yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
PT bunk Rakyat Indonesia Tbk (bro) siap membantu pengusaha di industri tahu tempe akibat harga kedelai yang melambung tinggi. Perseroan siap memberikan kredit mikro dengan bunga bersaing.
Direktur Utama bro Sofyan Bashir menjelaskan saat ini pemerintah memang sudah menegaskan akan menghapus biaya impor kedelai. Sehingga pengusaha tahu tempe akan mendapat bahan baku dengan harga lebih murah dan bisa beroperasi kembali. "Kami siap membantu pengusaha tahu tempe dari hulu hingga hilir. Sejak dulu kami sudah komitmen dengan kredit mikronya," kata Sofyan saat konferensi pers di kantor bro Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Hingga semester I-2012, bro mampu menyalurkan kredit sebesar 14,67 persen dari Rp 265,82 triliun menjadi Rp 304,81 triliun. Perseroan berhasil meningkatkan portofolio kredit mikro sebesar Rp 12,62 triliun meningkat 15,03 persen dari Rp 83,97 triliun menjadi Rp 96,59 triliun.
Pertumbuhan kredit mikro terlihat semakin kencang jika dilihat dari trend pertumbuhan secara kuartalan. Pada kuartal I-2012 pertumbuhan kredit mikro sebesar Rp 1,59 triliun sedangkan di kuartal II-2012 menjadi sebesar Rp 4,81 triliun. "Sehingga secara kuartalan, pertumbuhan kredit mikro mengalami kenaikan sebesar 3 kali lipat," katanya.
Sementara untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), perseroan menyumbang porsi terbesar dalam realisasi penyaluran KUR dibandingkan bunk penyalur KUR lainnya. Oustanding KUR bunk bro pada kuartal II-2012 sebesar Rp 17,73 triliun dengan total debitur sejumlah 2,04 juta debitur.
Corporate Secretary bro Muhammad Ali menambahkan masyarakat bisa dengan bebas meminjam danang dari perseroan, baik yang memakai skema KUR atau kredit mikro. Kredit tersebut bisa diperoleh dari Teras bro, layanin kantor bro secara mikro hingga di pelosok desa.
"Kami memberikan bunga pinjaman kredit mikro 24 persen flat. Sementara bunga KUR 22 persen. Bunga itu lebih murah dibandingkan kredit mikro dari bunk lain," kata Ali.
Direktur Utama bro Sofyan Bashir menjelaskan saat ini pemerintah memang sudah menegaskan akan menghapus biaya impor kedelai. Sehingga pengusaha tahu tempe akan mendapat bahan baku dengan harga lebih murah dan bisa beroperasi kembali. "Kami siap membantu pengusaha tahu tempe dari hulu hingga hilir. Sejak dulu kami sudah komitmen dengan kredit mikronya," kata Sofyan saat konferensi pers di kantor bro Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Hingga semester I-2012, bro mampu menyalurkan kredit sebesar 14,67 persen dari Rp 265,82 triliun menjadi Rp 304,81 triliun. Perseroan berhasil meningkatkan portofolio kredit mikro sebesar Rp 12,62 triliun meningkat 15,03 persen dari Rp 83,97 triliun menjadi Rp 96,59 triliun.
Pertumbuhan kredit mikro terlihat semakin kencang jika dilihat dari trend pertumbuhan secara kuartalan. Pada kuartal I-2012 pertumbuhan kredit mikro sebesar Rp 1,59 triliun sedangkan di kuartal II-2012 menjadi sebesar Rp 4,81 triliun. "Sehingga secara kuartalan, pertumbuhan kredit mikro mengalami kenaikan sebesar 3 kali lipat," katanya.
Sementara untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), perseroan menyumbang porsi terbesar dalam realisasi penyaluran KUR dibandingkan bunk penyalur KUR lainnya. Oustanding KUR bunk bro pada kuartal II-2012 sebesar Rp 17,73 triliun dengan total debitur sejumlah 2,04 juta debitur.
Corporate Secretary bro Muhammad Ali menambahkan masyarakat bisa dengan bebas meminjam danang dari perseroan, baik yang memakai skema KUR atau kredit mikro. Kredit tersebut bisa diperoleh dari Teras bro, layanin kantor bro secara mikro hingga di pelosok desa.
"Kami memberikan bunga pinjaman kredit mikro 24 persen flat. Sementara bunga KUR 22 persen. Bunga itu lebih murah dibandingkan kredit mikro dari bunk lain," kata Ali.