• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Korupsi Membusukkan Hidup Bersama

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
1154433620X310.jpg


JAKARTA, KOMPAS.com — Maraknya korupsi di Tanah Air bisa menciptakan hidup bersama di Indonesia menjadi busuk. Pasalnya, korupsi tak hanya membusukkan para pelakunya, tetapi juga seluruh kinerja, maksud, dan tujuan sebuah institusi yang menjadi prasyarat mutlak hidup bersama.

Hal itu dilontarkan Romo B Herry Priyono, pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara, Jakarta, dalam seminar nasional yang diselenggarakan harian Kompas bertema "Korupsi yang Memiskinkan" di Hotel Santika, Jakarta, Senin (21/2/2011).

"Saya sadar sepenuhnya bahwa pandangan ini tidak praktis karena membawa-bawa kata moral dalam urusan mendesak seperti korupsi juga terdengar utopis. Namun, silakan menciutkan korupsi hanya pada aspek ekonomis dan berpusat pada instansi negara. Niscaya, luasnya pembusukan hidup bersama tidak juga teratasi," ucap Herry.

Sementara aktivis pemberantasan korupsi Lembaga Swadaya Masyarakat Kemitraan, Laode M Syarif, mengungkapkan, struktur dan anatomi korupsi di Indonesia sudah berurat berakar sejak lama. Ia juga menyarankan agar pemberantasan korupsi juga harus melibatkan para penasihat hukum yang terlibat dalam penegakan hukum.

Adapun dosen sosiologi Universitas Indonesia, Heru Nugroho, menyatakan, kebijakan pemberantasan korupsi selama ini tidak ada yang signifikan sehingga angka korupsi tidak akan mengalami perubahan signifikan. Angka korupsi yang dia catat sekitar 14 persen atau sekitar 31 juta-32 juta orang miskin.

"Akar korupsi setidaknya ada tiga, yaitu psikologi sosial, problem kultural, dan persoalan struktural atau struktur politik yang tidak seimbang antara kekuasaan," tuturnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.