Dalam kurun sepekan terakhir, Kota Makassar diwarnai bentrokan hebat. Setelah pada Kamis 11 Oktober lalu yang menewaskan dua mahasiswa di kampus UNM Parangtambung, kemudian disusul bentrok warga dan preman di GMTD dengan puluhan sepeda motor dibakar, kini giliran sesama sopir angkutan kota (angkot) yang terlibat bentrok, Senin 15 Oktober.
Insiden tersebut berlangsung di Jl Perintis Kemerdekaan, depan pintu I Unhas, pagi tadi. Puluhan sopir angkot berunjukrasa menentang pengalihan jalur masuk angkot ke dalam kampus.
Aksi kontra para sopir ini, tidak diterima sejumlah sopir lainnya yang menolak ikut aksi. Mereka pun menentang pemalangan jalan yang dilakukan demonstran, hingga akhirnya keributan tak terelakkan.
Kedua kubu terlibat saling serang dan saling lempar batu. Alhasil, ruas jalan Perintis Kemerdekaan sekitar kampus Unhas, macet total.
Untung saja, bentrok tak berlangsung lama setelah aparat kepolisian turun mengamankan hingga tak timbul korban. Para sopir pun membubarkan diri.
Sementara itu, salah satu wisatawan asal Kota Palembang, Ayu Andira, 24 tahun, yang tengah berada di Makassar sepekan terakhir, menilai kalau kota ini kota bentrok.
Insiden tersebut berlangsung di Jl Perintis Kemerdekaan, depan pintu I Unhas, pagi tadi. Puluhan sopir angkot berunjukrasa menentang pengalihan jalur masuk angkot ke dalam kampus.
Aksi kontra para sopir ini, tidak diterima sejumlah sopir lainnya yang menolak ikut aksi. Mereka pun menentang pemalangan jalan yang dilakukan demonstran, hingga akhirnya keributan tak terelakkan.
Kedua kubu terlibat saling serang dan saling lempar batu. Alhasil, ruas jalan Perintis Kemerdekaan sekitar kampus Unhas, macet total.
Untung saja, bentrok tak berlangsung lama setelah aparat kepolisian turun mengamankan hingga tak timbul korban. Para sopir pun membubarkan diri.
Sementara itu, salah satu wisatawan asal Kota Palembang, Ayu Andira, 24 tahun, yang tengah berada di Makassar sepekan terakhir, menilai kalau kota ini kota bentrok.