• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Korban Lumpur Usir Pekerja BPLS

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Untuk kesekian kalinya, korban lumpur mengusir pekerja Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang sedang memperkuat tanggul lumpur, Selasa (26/8/2014). Aksi ini dilakukan karena pembayaran ganti rugi belum dilunasi oleh Lapindo Brantas Inc.

Korban lumpur yang berkumpul di tanggul kawasan Ketapang dan Kedungbendo menghadang alat berat yang digunakan untuk pengerukan lumpur.

"Kita minta BPLS menghentikan penanggulan sebelum Lapindo melunasi pembayaran ganti rugi," ujar Wiwik Wahyutini, salah satu korban lumpur asal Siring.

Melihat korban lumpur datang, petugas BPLS tak bisa berbuat banyak. Mereka langsung menghentikan penguatan tanggul. Dalam kesempatan itu korban lumpur meminta alat berat dipindahkan dari atas tanggul.

Aksi blokir terhadap aktifitas penguatan tanggul oleh BPLS sebelumnya pernah dilakukan korban lumpur. Namun, mereka kecewa karena BPLS ternyata masih beraktifitas. Padahal, sebelumnya sudah diberi peringatan jika semua aktifitas di tanggul dihentikan sampai ada pelunasan ganti rugi.

Tampaknya, BPLS mencari titik lengah warga. Ketika warga sudah tidak mengawasi tanggul, mereka bekerja lagi.

Kali ini BPLS memperkuat tanggul di kawasan Ketapang-Kedungbendo. Setelah beberapa hari BPLS memperkuat tanggul akhirnya dihentikan juga oleh korban lumpur.

Bukan hanya menghentikan aktifitas para pekerja BPLS saja. Puluhan warga korban lumpur juga menginginkan segala peralatan yang berada di atas tanggul lumpur dipindahkan.

"Sebelum ada pelunasan ganti rugi tidak boleh ada penguatan tanggul," tegas Subakri, salah satu korban lumpur.

Humas BPLS Dwinanto Hesti Prasetyo mengatakan pihaknya terpaksa memperkuat tanggul karena kondisinya sudah memprihatinkan. Dia khawatir tanggul jebol dan lumpur mengalir ke jalan raya dan menggenangi rel kereta api.

"Selama ini yang salah satu menjadi fokus kita bagaimana agar jalan raya dan rel KA aman dari lumpur," tegasnya.

Meski demikian, Dwinanto, mengaku tidak bisa berbuat banyak jika aktifitas penguatan tanggul dihentikan oleh warga. Pasalnya, warga menuntut haknya agar pembayaran ganti rugi lumpur segera dilunasi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.