talam
IndoForum Senior E
- No. Urut
- 48451
- Sejak
- 16 Jul 2008
- Pesan
- 3.672
- Nilai reaksi
- 25
- Poin
- 48
Banyaknya orang hilang yang dilaporkan oleh keluarganya, akhirnya membuahkan hasil. Minggu (27/7) sore, muncul pengakuan terbaru yang mencengangkan dari Feri Idham Henyansah alias Ryan, 30, ‘Sang Jagal dari Jombang’ itu.
Tersangka mutilasi asal Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, itu mengakui, selain lima korban yang telah dibunuh, masih ada lima jasad lagi yang dikubur di sekitar pekarangan rumahnya. Dengan demikian, jumlah korban kebiadaban Ryan sudah mencapai 10 orang.
Jumlah korban kemungkinan masih bisa bertambah, karena laporan orang hilang yang belum ditemukan masih ada beberapa orang lagi.
Pengakuan terbaru Ryan itu dilontarkan di depan para penyidik Polda Jatim, Minggu sore.
Yang menarik, sebelum memberikan pengakuan itu, Ryan mengajukan satu syarat.
Dia akan bicara apa adanya, asal Noval, lelaki yang selama ini menjadi kekasihnya, diboyong ke Surabaya untuk mendampinginya selama pemeriksaan. Dalam merajut asmara, Ryan mengaku berperan sebagai perempuan, sedangkan Noval yang posturnya tinggi besar itu berperan sebagai cowoknya.
Penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Jatim pun mengabulkan permintaan itu. Ryan yang sejak Kamis (24/7) lalu berada di tahanan Polda Metro Jaya, Minggu (27/7) sore kemudian diboyong ke Polda Jatim bersama Noval, setelah pada Minggu paginya beberapa saat dikeler ke Polres Jombang.
Naik pesawat Garuda dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Ryan dan Noval yang dikawal sejumlah petugas berpakaian preman dari Polda Metro Jaya, tiba di Polda Jatim sekitar pukul 17.15 WIB. Dijemput dengan mobil Kijang Inova nopol L 1759 VF warna abu-abu metalik, pasangan homo yang tangannya disatukan oleh borgol ini, digelandang ke ruang penyidik Ditreskrim Polda Jatim.
Noval yang memakai kaus merah, selalu menyembunyikan wajahnya dari sorotan kamera wartawan. Kepalanya yang mengenakan topi, dibungkus dengan sajadah. Di belakangnya, Ryan yang berkaus warna biru, berjalan juga selalu mencari perlindungan untuk menghindari sorotan dan jepretan kamera wartawan.
Di sela-sela menjalani pemeriksaan, Ryan dan Noval sempat menjalankan salat maghrib secara bergantian. Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim AKBP Susanto menjelaskan, dibawanya kembali Ryan ke Polda Jatim ini, untuk mencari tahu dimana saja lokasi dikuburnya lima korban yang terakhir itu. “Katanya bukan di septic tank. Makanya akan kita bawa lagi tersangka ke Jombang,” ujar Susanto.
Pengakuan Ryan itu, Minggu siangnya diungkapkan oleh Kapolres Jombang AKBP M Khosim. Di depan para penyidik, Ryan berterus terang bahwa lima orang yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya beberapa waktu lalu itu telah dia bunuh.
Kapolres AKBP M Khosim mengatakan lima korban baru yang dibunuh Ryan itu adalah Nanik Hidayati, 28, warga Desa Kepuhkembeng, Peterongan, Jombang, dan anaknya, Silvia Ramadhani, 3. Tiga lainnya adalah Agustinus Setyawan alias Wawan, 28, warga Jl Dr Soetomo Jombang; Fauzi Suyanto, 29, warga Jalan MT Haryono Nganjuk; dan Muhammad Ahsony, 30, warga Desa Slawe, Kecamatan Tarik, Sidoarjo.
"Kelima korban ini semuanya telah diakui oleh Ryan sebagai korban pembunuhan yang dia lakukan," kata Kapolres. Menurut dia, pengakuan Ryan itu disampaikan saat petugas menunjukkan kelima foto korban tersebut.
Sebelumnya, ada lima orang yang menjadi korban kebiadaban Ryan. Yang pertama adalah Heri Santoso. Tubuhnya dipotong-potong (mutilasi) menjadi tujuh bagian yang ditemukan pada 12 Juli lalu di Ragunan, Jakarta Selatan.
