AleXandria
IndoForum Newbie C
- No. Urut
- 107327
- Sejak
- 21 Okt 2010
- Pesan
- 164
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
PEKANBARU, KOMPAS.com - Korban tewas akibat insiden semburan bubur kertas panas di pabrik PT Riau Andalan Pulp and Paper atau RAPP di Kabupaten Pelalawan, Riau, bertambah menjadi tiga orang setelah seorang pekerja akhirnya meninggal dunia, Selasa (8/2/2011).
"Satu korban yang kritis bernama Reno akhirnya meninggal dunia," kata Asisten Manajer Humas RAPP Salomo Sitohang di Pekanbaru siang ini.
Insiden itu terjadi di pabrik RAPP di Kabupaten Pelalawan, Riau, akibat pecahnya pipa penghubung ke tangki penyimpan bubur kertas (pulp) pada Senin kemarin. Sebelumnya, dua pekerja telah meninggal dunia akibat tersiram pulp panas. Korban yang meninggal dunia, adalah Joni Sembiring dari kontraktor pemeliharaan PT Aurel Jaya Abadi (AJA), dan Hendra Zein dari PT Riautama Panca Karsa (RPK).
Korban terakhir, Reno yang berusia 20 tahun, merupakan pegawai PT RPK dan menghembuskan nafas terakhir setelah mendapat perawatan di RS Awal Bros Pekanbaru pada Selasa dini hari. Nyawa korban tak bisa diselamatkan lagi karena menderita luka bakar yang serius di tubuhnya. Dengan begitu, hingga kini ada enam korban lainnya menderita luka bakar akibat insiden tersebut.
"Jenazah korban sudah diberangkatkan ke kampung halamannya di Provinsi Bengkulu diiringi keluarga dan perwakilan perusahaan," ujarnya.
Menurut Salomo, manajemen RAPP berjanji akan memberikan santunan kepada korban kecelakaan kerja di pabrik bubur kertas. "RAPP dan kontraktor akan menanggulangi biaya pengobatan korban luka serta memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal sesuai aturan yang berlaku," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan kerja tersebut. Menurut dia, tim dari RAPP tak lama setelah kejadian langsung melakukan investigasi awal untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja ini. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa perusahaan juga berkoordinasi dengan kepolisian setempat.
"Satu korban yang kritis bernama Reno akhirnya meninggal dunia," kata Asisten Manajer Humas RAPP Salomo Sitohang di Pekanbaru siang ini.
Insiden itu terjadi di pabrik RAPP di Kabupaten Pelalawan, Riau, akibat pecahnya pipa penghubung ke tangki penyimpan bubur kertas (pulp) pada Senin kemarin. Sebelumnya, dua pekerja telah meninggal dunia akibat tersiram pulp panas. Korban yang meninggal dunia, adalah Joni Sembiring dari kontraktor pemeliharaan PT Aurel Jaya Abadi (AJA), dan Hendra Zein dari PT Riautama Panca Karsa (RPK).
Korban terakhir, Reno yang berusia 20 tahun, merupakan pegawai PT RPK dan menghembuskan nafas terakhir setelah mendapat perawatan di RS Awal Bros Pekanbaru pada Selasa dini hari. Nyawa korban tak bisa diselamatkan lagi karena menderita luka bakar yang serius di tubuhnya. Dengan begitu, hingga kini ada enam korban lainnya menderita luka bakar akibat insiden tersebut.
"Jenazah korban sudah diberangkatkan ke kampung halamannya di Provinsi Bengkulu diiringi keluarga dan perwakilan perusahaan," ujarnya.
Menurut Salomo, manajemen RAPP berjanji akan memberikan santunan kepada korban kecelakaan kerja di pabrik bubur kertas. "RAPP dan kontraktor akan menanggulangi biaya pengobatan korban luka serta memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal sesuai aturan yang berlaku," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan kerja tersebut. Menurut dia, tim dari RAPP tak lama setelah kejadian langsung melakukan investigasi awal untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja ini. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa perusahaan juga berkoordinasi dengan kepolisian setempat.