• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Korban Bom Bali Minta Perhatian Pemerintah

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. zasuke
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

zasuke

IndoForum Beginner D
No. Urut
182667
Sejak
10 Sep 2012
Pesan
624
Nilai reaksi
0
Poin
16
Jimbaran, 12/10 (ANTARA) - Seorang korban bom Bali I, Chusnul Chotimah meminta adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk mendukung kelangsungan hidupnya termasuk perawatan medis yang hingga saat ini masih dijalani.
"Saya meminta kepada pemerintah untuk membantu saya dalam memberikan kebebasan berobat. Selama sepuluh tahun ini belum pernah saya mendapatkan bantuan," katanya seusai menghadiri peringatan Bom Bali I di Lotud Pond, Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.
Menurut dia, meskipun peristiwa peledakan bom 12 Oktober 2002 silam telah berlalu sepuluh tahun lalu, namun hingga saat ini dia masih menggunakan salep untuk mencegah tumbuhnya peradangan pada jaringan kulitnya akibat luka bakar yang mengenai hampir seluruh tubuhnya.
Salep jenis keloid itupun didatangkan dari Australia dengan harga yang cukup mahal yakni Rp1,5 juta yang harus digunakan penuh selama enam bulan.
"Uang saya sudah habis, saat ini saya sudah banyak berhutang kepada tetangga untuk membeli obat," ujar Chusnul.
Wanita yang berasal dari Surabaya itu mengatakan bahwa saat ini dirinya masih mengalami gangguan pendengaran pada telinga kanan, dan pada kaki kanannya masih terdapat serpihan besi.
Diapun sempat dirujuk ke sebuah rumah sakit di Australia untuk menjalani perawatan luka bakar, dan operasi pengangkatan beberapa serpihan besi yang masuk ke tubuhnya.
Akibat keterbatasan itu kini, wanita berusia 42 tahun itu kesulitan mendapatkan pekerjaan.
"Saya kesulitan untuk mendapat lapangan pekerjaan. Saya juga menginginkan adanya bantuan modal dari pemerintah," tambah Chusnul
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.