• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kontrol Gula Darah

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Diabetes merupakan penyakit seumur hidup.Biaya perawatan yang menyertai pun cukup besar.Dengan pengendalian yang baik,beban biaya dapat dikurangi,bahkan dihindari. Pemantauan gula darah yang rutin menjadi kuncinya.
Ga1jU.jpg


Divonis menderita diabetes, Barry yang saat itu berusia 30 tahun hanya bisa pasrah.Sebaik mungkin dia menjalani nasihat dokter untuk mengonsumsi obat teratur,mengatur pola makan,termasuk berolahraga. Untuk memantau gula darah,dia pun harus menyempatkan diri ke laboratorium.” Pagi dan sore saya cek lab,wah makan ongkos,waktu, tenaga.Sengaja saya pilih lab yang agak jauh.Yang dekat rumah sih ada,cuma enggak bagus, hasilnya nanti enggak akurat,” kenang pria 58 tahun ini.

Pernah dia absen ke laboratorium, gula darahnya pun tak terpantau dan mencapai 195. Harry pun kolaps.Sampai akhirnya dia membaca soal alat tes gula darah mandiri dan keluarga pun mendukung untuk membelinya.Alhasil,kegiatan rutin ke laboratorium yang sempat dilakoni 2 tahun pun berhenti.”Enggak kebayang kalau harus ke lab terus.Sekali datang bisa sampai Rp100.000. Makanya,alat tes gula darah itu penting sekali dimiliki semua diabetesi,”kata Harry. Pendapat Harry dibenarkan Prof Dr dr Sri Hartini KS Kariadi SpPD-KEMD dari RS Hasan Sadikin,Bandung.

Menurut dia,pemeriksaan gula darah secara mandiri (PGDM) hendaknya dapat dilakukan secara mandiri setiap saat oleh diabetesi,tanpa harus ke laboratorium. ”Biasanya pemeriksaan dilakukan sebelum makan atau 2 jam sesudah makan,” urai Sri dalam acara diskusi media Analisa Dampak Ekonomi Pada Pasien Diabetes di Kafe Pisa,Jakarta.Sri menyerukan agar para diabetesi memiliki sendiri alat tes gula darah.Metode ini jauh lebih cepat dibanding pemeriksaan laboratorium,hanya membutuhkan waktu 5 detik untuk mendapat pembacaan gula darah.

Pemeriksaan gula darah juga dapat dilakukan sendiri, tanpa bantuan perawat. Lebih jauh,pemantauan gula darah secara rutin dapat mencegah diabetesi terhindar dari risiko komplikasi yang bisa muncul.Seperti serangan jantung, stroke,amputasi,kebutaan, dan cuci darah akibat gagal ginjal.Berdasarkan data yang dimiliki Unit Bisnis Diabetes Care PT Roche Indonesia, diabetesi yang melakukan PGDM rutin dengan Accu Check dan mencatat tren gula darahnya dalam log book,hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp700.000/ tahun dengan asumsi melakukan tes 8 kali sebulan.

Bandingkan dengan biaya hemodialisis (cuci darah) di Indonesia yang mencapai lebih dari Rp115 juta/tahun, jika dilakukan 3 kali seminggu. ”Hal ini berarti persentase biaya pemantauan gula darah setahun hanya sekitar 1% dibanding biaya cuci darah setahun,” kata Hery Purwanto, Senior Product Manager dari Unit Bisnis Diabetes Care PT Roche Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, ahli patologi klinik RS Kanker Dharmais,dr Agus S Kosasih SpPK menjelaskan,memegang kendali atas diabetes dapat membantu pasien merasa lebih baik dan tetap sehat.“Menjaga kadar gula darah mendekati normal dapat mengurangi risiko masalah pada jantung,mata, ginjal,dan saraf.Itu komplikasi yang sering terjadi pada diabetesi,” ujar Kosasih. Dalam praktik perawatan diabetes,ada dua jenis tes yang digunakan untuk mengetahui kondisi metabolisme gula darah pasien,yaitu pengukuran A1C dan pengukuran kadar gula darah itu sendiri.

Tes A1C merupakan tes laboratorium yang sering dilakukan untuk mengukur kondisi metabolisme gula darah secara umum dalam dua hingga tiga bulan terakhir.“Pemeriksaan A1C merupakan cara yang digunakan untuk menilai efek perubahan terapi 8–12 minggu sebelumnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.