• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

KONFLIK DALAM RUMAH TANGGA

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
KONFLIK DALAM RUMAH TANGGA



.
.
.

Kekosongan menyebabkan kesepian,
Kesepian menyebabkan kegalauan,
Kegalauan menyebabkan kegenitan,
Kegenitan menyebabkan ke khilafan.
Iya kalau yg khilaf nya jomblo langsung dapat pasangan.
Lah kalau yg berpasangan?
khilaf mereka itu Selingkuh

Jadi untuk para pasangan untuk menjaga para pasangan nya. jangan biarkan mereka kosong. Hati tidak mungkin di isi dua sayang dalam satu waktu. Isi terus hati mereka dengan sayang. Karena kalau tidak!
dia akan di isi orang sayang nya

Maka penting dalam menjalani hubungan itu bukan perhatian, tetapi komunikasi. Karena percuma bentuk kasih sayang nya cuma sebatas perhatian. Bisa jadi dia lagi bad mood, lagi bete, lagi banyak beban pekerjaan, lagi banyak masalah ini itu dst nya. Perhatian tidak cukup. Tapi seorang pasangan harus connected all is time. Seharusnya pasangan dapat paham dari raut muka nya dari cara bicara nya. Bisa tahu apa yg terjadi di gejolak batin nya.

Sehingga pasangan itu harus jadi jadi pendengar yg baik, harus pula nyambung kalau bicara. Jangan hingga diskusi komunikasi jadi gak nyambung. Si suami punya masalah tentang bisnis si istri karena gak ngerti bisnis. Otomatis percakapan jadi hambar. Atau si istri punya masalah di lingkungan sosial nya karena si suami tidak paham tentang dunia sosial ya jadinya dialog nya jadi gak nyambung. Otomatis bukan menyelesaikan masalah malah nambah masalah, jadi bad mood. Yang ada malah tambah jengkel, ruwet.

Akhirnya dia balik lagi curhat ke teman nya, yg kebetulan paham atas permasalahan itu. Iya kalau teman curhat nya sesama jenis. Paling ujung2nya jadi sohib baik. Kalau lawan jenis?
Ketika menemukan kenyamanan, ketentraman, ketenangan. Ujung nya malah jadi kecocokan. Eh jadi lupa tuh sama yg di rumah.

Dalam kondisi tertentu kadang uang, jabatan, karir, ketenaran, tidak jadi jaminan untuk melanggengkan sebuah hubungan. Kalau kurang komunikasi malah jadi akbar ketakutan kehilangan nya. Sehingga perasaan itu menjegal nya terus terusan & prasangka buruk sering menghampiri. Ko dia kurang perhatian.
Apa jangan jangan diluar sudah dapat yg lebih baik
Ko dia sekarang pulang malam terus, jangan jangan dia kimpoi siri
Ko dia kurang kasih sayang sih sekarang apa jangan jangan dia Selingkuh.

Kadang terlalu yakin sehingga ketika suami memberi alasan benar pun suka kurang percaya. Hubungan kalau kurang percaya tanda tanda tak sehat.

Seharusnya suami terbuka
Karena dia sekarang diluar sana banyak melihat yg lebih cakep, dapat gak ibu perawatan atau tampilan nya misalkan seperti si ini si itu. Kalau sesama terbuka gak bakal tersinggung. Oh mau nya suami itu begini. Yaudah turutin. Gaya nya diturutin di replika kalau dapat. Dengan uang apa sih yg gak dapat. Yang penting ketentraman.

Ibu sekarang makin gemuk deh coba deh diet. Ya turutin
Kata istri nya bapak sekarang ko agak buluk sih
Yaudah si suami sadar kembali lagi perawatan dllnya

Pasangan itu harus seperti teman tongkrongan, apa aja dibahas hal remeh sekalipun tetapi sama sama terbuka tidak baperan. Dan itu lah menciptakan suasana makin cair. Akhirnya hubungan pertemanan pun terus langgeng.

Terus saling mengoreksi, mengkritik, memberi masukan. Dan semua nya kedua belah pihak sepakat diawal untuk komitmen terbuka. Gak boleh baper, makanya itu lah penting nya mencari pasangan di awal harus mengerti seluk beluk nya karakter, sifat, sikap nya

Kalau lagi kondisi sulit cerita juga
Kita kondisi ekonomi keluarga lagi begini bagaimana ini solusi nya. Ibu dapat gak lebih iri, atau bapak dapat gak lebih berhati hati lagi beli barang hobby koleksi ikan cupang nya.

Jangan hingga ada masalah dipendam sendiri. Mencoba menyelesaikan nya sendiri.
Kalau punya anak libatkan juga anak nya, walaupun masih adek adek secara pemikiran belum sempurna. Tapi dia minimal dari kecil sudah dilatih berdialog, bernegosiasi, berkomunikasi, dilatih terbuka. Dan itu akan direkam di pikiran bawah sadar nya oleh sang anak sebagai bekal dia untuk masa depan. Mungkin si anak secara nalar dia belum ngerti tetapi secara naluri dia paham

Bahkan komunikasi itu kepada hal hal privat tentang sexsual, keluarga dari istri, dari suami harus terus di komunikasi kan.
Tentu ada syarat nya juga
Komunikasi yg bagaimana?
Karena kalau salah cara berkomunikasi, akan salah pula pesan yg ditangkap oleh pasangan nya. Ketika salah tangkap pesan, diartikan negatif atau buruk balik lagi ke konflik, padahal sumber nya satu yaitu salah paham

Hayo belajar parenting lagi ya. Tahu ilmu psikologi, tahu ilmu komunikasi itu jauh lebih penting daripada. Tahu alur berbagai sinetron hingga berepisode episode, atau tahu betul serial drama korea, atau tahu banyak lirik lagu. Yang semua itu gak berguna untuk menjalani kehidupan.

sumber gambar : google

Jangan lupa join di channel telegram Istana Pengetahuan
Untuk mendapatkan update tulisan terbaru tentang seputar Self employed, Personal Development, Psikologi Parenting, Pembahasan Filsafat, Bisnis, teknologi, Isu terkini, dllnya Hari ini 01:29
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.