Sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang marah ketika terjadi kendala teknis saat telekonfrensi acara pemantauan arus balik Lebaran dinilai kurang bijak.
Menurut peneliti Political Research Institute for Democracy (PRIDE) Indonesia Rohim Ghazali, sikap Presiden SBY tersebut tak akan menciptakan kesan sebagai pemimpin yang tegas.
"Pemimpin yang tegas bukan yang suka marah-marah di depan publik, pemimpin yang tegas itu yang berani mengambil keputusan. Saya bingung kok Presiden gampang marah," ujar Rohim kepada INILAH.COM, Sabtu (18/9).
Tak seharusnya Presiden SBY bersikap emosi dalam acara tersebut, sebab kendala teknis teknologi informasi adalah hal yang lumrah dan dapat diperbaiki secara cepat.
"Presiden tidak dipermalukan karena kendala teknis itu, buat apa marah sambil menyebut perusahaan yang tidak ada urusannya dengan telekonfrensi tersebut (Pt telkomsel). Toh kendala teknis bisa segera diatasi," ujar Rohim.
Sebagaimana diberitakan, suasana telekonferensi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Edward Aritonang, Jumat (18/9) berubah menjadi tegang.
Presiden nampak kesal, komunikasi dengan Kapolda Jawa Tengah terganggu. Gambar Kapolda Jawa Tengah tidak bergerak ketika berbicara dengan Presiden.
"Ini apa yang terjadi? Ini tadi hidup, kok sekarang malah mati. Saya mau tanya Dirut Telkom, Dirut Telkomsel pernah memeriksa tidak!" tanya Presiden. sumber:inilah.com