• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

KPU Bobol Hacker, Data 204 Juta Warga RI Rawan Dicuri..

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
012b2d0b-3128-41a0-a71c-195b9e80b6fb_169.jpeg
KPU, atau Komisi Pemilihan Umum, dilaporkan mengalami serangan hacker yg mengakibatkan data dari 204 juta warga Indonesia bocor & dijual di internet. Laporan mengenai peretasan ini datang dari CISSREC. Menurut lembaga tersebut, data dari KPU tersebar oleh akun anonim yg mengpakai nama Jimbo.

Jimbo mengklaim memiliki lebih dari 200 juta data yg dijual dengan harga US$74 ribu atau sekitar Rp 1,2 miliar. Untuk memberikan bukti, Jimbo membagikan 500 data contoh melalui situs darkweb Breachforums. Selain itu, akun ini juga mengunggah beberapa tangkapan layar dari situs web Cek DPT Online milik KPU untuk memverifikasi keabsahan data yg diakses.

Pratama Persadha, Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, menyatakan dalam keterangan resminya bahwa "Jimbo juga menyampaikan dalam postingan di forum tersebut bahwa data 252 juta yg berhasil dia dapatkan terdapat beberapa data yg terduplikasi. Setelah dilakukan penyaringan, terdapat 204.807.203 data unik, jumlah ini hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT Tetap KPU yg berjumlah 204.807.222 pemilih dari 514 kab/kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan."

Data yg bocor mencakup Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga, nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), nomor paspor untuk pemilih di luar negeri, nama lengkap, tipe kelamin, tanggal & tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kode kelurahan, kecamatan, kabupaten, serta kode Tempat Pemungutan Suara (TPS).

CISSReC berusaha mengerjakan verifikasi kepada data yg diberikan oleh Jimbo. Hasilnya, data yg diambil dari situs Cek DPT Online KPU sama persis dengan data yg diunggah oleh hacker tersebut.

Para peretas berhasil mendapatkan akses dengan mengpakai role Admin KPU melalui berbagai metode, termasuk phishing, social engineering, & malware. Persadha menyatakan, "Pada tangkapan layar lainnya yg dibagikan oleh Jimbo, tampak sebuah halaman situs KPU yg kemungkinan berasal dari halaman dashboard pengguna. Dengan adanya tangkapan layar tersebut, kemungkinan akbar Jimbo berhasil mendapatkan akses login dengan role Admin KPU dari domain sidalih.kpu.go.id mengpakai metode phishing, social engineering, atau melalui malware."

Serangan kepada KPU ini menunjukkan bahwa keamanan siber di Indonesia perlu diperkuat. Selain langkah-langkah teknis, proteksi kepada data pribadi warga perlu ditingkatkan untuk mencegah penyalahgunaan informasi yg dapat membahayakan masyarakat.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.