notia
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 8464
- Sejak
- 4 Nov 2006
- Pesan
- 8.004
- Nilai reaksi
- 474
- Poin
- 83
Krakatau Steel Jatuh ke Pemodal Asing
JAKARTA, Sabtu, 24 Mei 2008 - Penjualan saham pemerintah di PT Krakatau Steel (KS) Cilegon belum diputuskan. Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, opsi pelepasan saham melalui strategic sale lebih baik dibandingkan dengan penerbitan saham perdana (initial public offering/IPO).
"Belum ada keputusan Krakatau Steel akan diambil siapa. Pemerintah memang menerima penawaran dari beberapa investor. Bisa dikatakan sekarang masih beauty contest," ujar Wapres Jusuf Kalla dalam keterangan pers rutin di kantornya kemarin (23/5).
Menurut dia, pemerintah masih memperhitungkan untung-rugi bila menyerahkan Krakatau Steel kepada partner strategis industri baja kelas dunia yang telah menyatakan berminat. "Kalau dengan AncelorMittal bagaimana, Bluescope Steel bagaimana, Essar bagaimana, Posco bagaimana. Jadi, pilihannya banyak dan belum diputuskan," katanya.
Meski lebih cenderung untuk melepaskan saham melalui strategic sale, opsi privatisasi lain belum ditinggalkan pemerintah. "IPO bisa saja. Tapi, dengan keadaan pasar (modal) begini, harganya berapa? Kalau strategic partner, kan ada premiumnya, selalu minimum 50 persen dari harga pasar. Kalau harga pasar 100, kalau you mau, kasih 150. Jadi, ada keuntungan," ujarnya.
Menurut Wapres, keputusan privatisasi Krakatau Steel bukan sekadar memperoleh danang segar untuk menambah modal perseroan, melainkan memenuhi kebutuhan pasar baja dalam negeri di masa depan. Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata enam persen, kebutuhan baja nasional diperkirakan 7 juta ton per tahun
JAKARTA, Sabtu, 24 Mei 2008 - Penjualan saham pemerintah di PT Krakatau Steel (KS) Cilegon belum diputuskan. Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, opsi pelepasan saham melalui strategic sale lebih baik dibandingkan dengan penerbitan saham perdana (initial public offering/IPO).
"Belum ada keputusan Krakatau Steel akan diambil siapa. Pemerintah memang menerima penawaran dari beberapa investor. Bisa dikatakan sekarang masih beauty contest," ujar Wapres Jusuf Kalla dalam keterangan pers rutin di kantornya kemarin (23/5).
Menurut dia, pemerintah masih memperhitungkan untung-rugi bila menyerahkan Krakatau Steel kepada partner strategis industri baja kelas dunia yang telah menyatakan berminat. "Kalau dengan AncelorMittal bagaimana, Bluescope Steel bagaimana, Essar bagaimana, Posco bagaimana. Jadi, pilihannya banyak dan belum diputuskan," katanya.
Meski lebih cenderung untuk melepaskan saham melalui strategic sale, opsi privatisasi lain belum ditinggalkan pemerintah. "IPO bisa saja. Tapi, dengan keadaan pasar (modal) begini, harganya berapa? Kalau strategic partner, kan ada premiumnya, selalu minimum 50 persen dari harga pasar. Kalau harga pasar 100, kalau you mau, kasih 150. Jadi, ada keuntungan," ujarnya.
Menurut Wapres, keputusan privatisasi Krakatau Steel bukan sekadar memperoleh danang segar untuk menambah modal perseroan, melainkan memenuhi kebutuhan pasar baja dalam negeri di masa depan. Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata enam persen, kebutuhan baja nasional diperkirakan 7 juta ton per tahun
... Satu persatu apa yang ada dibangsa ini di jual ... 