Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Jika kota Guiyu terkenal sebagai e-waste city (kota sampah elektronik), kota Manshiyat naser di Mesir ini terkenal sebagai kota sampah dalam arti sebenarnya (Garbage City). Foto-foto yang diambil oleh Bas Princen ini memperlihatkan bagaimana setiap sudut di kota ini "dimanfaatkan" sebagai tempat sampah.
Kalau anda mengira ini kota mati atau tidak ada penghuninya, itu artinya salah besar karena memang Garbage City adalah kota yang banyak penduduknya. Sebenarnya kalau bicara sampah sih di Jakarta juga tidak kalah menarik tetapi hebatnya di Garbage City, sampai bagian atappun dipenuhi dengan sampah.
Dan tidak heran juga kalau di kota ini juga terdapat banyak warga yang kerjanya mensortir sampah (bahasa kerennya "pemulung") yang akan menjual kembali sebagian sampah yang masih bisa dijual seperti botol plastik dan lainnya.