• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita KPK Periksa Ketua Dewan Syuro PKS

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
204794_ketua_majelis_syuro_pks_hilmi_aminuddin_d.jpg

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan lagi pemeriksaan terhadap Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin, Kamis 16 Mei 2013. Dia masih diperiksa sebagai saksi untuk kasus suap suap kuota impor daging di Kementerian Pertanian.

Seperti pemeriksaan yang lalu, kali ini pun Hilmi diperiksa untuk dua tersangka suap kuota impor daging ini, yaitu Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah. "Jam 10 dia akan datang ke KPK," kata pengacara PKS, Zainuddin Paru dalam pesan kepada VIVANews.

Hal ini pun dibenarkan juru bicara KPK Johan Budi SP. "Dia diperiksa untuk tersangka LHI dan AF," jelasnya.
Dalam pemeriksaan Selasa 14 Mei 2013, Hilmi membantah menerima jatah Rp15 miliar dari Ahmad Fathanah. Dalam pemeriksaan perdananya itu, Hilmi diperdengarkan rekaman penyadapan Fathanah dengan seseorang menyangkut uang jatah untuk Hilmi Aminuddin. "Nggak tahu (soal uang Rp15 miliar)," kata Hilmi Aminuddin usai diperiksa KPK, Selasa 14 Mei 2013.

Hilmi juga berkilah anaknya, Ridwan Hakim, sebagai perantaranya meminta uang Rp15 miliar ke Ahmad Fathanah.

Informasi yang dihimpun VIVAnews, rekaman penyadapan itu merupakan rekaman antara Ahmad Fathanah dengan seseorang yang diduga Ridwan Hakim. Pembicaraan yang disadap KPK itu membicarakan jatah uang untuk pendiri PKS itu. Saat meminta jatah orang yang diduga anak Hilmi tersebut, biasanya menyebut 'jatah untuk engkong'.

"Rekaman semuanya dibuka. Tapi semuanya bluffing semua isinya," kata Hilmi usai diperiksa.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.