yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pengadilan di Mongolia menjatuhkan vonis penjara selama empat tahun terhadap mantan Presiden Nambaryn Enkhbayar atas dakwaan korupsi. Vonis ini berujung pada ketidakpastian politik yang menyebabkan buruknya iklim investasi Mongolia.
Diberitakan Reuters, Jumat 3 Agustus, Enkhbayar dinyatakan bersalah setelah menjalani pengadilan selama tiga hari. Dia terbukti melakukan privatisasi ilegal terhadap sebuah hotel dan perusahaan surat kabar.
Dia juga dinyatakan bersalah karena telah menggunakan perangkat penyiaran televisi hasil sumbangan untuk dipakai di stasiun televisinya sendiri. Selain penjara, dia harus membayar denda sebesar 54 juta tugriks atau setara Rp380 juta.
Enkhbayar membantah seluruh tuduhan terhadapnya. Dia mengatakan bahwa kasus tersebut bermotifkan politik dan akan mengajukan banding secepatnya.
Ditahannya Enkhbayar membuat politik negara itu terancam. Pasalnya, dia adalah ketua Partai Revolusi Rakyat Mongolia yang diharuskan melakukan koalisi dengan partai berkuasa, Partai Demokrasi, yang tidak mendapat suara mayoritas di parlemen.
Jika koalisi tidak terbentuk, maka parlemen Mongolia belum dapat berfungsi. Hal ini juga berimbas pada kebijakan soal pertambangan yang belum rampung.
Akibat tertundanya kebijakan, program perluasan tambang baru bara, bijih besi dan emas Oyu Tolgoi yang bekerjasama dengan perusahaan Ivanhoe terbengkalai. Jika tidak segera dicari solusinya, para investor asing dikhawatirkan kabur dari Mongolia dan menciptakan iklim investasi yang buruk.
Diberitakan Reuters, Jumat 3 Agustus, Enkhbayar dinyatakan bersalah setelah menjalani pengadilan selama tiga hari. Dia terbukti melakukan privatisasi ilegal terhadap sebuah hotel dan perusahaan surat kabar.
Dia juga dinyatakan bersalah karena telah menggunakan perangkat penyiaran televisi hasil sumbangan untuk dipakai di stasiun televisinya sendiri. Selain penjara, dia harus membayar denda sebesar 54 juta tugriks atau setara Rp380 juta.
Enkhbayar membantah seluruh tuduhan terhadapnya. Dia mengatakan bahwa kasus tersebut bermotifkan politik dan akan mengajukan banding secepatnya.
Ditahannya Enkhbayar membuat politik negara itu terancam. Pasalnya, dia adalah ketua Partai Revolusi Rakyat Mongolia yang diharuskan melakukan koalisi dengan partai berkuasa, Partai Demokrasi, yang tidak mendapat suara mayoritas di parlemen.
Jika koalisi tidak terbentuk, maka parlemen Mongolia belum dapat berfungsi. Hal ini juga berimbas pada kebijakan soal pertambangan yang belum rampung.
Akibat tertundanya kebijakan, program perluasan tambang baru bara, bijih besi dan emas Oyu Tolgoi yang bekerjasama dengan perusahaan Ivanhoe terbengkalai. Jika tidak segera dicari solusinya, para investor asing dikhawatirkan kabur dari Mongolia dan menciptakan iklim investasi yang buruk.