• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Konsumsi Listrik Capai Level Tertinggi Sejak 2017

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
 Konsumsi Listrik Capai Level Tertinggi Sejak 2017


JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik terus mengalami pemulihan seiring mulai kembali berputarnya roda perekonomian nasional.

Executive Vice President Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan, konsumsi listrik pada bulan Oktober 2021 mencapai 22 Terawatt-hour (TWh). Angka konsumsi bulanan tersebut jadi yg tertinggi sejak 2017.

Sementara secara kumulatif, hingga Oktober angka konsumsi listrik secara kumulatif sudah mencapai 210 TWh atau tumbuh 4,7 persen dibandingkan periode yg sama tahun lalu.

"Meskipun sebelumnya ada tekanan Covid-19, tetapi bouncing cukup cepat. Hingga November ini, kenaikan energi konsumsi yg tinggi melebihi catatan kita dibandingkan beberapa tahun lalu," ujar Edwin, dalam keterangannya, Minggu (28/11/2021).

Perusahaan listrik negara itu memproyeksikan tren peningkatan konsumsi listrik masih akan berlanjut, selaras dengan perekonomian nasional yg terus tumbuh.

Untuk merespons hal tersebut, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 2030 yg disahkan pemerintah, hingga 2030 mendatang ada tambahan pembangkit lagi sebesar 40,6 GW.

Berdasarkan RUPTL tersebut, pembangkit berbasis energi hijau akan mendominasi sistem ketenagalistrikan Indonesia.

"Sekitar 51,6 persen dari total pembangkit tersebut atau sekitar 20,9 GW akan berasal dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT)," ujar Edwin.

Di tengah kondisi cadangan pasokan daya listrik yg cukup, peningkatan bauran EBT tidak cuma bergantung pada masalah pasokan listrik, namun juga harus didukung dengan permintaan daya yg cukup, sehingga daya listrik yg ada dapat terserap.

Untuk meningkatkan permintaan listrik, PLN siap menjalankan program konversi kompor gas ke kompor induksi. Selain untuk meningkatkan konsumsi listrik, program ini juga jadi solusi menekan impor & memperbaiki neraca perdagangan negara.

Direktur Niaga & Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, dengan cadangan daya yg sudah lebih dari 30 persen dihampir seluruh sistem kelistrikan, PLN siap mendukung program konversi kompor induksi.

"PLN juga siap menggulirkan diskon tambah daya guna mempermudah pelanggan untuk beralih ke kompor induksi," ucapnya.
Hari ini 00:18
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.