Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Siang ini, Rabu (6/1/2013), ada informasi cukup menggemparkan dari gedung DPR RI Jakarta. Di sela rapat dengan Komisi III DPR RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut tengah mendalami kasus yang melibatkan petinggi Partai Hanura Fuad Bawazier.
Fuad, bekas Dirjen Pajak ini, beberapa terakhir bikin heboh sebab Presiden SBY mensinyalir Fuad pemberi data pajak keluarganya ke wartawan Jakarta Post.
Ketua KPK Abraham Samad tidak menyebut spesifik kasus Fuad namun dia mengatakan Abdullah Hehamahua, penasihat KPK, banyak tahu persoalan itu.
"Tadi kata Pak Abdullah ada sedikit permasalahan memang," ujar Samad di gedung DPR RI.
Menurut Samad, kasus Fuad Bawazier sudah cukup lama dan Abdullah yang menguasai sebab sudah 3 periode di KPK. "Kebetulan Pak Abdullah yang bicara dengan Pak Sudi Silalahi," kata Samad.