya akan ditambahkan. "Carilah dahulu kerajaan Allah serta kebenarannya dan semuanya akan ditambahkan kepadamu."

Wears Valley Ranch adalah hasil dari beban yang ditempatkan dalam hati kami bertahun-tahun yang lalu. Susan berada di Louisiana, saya di North Carolina, dan kami berdua masih remaja. Kami berdua jadi sadar terhadap kebutuhan yang besar pada anak-anak muda, anak-anak dari keluarga-keluarga yang mengalami krisis. Kami berdua mulai berseru, "Tuhan, Engkau harus melakukan sesuatu untuk ini." Saat kami berdoa pada Tuhan untuk melakukan sesuatu, Tuhan memberitahu kami apa yang Dia ingin kami lakukan.

Sejarah Wears Valley Ranch- bagaimana hal ini terjadi, cara kami mendapat tanahnya, bagaimana rumah-rumahnya di bangun sebagaimana juga bangunan-bangunan lainnya, pengembangan program, staff yang sudah Allah bawa ke tempat ini benar-benar kisah yang tidak terelak bahwa memang penuh dengan mukjizat. Merupakan suatu keajaiban dari jawaban Doa demi doa... orang-orang yang bekerja di Wears Valley ranch dapat menceritakan kisah demi kisah tentang hal-hal yang sudah Allah kerjakan sejak mereka datang.

Orang sering berkomentar tentang pekerjaan Allah yang menakjubkan di Wears Vallaey Ranch, tapi Allah tidak duduk di surga menunggu kami memberitahu Dia apa yang harus dikerjakan berikutnya. Bukan begitu cara kerjanya. Alasan kami melihat keajaiban jawaban doa adalah karena kami mengambil perintah buat kami mohon-mohonkan agar Tuhan memenuhinya. Kami ingin mendengar rencana-Nya dan berpartisipasi di dalamnya.

Saya berkata, "Fantastis. Terima kasih banyak." Membangun sebuah rumah yang cukup besar untuk menampung delapan anak dan orang tua asuh, yang tinggal di dalam, dan anak-anak orangtua asuh itu sendiri adalah sebuah rencana yang sangat mahal.

Orang-orang ini dengan sukarela membangun rumah tersebut. Saya tidak pernah meminta mereka melakukan hal tersebut. Normalnya, ketika seseorang berkata mereka ingin mengerjakan proyek seperti ini, nasehat pemasaran yang umum adalah dengan menindaklanjuti melalui sebuah surat dan mencari satu komitmen yang sungguh-sungguh. Karena Anda tidak ingin memberi kesempatan bagi mereka mundur, Anda membuatnya tertulis.

Saya tidak melakukan hal itu. Saya hanya berdoa dan berkata, "Allah, ini berita bagus. Tolong, teruslah bekerja dalam hati mereka.'

Satu minggu seusai kebaktian, mereka bertanya, "Jika Anda tidak punya rencana lain, kami mau mengajak Anda makan siang."

Dengan senang ahti kami pergi. Di sela-sela menikmati hidangan (di Cherokee Town Club), mereka menyatakan kembali, "Kami benar-benar ingin membangun rumah tersebut."

"Luar biasa. Terima kasih banyak"

Saya terus berdoa.

Beberapa minggu kemudian, mereka meminta untuk bertemu saya kembali.

"Apa yang harus kita lakukan untuk membangun rumah tersebut?"

Saya diyakinkan bahwa mereka mempunyai satu beban dari Tuhan yang sama dengan beban yang kami bawa dari Visi untuk membangun tempat bagi anak-anak, jadi saya menunjukkan pada mereka beberapa rencana rumah. Mereka memilih rumah yang paling mereka sukai tapi dengan modifikasi untuk membuatnya jadi lebih menyenangkan.

Membangun rumah ini bukan merupakan proyek yang mereka kerjakan buat saya. juga bukan proyek yang mereka kerjakan untuk menyakiti anak-anak. Ini merupakan proyek yang diberitakan pada mereka oleh Bapa yang penuh kasih di surga. Dia ingin mereka mengerjakannya. Mereka melakukan ini untuk Dia.

Iman yang jujur melibatkan satu hubungan yang penuh aksih, penuh percaya kepada Bapa. kita menghampiri Dia bukan untuk memberitahukan apa yang kita inginkan pada Dia, tapi untuk berkata, "Tuhan, apa yang Tuhan inginkan? Aku hambamu. aku amu melakukan kehendakMu." Ini yang Dia inginkan dari setiap anak-anakNya. Ini bukan sesuatu untuk orang-orang yang luar biasa. dan, Dia membuat kita bekerja bersama dengan indahnya.

Jika Anda tidak ingat hal-hal lainnya, tolong ingat hal ini: Elia hanyalah seorang manusia seperti kita. allah suka memakai orang-orang biasa, seperti kita,s etiap orang dari kita. Tapi, hal ini diawalai dengan hati seorang hamba. "Tuhan bukan kehendakku tapi kehendakMu yang terjadi. Yesus menawarkan kehidupan-Nya untuk Hidup melalui kehidupan Anda. Ketika Anda menaati firman-Nya, Anda memiliki otoritas untuk melakukan apa, atau apapun, yang tidak mungkin. Apakah Anda menginginkan apa yang diingini-Nya?

*****​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.