Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari mengatakan kerja corrumpere yg bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi.
Banyak pejabat publik yg korupsi padahal mereka pendidikannya tinggi-tinggi. Hal ini mengundang tanya dari masyarakat. Mengapa korupsi terjadi padahal ada moral, etika & hukum? Tidakkah ancaman hukum menciptakan mereka itu jera, mengerjakan tindakan yg mengkhianati amanah rakyat?
Hati merupakan salah satu bagian terpenting dalam tubuh manusia. Hati juga memiliki pengaruh yg akbar dalam menentukan perilaku seseorang, kalau hatinya baik maka perilakunya pun akan baik & begitu juga sebaliknya. Hati juga memiliki penyakit, salah satunya adalah korupsi.
Korupsi adalah penyakit hati & mental. Pelaku korupsi tidak akan pernah merasa puas dengan apa yg sudah dimilikinya. Korupsi tidak dilakukan oleh orang miskin, justru korupsi itu banyak dilakukan oleh orang kaya yg memiliki jabatan yg tinggi & pengetahuan yg luas.
Perlu adanya pembelajaran kembali tentang pendidikan anti korupsi. Karena pendidikan merupakan faktor utama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa & mempunyai nilai-nilai moral yg tinggi.
Ada tiga sikap moral yg dapat menciptakan orang tidak akan tergoda kepada korupsi yaitu :
- Kejujuran
- Keadilan
- Rasa tanggung jawab
Upaya dalam mengurangi kasus korupsi diantaranya dengan meningkatkan pemahanan ajaran agama, meningkatakam keimanan kepada Allah SWT, beramal & usaha dengan cara yg halal.
Yang terpenting kita harus memiliki sifat qana'ah. Seseorang yg memiliki sifat qana'ah akan sering bersyukur & merasa cukup dengan segala rezeki & sedap yg sudah Allah berikan kepada kita.
Kita harus berhati-hati dengan sifat tamak, karena ketamakan adalah penyakit hati yg mendorong kita mengerjakan korupsi. Hari ini 13:36