• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

KRISIS EKONOMI DI TAHUN 2023, BENAR KAH?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
KRISIS EKONOMI DI TAHUN 2023, BENAR KAH?


Ada apa di tahun 2023? Benarkah akan terjadi krisis ekonomi global?

Kita mulai dari tahun 2020, dimana dunia dilanda pandemi covid 19 yg sanggup menciptakan seluruh Negara di dunia mengalami krisis ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi beberapa Negara yg memiliki tren negatif, salah satunya China. China pada kuartal I tahun 2020 mencatat pertumbuhan ekonomi negative yaitu -6,8%. Situasi ekonomi global juga semakin menantang karena melambatnya aktivitas produksi sudah menciptakan jutaan orang mengalami pemutusan hubungan kerja. Di Amerika Serikat sebagai perekonomian terbesar di dunia, lebih dari 30 juta klaim pengangguran baru terjadi cuma dalam enam pekan perdana pemberlakukan social distancing, & melebihi 72 juta dalam 10 bulan pandemi. Klaim pengangguran baru tercatat sempat melebihi 6 juta orang dalam satu pekan. Angka tersebut juga merupakan rekor tertinggi, bahkan kalau dibandingkan dengan periode Depresi Besar yg mencatat total 8,7 juta klaim pengangguran. Sebagian akbar penggangguran baru yg muncul di Amerika Serikat (AS) berasal dari sektor-sektor yg terdampak parah akibat Covid-19 seperti industri hiburan, akomodasi, transportasi, perdagangan, & manufaktur. Tren serupa juga terjadi di berbagai negara lain.

Perekonomian Negara-negara di dunia mulai menemukan titik balik pada kuartal III tahun 2020, perkembangan vaksin covid 19 yg semakin meningkat menciptakan optimis pertumbuhan ekonomi dunia. Banyak Negara yg mulai membuka kembali aktivitas masyarakat sehingga kegiatan ekonomi berangsur-angsur membaik walupun belum mencapai level nomal seperti saat sebelum pandemi covid 19. Pemulihan ekonomi dunia berangsur-angsur membaik pada kuartal akhir 2020 walupun masih terjadi pengetatan di beberapa Negara. Tahun 2021 jadi awal pertumbuhan ekonomi global, dimana sector manufaktu mulai kembali bergeliat, perdagangan dunia juga mulai bergerak kembali. Tetapi pemulihan ekonomi ini tidak merata disetiap Negara.

Pada tahun 2022 perekonomian dunia kembali dilanda krisis, hal ini dikarenakan terjadinya perang Rusia-Ukraina yg terjadi pada februari 2022 yg dimulai dengan penyerangan Rusia ke Ukraina. Perang Rusia-Ukraina yg sangat berdampak pada perekonomia dunia, khususnya bagi Negara-negara di Eropa & sekitarnya. Beberapa akibat yg muncul dari perang Rusia-Ukraina antara lain

1.Naiknya harga minyak bumi

Seperti yg kita ketahui Rusia adalah salah satu produsen minyak bumi terbesar di dunia, dengan adanya perang ini menyebabkan harga minyak dunia mengalami peningkatan yg cukup signifikan;

KRISIS EKONOMI DI TAHUN 2023, BENAR KAH?


2.Krisis Pangan

Rusia & Ukraina adalah lumbung pangan dunia, dimana dua Negara ini menyumbang 30% ekspor gandum global. Perang dua Negara ini dapat menyebabkan badai kelaparan hingga ke negara lain;

KRISIS EKONOMI DI TAHUN 2023, BENAR KAH?


Kebijakan Negara untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi pada masa covid 19 adalah dengan mengerjakan cetak uang, salah satu Negara yg mengerjakan kebijakan ini adalah Amerika Serikat. Amerika Serikat mengerjakan kebijakan itu untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, karena petumbuhan ekonomi disuatu Negara membutuhkan perputaran uang. Sesuia dengan teori ekonomi, resiko dari kebijakan cetak uang baru adalah rawan terjadinya inflasi. Pada September 2022 tingkat inflasi di Amerika Serikat mengalami kenaikan 8,2% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan tingkat inflasi ini menyebabkan pemerintah Amerika Serikat mengerjakan pengetatan ekonomi dengan meningkatkan tingkat suku bunga. Peningkatan suku kembang tentu akan menyebabkan perekonomian melambat.


Lalu apa dampaknya bagi Indonesia?

Pandemic cobid 19 di tahun 2020 sudah menciptakan perekonomian Indonesia mengalami penurunan yaitu -2,19% (YoY), pada tahun 2021 perekonomian Indonesia mulai tumbuh kembali, namun pada tahun 2022 Indonesia kembali menghadapi tantangan ekonomi, dimana perang Rusia-Ukraina berdampak pada perekonomian Indonesia. Harga minyak di Indonesia ikut meroket karena belanja subsidi pemerintah terlalu besa kalau harus menjaga harga minyak dalam negeri. Kenaikan harga Bahan Baka Minyak (BBM) tentu akan menyebabkan kenaikan barang lainnya khususnya bahan pokok.Kondisi perekonomian Negara lain seperti Amerika Serikat yg merupakan salah satu kawan dagang Indonesia tentu sedikit banyaknya akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia.

Presiden Jokowi meminta masyarakat berhati-hati mulai saat ini. Dia menyatakan tahun 2023 diprediksi akan jadi tahun gelap akibat krisis ekonomi, pangan, hingga energi akibat pandemi Covid-19 & perang antara Rusia-Ukraina

Perekonomian Indonesia diperkirakan masih dapat tumbuh positif tahun ini & 2023. Namun, Jokowi tetap meminta semua pihak waspada & mengharapkan jajarannya menyiapkan antisipasi. Ekonom senior Chatib Basri meyakini Indonesia tidak akan hingga resesi pada tahun depan. Dia melihat ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh sedikit di bawah 5%. "Tahun ini kita dapat tumbuh di 5,2%, tahun depan mungkin sekitar 4%. Dampak guncangan global kepada ekspor Indonesia, lanjutnya, tidak akan besar. Pasalnya, kontribusi ekspor Indonesia kepada pertumbuhan ekonomi cuma menyumbang 25%, kecil dibandingkan dengan Singapura yg memiliki share ekspor kepada pertumbuhan ekonominya mencapai 200%.

Tidak untuk menciptakan ketakutan berlebihan, tetapi untuk mengajak tetap waspada & berjaga-jaga menghadapi tahun 2023 seperti yg dikatakan Presiden Jokowi


semoga tulisan ini bermanfaat

Gambar

1, 2, 3

Sumber

1, 2, 3, 4, 5, 6​

Hari ini 14:45
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.