Dari pengembangan kasus itu, Ryan yang ditangkap kemudian mengaku juga membunuh empat orang lainnya. Jasad mereka dikubur di belakang rumah orangtuanya di Jombang, dan Senin (21/7) lalu telah dievakuasi.
Dari identifikasi, jasad korban yang dikenali adalah Ariel Somba Sitanggang, 34, warga Jakarta; Yudi Priyono alias Vincent, lajang 31 tahun asal Wonogiri, Jawa Tengah, Guruh Setyo Pramono alias Guntur, 28, asal Nganjuk, dan Grendy, warga Belanda.
Hubungan Erat
Menurut Kapolres, berdasarkan pemeriksaan atas Ryan dan sejumlah saksi, lima korban yang baru itu mempunyai hubungan erat dengan Ryan, sebelum akhirnya dikabarkan hilang dari rumah mereka.
Sedangkan untuk Didik, 35, warga Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang yang juga dilaporkan kabur dari asrama milik Pendeta Timotius Dadya, 42, warga Kertosono, ternyata telah pulang ke rumahnya.
Menurut Kapolres, Ryan di hadapan petugas mengakui akrab dengan Nanik, bahkan pernah membeli perhiasan cincin bersama dengan Nanik. Disinggung tentang hubungan khusus Nanik dengan Ryan, menurut kapolres, Ryan pada petugas mengaku tak punya hubungan sebagai kekasih. "Ryan mengaku tidak suka dengan Nanik karena Ryan sudah punya pacar bernama Noval,” kata Khosim.
Sedangkan nama Ahsony berkaitann dengan Ryan karena motor Ahsony ditemukan di salah satu bengkel Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Hasil penyelidikan, Suzuki Thunder W 5454 GR milik Ahsony tersebut selama ini dipakai kakak Ryan, yakni Mulyo Wasis, setelah diambil oleh ayah Akhmad dari bengkel.
Sepeda motor itu diakui Mujiana, istri Mohammad Ahsony, sebagai kendaraan yang digunakan Ahsony saat pergi dari rumahnya di Desa Slawe, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, September tahun lalu. Tapi belakangan muncul pengakuan, sepeda motor itu diambil Akhmad di sebuah servis sepeda motor di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, yang berjarak sekitar 15 kilometer dari rumah Ryan.
Karena itu selain Akhmad, ikut diperiksa kemarin adalah Tuwi, pemilik bengkel. Berdasarkan pengakuan Tuwi, sepeda motor dititipkan seorang laki-laki saat malam hari, karena rantainya putus. “Saat itu saya ingat sedang menonton pertandingan sepak bola antara Italia melawan Spanyol dalam kompetisi Euro 2008,” kata petugas menirukan Tuwi.
Terkait keterlibatan keluarga Ryan, Kapolres menjelaskan, hingga kemarin pihaknya masih belum bisa mengambil kesimpulan. Baik Siyatun, ibunda Ryan, maupun ayah Ryan, Akhmad, punya alibi mengaburkan dugaan keterlibatan mereka. "Kami masih mendalami keterangan mereka, untuk saat ini kapasitas mereka sebatas saksi," tambah Kapolres.
“Yang pasti, sampai kini Ryan belum mengaku berapa total jumlah korban dan temapt mengubur korbannya,” jelas Khosim. Namun menurut sumber penyidik Polda Jatim, kelima mayat yang baru itu dikubur di areal dekat kandang ayam, juga dekat dengan septic tank, di rumah orangtua Ryan di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang. Sedangkan dugaan sementara pembunuhan berantai itu dilatarbelakangi faktor kelainan seksual pelaku dan keinginan menguasai harta benda korban.
Hingga pukul 22.00 WIB tadi malam, penyidik Polda Jatim masih memeriksa Ryan. Dirreskrim Polda Jatim Kombes Pol Rusli Nasution, Dirreskrim Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Brix Tewu, serta Kapolres Jombang AKBP M Khosim ikut memantau langsung pemeriksaan itu. “Kita masih akan rapat dulu. Pasti nanti kita sampaikan hasilnya,” ujar Rusli Nasution saat dicegat wartawan, tadi malam.
