Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Apa yg akan terlintas dalam pikiran anda bila mendengar mengatakan "SENGKUNI"???
Sudah pasti terbayang sosok atau tabiat segala macam keburukan, kejahatan, kecurangan, keculasan & lain sebagainya yg intinya semua berbau negatif.
Saya cuma harap menciptakan citra atau minimal versi tersendiri walaupun harus mengundang kontroversi.
Segala macam bentuk kejahatan seolah melekat kuat dalam tabiat tokoh yg satu ini. Seburuk itukah tabiat & perilaku tokoh Sengkuni ini hingga tak ada sedikitpun kebaikan yg ia miliki??
Pastinya ada walaupun itu sedikit.
Sengkuni atau sakuni yg punya nama lain Trigantalpati, Haryasuman adalah paman Kurawa dari pihak ibu merupakan ksatria dari Kerajaan Gandhara di angkat sebagai patih di kerajaan Hastinapura.
Di lihat dari bentuk & ciri fisik saja kita sudah tahu tabiat apa yg ia punyai, di mana dalam dunia pewayangan di gambarkan bahwa tokoh ini berjalan pincang, mata juling, bicara "klemak klemek" menyebalkan
Untuk ukuran kita orang awam pasti sengkuni akan kita cap sebagai seseorang yg licik, culas, provokator namun tak di pungkiri bahwa ia adalah pakar siasat perang.
Tapi tabiat Sengkuni ini bukan tanpa alasan. Karakter buruk yg melekat ini di dasari karena rasa sayang kepada keponakannya yaitu Kurawa. Dia rela meninggalkan negerinya Gandhara demi mengikuti sang kakak yaitu Gandhari untuk membela harga diri seorang kakak yg merasa tertipu oleh ulah Pandhu.
Dengan dasar inilah dia harap menunjukkan rasa bakti sebagai balas budi kepada sang kakak.
Dia mengharapkan keponakannya memperoleh kemulyaaan dalam hidupnya hingga tak segan-segan mengerjakan tindakan yg sedikt extrim demi membela para keponakannya.
Yang kedua dia tabiat yg penuh motivasi sering memberikan dukungan moral kepada keponakan-keponakannya lepas dari motivasi itu dalam hal kebenaran atau kekliruan.
Yang ketiga tak dapat di pungkiri bahwa dia juga seseorang yg loyal dapat di buktikan saat perang bharatayuda dia bertempur hingga titik darah penghadapatn walau kematiannya mengenaskan.
Jadi pelajaran apa yg dapat kita petik dari cerita ini??
Bahwa kita tidak boleh menghakimi seseorang tanpa tahu latar belakang seseorang mengerjakan tindakan yg sedikit menyimpang, kita harus obyektif menilai seseorang jangan cuma di lihat kulit luarnya saja tanpa mau tahu alasan yg sebenarnya.
Jangan menelan mentah-mentah apapun yg di lakukan seseorang walau itu tindakan yg kontroversial.Bisa jadi apa yg ia lakukan sudah benar cuma cuma belum saatnya kebenaran itu muncul di permukaan.Itulah contoh orang yg baik namun di tempat yg salah.
Itulah sekelumit cerita dari tabiat tokoh Sengkuni, yg mudah2an dapat memberikan sedikit pencerahan kepada kita.....terima kasih salam budaya.
Gambar dari Google.
Narasi pribadi. Hari ini 20:10