Menurut Rusli, saat ini kondisi fisik maupun kejiwaan Ryan dalam kondisi normal dan stabil. Sehingga tersangka tidak mengalami kendala dalam hal pemeriksaan oleh penyidik.
Surya Online
Tersangka mutilasi asal Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, itu mengakui, selain lima korban yang telah dibunuh, masih ada lima jasad lagi yang dikubur di sekitar pekarangan rumahnya. Dengan demikian, jumlah korban kebiadaban Ryan sudah mencapai 10 orang.
Jumlah korban kemungkinan masih bisa bertambah, karena laporan orang hilang yang belum ditemukan masih ada beberapa orang lagi.
Pengakuan terbaru Ryan itu dilontarkan di depan para penyidik Polda Jatim, Minggu sore.
Yang menarik, sebelum memberikan pengakuan itu, Ryan mengajukan satu syarat.
Dia akan bicara apa adanya, asal Noval, lelaki yang selama ini menjadi kekasihnya, diboyong ke Surabaya untuk mendampinginya selama pemeriksaan. Dalam merajut asmara, Ryan mengaku berperan sebagai perempuan, sedangkan Noval yang posturnya tinggi besar itu berperan sebagai cowoknya.
Penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Jatim pun mengabulkan permintaan itu. Ryan yang sejak Kamis (24/7) lalu berada di tahanan Polda Metro Jaya, Minggu (27/7) sore kemudian diboyong ke Polda Jatim bersama Noval, setelah pada Minggu paginya beberapa saat dikeler ke Polres Jombang.
Naik pesawat Garuda dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Ryan dan Noval yang dikawal sejumlah petugas berpakaian preman dari Polda Metro Jaya, tiba di Polda Jatim sekitar pukul 17.15 WIB. Dijemput dengan mobil Kijang Inova nopol L 1759 VF warna abu-abu metalik, pasangan homo yang tangannya disatukan oleh borgol ini, digelandang ke ruang penyidik Ditreskrim Polda Jatim.
Noval yang memakai kaus merah, selalu menyembunyikan wajahnya dari sorotan kamera wartawan. Kepalanya yang mengenakan topi, dibungkus dengan sajadah. Di belakangnya, Ryan yang berkaus warna biru, berjalan juga selalu mencari perlindungan untuk menghindari sorotan dan jepretan kamera wartawan.
Di sela-sela menjalani pemeriksaan, Ryan dan Noval sempat menjalankan salat maghrib secara bergantian. Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim AKBP Susanto menjelaskan, dibawanya kembali Ryan ke Polda Jatim ini, untuk mencari tahu dimana saja lokasi dikuburnya lima korban yang terakhir itu. “Katanya bukan di septic tank. Makanya akan kita bawa lagi tersangka ke Jombang,” ujar Susanto.
Pengakuan Ryan itu, Minggu siangnya diungkapkan oleh Kapolres Jombang AKBP M Khosim. Di depan para penyidik, Ryan berterus terang bahwa lima orang yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya beberapa waktu lalu itu telah dia bunuh.
Kapolres AKBP M Khosim mengatakan lima korban baru yang dibunuh Ryan itu adalah Nanik Hidayati, 28, warga Desa Kepuhkembeng, Peterongan, Jombang, dan anaknya, Silvia Ramadhani, 3. Tiga lainnya adalah Agustinus Setyawan alias Wawan, 28, warga Jl Dr Soetomo Jombang; Fauzi Suyanto, 29, warga Jalan MT Haryono Nganjuk; dan Muhammad Ahsony, 30, warga Desa Slawe, Kecamatan Tarik, Sidoarjo.
"Kelima korban ini semuanya telah diakui oleh Ryan sebagai korban pembunuhan yang dia lakukan," kata Kapolres. Menurut dia, pengakuan Ryan itu disampaikan saat petugas menunjukkan kelima foto korban tersebut.
Sebelumnya, ada lima orang yang menjadi korban kebiadaban Ryan. Yang pertama adalah Heri Santoso. Tubuhnya dipotong-potong (mutilasi) menjadi tujuh bagian yang ditemukan pada 12 Juli lalu di Ragunan, Jakarta Selatan.
Dari pengembangan kasus itu, Ryan yang ditangkap kemudian mengaku juga membunuh empat orang lainnya. Jasad mereka dikubur di belakang rumah orangtuanya di Jombang, dan Senin (21/7) lalu telah dievakuasi.
Dari identifikasi, jasad korban yang dikenali adalah Ariel Somba Sitanggang, 34, warga Jakarta; Yudi Priyono alias Vincent, lajang 31 tahun asal Wonogiri, Jawa Tengah, Guruh Setyo Pramono alias Guntur, 28, asal Nganjuk, dan Grendy, warga Belanda.
Hubungan Erat
Menurut Kapolres, berdasarkan pemeriksaan atas Ryan dan sejumlah saksi, lima korban yang baru itu mempunyai hubungan erat dengan Ryan, sebelum akhirnya dikabarkan hilang dari rumah mereka.
Sedangkan untuk Didik, 35, warga Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang yang juga dilaporkan kabur dari asrama milik Pendeta Timotius Dadya, 42, warga Kertosono, ternyata telah pulang ke rumahnya.
Menurut Kapolres, Ryan di hadapan petugas mengakui akrab dengan Nanik, bahkan pernah membeli perhiasan cincin bersama dengan Nanik. Disinggung tentang hubungan khusus Nanik dengan Ryan, menurut kapolres, Ryan pada petugas mengaku tak punya hubungan sebagai kekasih. "Ryan mengaku tidak suka dengan Nanik karena Ryan sudah punya pacar bernama Noval,” kata Khosim.
Sedangkan nama Ahsony berkaitann dengan Ryan karena motor Ahsony ditemukan di salah satu bengkel Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Hasil penyelidikan, Suzuki Thunder W 5454 GR milik Ahsony tersebut selama ini dipakai kakak Ryan, yakni Mulyo Wasis, setelah diambil oleh ayah Akhmad dari bengkel.
Sepeda motor itu diakui Mujiana, istri Mohammad Ahsony, sebagai kendaraan yang digunakan Ahsony saat pergi dari rumahnya di Desa Slawe, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, September tahun lalu. Tapi belakangan muncul pengakuan, sepeda motor itu diambil Akhmad di sebuah servis sepeda motor di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, yang berjarak sekitar 15 kilometer dari rumah Ryan.
Karena itu selain Akhmad, ikut diperiksa kemarin adalah Tuwi, pemilik bengkel. Berdasarkan pengakuan Tuwi, sepeda motor dititipkan seorang laki-laki saat malam hari, karena rantainya putus. “Saat itu saya ingat sedang menonton pertandingan sepak bola antara Italia melawan Spanyol dalam kompetisi Euro 2008,” kata petugas menirukan Tuwi.
Terkait keterlibatan keluarga Ryan, Kapolres menjelaskan, hingga kemarin pihaknya masih belum bisa mengambil kesimpulan. Baik Siyatun, ibunda Ryan, maupun ayah Ryan, Akhmad, punya alibi mengaburkan dugaan keterlibatan mereka. "Kami masih mendalami keterangan mereka, untuk saat ini kapasitas mereka sebatas saksi," tambah Kapolres.
“Yang pasti, sampai kini Ryan belum mengaku berapa total jumlah korban dan temapt mengubur korbannya,” jelas Khosim. Namun menurut sumber penyidik Polda Jatim, kelima mayat yang baru itu dikubur di areal dekat kandang ayam, juga dekat dengan septic tank, di rumah orangtua Ryan di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang. Sedangkan dugaan sementara pembunuhan berantai itu dilatarbelakangi faktor kelainan seksual pelaku dan keinginan menguasai harta benda korban.
Hingga pukul 22.00 WIB tadi malam, penyidik Polda Jatim masih memeriksa Ryan. Dirreskrim Polda Jatim Kombes Pol Rusli Nasution, Dirreskrim Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Brix Tewu, serta Kapolres Jombang AKBP M Khosim ikut memantau langsung pemeriksaan itu. “Kita masih akan rapat dulu. Pasti nanti kita sampaikan hasilnya,” ujar Rusli Nasution saat dicegat wartawan, tadi malam.
Menurut Rusli, saat ini kondisi fisik maupun kejiwaan Ryan dalam kondisi normal dan stabil. Sehingga tersangka tidak mengalami kendala dalam hal pemeriksaan oleh penyidik.
Surya Online